ruang baca komunitas

CATATAN LITERASI AKHIR TAHUN YRBK GELAR BERBAGAI KEGIATAN

Sepanjang bulan Desember 2025 Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) menggelar sejumlah kegiatan sebagai agenda penutup akhir tahun. Kegiatan diawali dengan Safari Literasi ke beberapa sekolah, diantaranya ke SMKN 1 Banjar, SDN 2 Langensari, dan SDN 3 Banjar.

Di SMKN 1 Banjar Safari Literasi dimotori Komunitas Remaja Pustaka (KRP) kumpulan siswa pegiat literasi SMKN 1 Banjar yang dibina Kepala Perpustakaan SMKN 1 Banjar, Aang S. Faizar. Kegiatan Safari Literasi juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi oleh guru dan siswa serta testimoni dari Duta Baca Kota Banjar serta motivasi literasi dari Pendiri YRBK Sofian Munawar. Acara dipungkas dengan penyerahan Pigam Penghargaan dari YRBK untuk SMKN 1 Banjar yang diserahkan oleh Sekretaris YRBK Ivan Mahendrawanto diterima oleh Susi Rusmiati, mewakili Kepala SMKN 1 Banjar.

Di SDN 2 Langensari Safari Literasi YRBK juga berkolaborasi dengan Duta Baca Kota Banjar. Acara diwali dengan Redathon yang dipimpin salah satu guru senior Anisah Darajati. “Kami sudah biasa melaksanakan kegiatan redathon setiap hari Rabu,” ujar Elis Rohmawati, Kepala UPTD SDN 2 Langensari. Acara Safari Literasi dipungkas penyerahan hadiah buku dari Pendiri YRBK Sofian Munawar untuk SDN 2 Langensari.

Sementara di SDN 3 Banjar Safari Literasi YRBK secara khusus dimaksudkan untuk menyampaikan apresiasi dimana pada agenda kegiatan literasi sebelumnya, SDN 3 Banjar merupakan sekolah dengan tingkat partisipasi tertinggi dalam kegiatan Parade Puisi Guru (PPG) yang digelar YRBK. “Selamat untuk SDN 3 Banjar, guru-gurunya yang semangat telah melahirkan para siswa juara,” ucap Sofian. Acara dipungkas dengan penyerahan Piagam Penghargaan dari YRBK untuk UPTD SDN 3 Banjar.

Kegiatan berikutnya yang menjadi penanda agenda literasi akhir tahun adalah sharing session yang disampaikan salah satu pegiat literasi RBK, Adinda Zahra Sofiantima. Adinda berbagi cerita pengalamannya sebagai delegasi International Future Leader (IFL) 2025 di Singapura dan Malaysia. “Pengalaman ini bukan saja menarik tapi juga memberikan saya insight betapa pentingnya literasi untuk menyiapkan dan menyongsong masa depan. Semoga pengalaman kecil ini juga dapat memberikan inspirasi untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Adinda yang juga meraih Anugerah Gapura Pancawaluya untuk kategori siswa.

Sementara itu, Guru SMAN 3 Banjar yang juga Pengurus YRBK Putri Sri Jayanti mendapatkan Anugerah Gapura Pancawaluya untuk kategori Tendik. Sebelumnya, Putri Sri Jayanti juga mendapatkan kesempatan untuk melancong ke Thailand atas prestasi yang diraihnya sebagai Exellence in Innovative Teaching. “Alhamdulillah ini kado akhir tahun yang sangat indah buat pegiat literasi dan juga buat RBK,” kata Siti Maroah, Ketua YRBK.

Puncak acara akhir tahun yang menjadi pamungkas kegiatan literasi 2025 ditandai dengan peluncuran dan diskusi buku berjudul WAQOF, bertempat di Sekretariat YRBK. Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku dari penulisnya yaitu Dedeh Rohayati, Dosen FKIP Universitas Galuh (UNIGAL) kepada Ketua YRBK Siti Maroah disaksikan puluhan peserta dari sejumlah sekolah, kampus, dan para pegiat literasi masyarakat di Kota Banjar.

Peluncuran dan diskusi buku juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi dan monolog dari para siswa, mahasiswa dan guru yang hadir. Para penampil antara lain: Rikardo Padlika Gumelar dan Refanatha Adialine Athifa Sutadi. Keduanya merupakan siswa berprestasi yang telah memenangkan sejumlah event Lomba Baca Puisi di Kota Banjar dan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Rangkaian acara dipungkas dengan membuat puisi secara kolaboratif, dipandu oleh Yuyus Suptiatna. Semua peserta yang hadir terlibat menyumbangkan kata, masing-masing satu kata dan kemudian terciptalah beberapa puisi hasil rekaan masing-masing peserta dari “arisan kata” itu. Beberapa peserta tampil menyampaikan rekaan puisi masing-masing dan dipungkas dengan pembacaan puisi oleh Yuyus Supriatna. “Waah kalau kegiatan seperti ini dapat kita tradisikan, saya optimis budaya literasi kita akan semakin meningkat,” kata Sofian Munawar yang memandu acara ini seraya memungkas rangkaian acara dengan potong tumpeng bersama. **

 

Link Informasi Terkait:

Safari Literasi di SMKN 1 Banjar: https://www.instagram.com/p/DSV8aGak-qw/

Safari Literasi di SDN 2 Langensari: https://www.instagram.com/p/DSXZYQmDL8T/

Safari Literasi di SDN 3 Banjar: https://www.instagram.com/p/DSTe328EzMT/

Anugerah Pancawaluya: https://www.instagram.com/p/DSYotFoDDzs/

Apresiasi IFL 2025: https://www.instagram.com/p/DRtfrQskfP_/

Peluncuran Buku WAQOF: https://www.instagram.com/p/DSY-wOxkSss/

 

Liputan Berita Media:

Arah Pena: https://www.arahpena.com/berita/77916455119/yrbk-bersama-mitra-gelar-literasi-akhir-tahun-buku-waqof-resmi-diluncurkan

Bandung Pos: https://bandungpos.id/sambut-hari-ibu-2025-yrbk-luncurkan-buku-waqof/

Kabar Priangan: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199881764/hari-ibu-diluncurkan-buku-puisi-waqof-di-markas-yrbk?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

Zona Literasi: https://zonaliterasi.id/yrbk-gandeng-yayasan-kiprah-nusa-global-dan-rumah-literasi-banjar-luncurkan-buku-waqof/

 

Kabar Priangan Edisi Cetak, Selasa 23 Desember 2025

KETIKA LUKA TIDAK LAGI SUNYI: BULLYING DI NEGARA YANG MENGAKU RAMAH

Shannya Meisaskitha, lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 9 Mei 2007, adalah mahasiswa S1 Fakultas Hukum, Program Studi Hukum, Universitas Bangka Belitung. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan kuat pada dunia kreatif dan literasi, yang berkembang menjadi kegemaran menulis cerpen, membaca buku, dan menggambar. Dalam bidang cerpen, Shannya kerap meraih penghargaan hingga ke tingkat nasional, yang mendorongnya terus mengasah kemampuan bercerita. Baginya, menulis adalah cara untuk merekam pengalaman dan dinamika kehidupan, sementara membaca memperkaya sudut pandangnya. Menggambar menjadi pelarian tenang dan bentuk pemulihan diri ketika beban akademik mulai menumpuk. Menempuh studi hukum, Shannya bercita-cita berkontribusi dalam memperjuangkan apa yang adil bagi banyak orang, terutama mereka yang suaranya sering tidak terdengar. Melalui karya dan perjalanan belajarnya, ia berharap dapat memberi manfaat bagi sekitarnya.


Ada ironi yang pelan-pelan berdenyut di negeri yang selalu memanggil dirinya bangsa yang beradab. Seperti yang kita tahu, kita tumbuh dalam budaya yang mencintai sopan santun secara seremonial, namun rupanya diam-diam membiarkan kekerasan bersembunyi di balik candaan yang dipaksakan, hierarki yang diagungkan, juga pergaulan yang mengukur harga diri dari seberapa kuat seseorang menahan luka. Perundungan jarang datang dengan suara keras. Ia kerap merayap dalam bentuk-bentuk yang tak dianggap jahat seperti gurauan yang menusuk, tatapan yang merendahkan, bahkan pengucilan yang dibungkus dengan alasan klasik seperti “kedewasaan”.

Tragedi yang menimpa Timothy Anugerah Saputra, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, adalah cermin yang pecah tepat di hadapan kita. Pecahannya seperti memaksa kita untuk melihat wajah asli sebuah kenyataan yang selama ini kita biarkan suram. Menurut laporan berbagai media nasional, sebelum kematiannya, Timothy diduga mengalami serangkaian penghinaan dan tekanan sosial yang meninggalkan jejak digital. Gelombang kemarahan publik yang muncul kemudian bukan hanya reaksi emosional, tetapi sebuah pengakuan bahwa kita terlambat, berkali-kali terlambat, memahami bahwa bullying bukan sekadar salah langkah pergaulan, melainkan kekerasan yang mampu menghapus sebuah hidup seseorang.

Padahal, hukum telah lama berusaha berbicara. Aturan yang kita miliki bukanlah sekadar teks tanpa jiwa. Ia memuat perlindungan yang, bila kita mau, bisa menjadi pagar tempat manusia berlindung.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE menyatakan dengan tegas, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.”

Meski demikian, hukum kerap hadir ketika semuanya telah kehilangan detak. Pertanyaannya, apakah kita sungguh-sungguh ingin mencegah, atau kita hanya bergerak ketika tragedi menjadi sorotan utama?

Perundungan tumbuh dari tanah sosial yang terlalu lama dibiarkan tandus. Ia disiram oleh budaya yang abai, dibesarkan oleh institusi yang lebih takut pada rusaknya citra ketimbang rusaknya nyawa, dan dijaga oleh kebiasaan yang menertawakan luka orang lain. Saya pernah melihat teman terjerat dalam cemoohan, lukanya tak berbekas di wajah, tetapi menetap di relung hatinya seperti bayangan yang enggan pergi. Kita hidup dalam masyarakat yang menyepelekan kekuatan kata-kata, seolah ucapan yang menusuk tidak mampu menimbulkan memar. Padahal, ada kata-kata yang bekerja seperti duri kecil, tidak tampak, tetapi terus menembus ke dalam

Tanpa perubahan budaya, hukum akan terus menjadi teks yang tak berjiwa. Kita membutuhkan keberanian yang tidak lagi diam di tengah kekerasan yang disamarkan sebagai keakraban. Kita membutuhkan empati yang tidak perlu menunggu duka untuk mengetuk kesadaran. Kita membutuhkan ruang sosial yang tidak lagi memperbolehkan luka-luka seperti ini menyelinap tanpa suara.

Kasus Timothy seharusnya menjadi titik balik. Ia mengingatkan kita bahwa perundungan bukanlah sebuah tradisi, bukanlah bahan candaan, bukanlah bagian dari proses pendewasaan. Ia adalah kekerasan yang merampas masa depan seseorang. Jika tragedi ini tidak menggugah nurani, maka kita sedang menyaksikan bagaimana sebuah bangsa gagal melindungi anaknya sendiri.

Pada akhirnya, melawan budaya bullying bukan hanya tentang menuntut pelaku atau mencari siapa yang salah. Ini tentang keberanian menantang sesuatu yang lebih besar. Cara hidup yang selama ini membuat kita merasa wajar untuk membiarkan seseorang hancur perlahan. Ada kepedihan yang kita pura-pura tidak dengar, ada tangis yang tenggelam di antara tawa yang dipaksakan, dan ada manusia yang kehilangan dirinya, bukan karena satu pukulan, tapi karena seribu kata yang tidak dianggap serius.

Kita terlalu sering meminta korban untuk “sabar”, “dewasa”, atau bahkan “mengerti situasi”, seolah luka batin tidak lebih dari goresan kecil yang bisa hilang dengan waktu. Padahal, ada orang-orang yang bertahan sambil menggenggam hati yang sudah remuk, berharap ada satu saja suara yang berpihak pada mereka. Namun sering kali, yang mereka temukan hanyalah sunyi. Dan sunyi itulah yang membunuh paling pelan.

Institusi yang mestinya menjadi pelindung justru sibuk menjaga nama baik. Teman sebaya yang harusnya menjadi sandaran malah ikut menertawakan. Dan kita, masyarakat yang bangga disebut “ramah”, sering hanya bergerak ketika seseorang sudah terlanjur tiada. Luka Timothy adalah pengingat yang menyakitkan bahwa kita tidak hanya terlambat, tetapi juga lalai. Kita membiarkan seorang anak bangsa berperang sendirian di medan yang tidak seharusnya ia hadapi.

Kalau tragedi seperti ini masih tidak menggugah kita, maka ada sesuatu yang sedang mati dalam diri kita sebagai bangsa. Rasa peka, rasa peduli, rasa manusiawi. Kita tidak butuh lagi semboyan tentang keramahan. Kita butuh keberanian untuk menghentikan kekerasan yang dibungkus sebagai candaan, keakraban, atau “proses pendewasaan.”

Perubahan tidak boleh lagi sekadar wacana. Tidak boleh menunggu korban berikutnya untuk jatuh. Yang kita perlukan kini bukan hanya sekadar penegakan pasal, tetapi penegakan nurani. Sebab bangsa yang sungguh beradab tidak diukur dari seberapa tebal buku hukumnya, melainkan dari seberapa tulus ia menjaga mereka yang paling rentan agar tidak jatuh dalam senyap.***

PARADE PUISI GURU: Wahana Kreasi Jadi Inspirasi

Tema Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 adalah ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’, mengingatkan kembali bahwa guru dan tenaga kependidikan (tendik) adalah ujung tombak dalam membangun generasi penerus bangsa. Dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi mereka bekerja keras untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak Indonesia.

Terkait Bulan Guru Nasional, Kemendikdasmen ingin mengajak segenap pemangku kepentingan untuk memperingati dan merayakan secara bersama-sama dengan cara yang sederhana, bermakna, dan membawa semangat positif bagi pendidikan Indonesia. “Bulan Guru Nasional ini tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum bagi kita semua untuk meneguhkan kembali komitmen kita dalam mendukung dan menghargai profesi guru,” ucap Mendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. pada sambutan Bulan Guru Nasional.

Dalam semangat itulah, Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) Kota Banjar turut mengkhidmati “Bulan Guru Nasional” dengan menggelar Parade Puisi Guru (PPG) sepanjang bulan November, guna mewadahi kreativitas guru-guru dan juga siswa serta mahasiswa dalam berkarya, terutama melalaui karya sastra, yakni melalui kegiatan Parade Puisi Guru (PPG) 2025. Kreasi para partisipan PPG ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lus. Berikut dapat disimak dokumentasi kegiatannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

 

Link berita terkait:

  1. Arah Pena.id

YRBK Gelar Parade Puisi Guru Libatkan 60 Partisipan se-Kota Banjar  Disdikbud Usul Jadi Agenda Tahunan   https://www.arahpena.com/berita/77916331960/yrbk-gelar-parade-puisi-guru-libatkan-60-partisipan-se-kota-banjar-disdikbud-usul-jadi-agenda-tahunan

  1. Kabar Priangan

Kemeriahan Parade Puisi Hari Guru Nasional di Kota Banjar  http://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199831354/kemeriahan-parade-puisi-hari-guru-nasional-di-kota-banjar?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

  1. Pasundan News

Parade Puisi Guru Ramaikan HGN di Kota Banjar: https://pasundannews.com/parade-puisi-guru-2025-ramaikan-bulan-guru-nasional-di-kota-banjar/

  1. Visi News

YRBK Kota Banjar Gelar Parade Puisi Guru Sambut Bulan Guru Nasional – VISI.NEWS

https://visi.news/yrbk-kota-banjar-gelar-parade-puisi-guru-sambut-bulan-guru-nasional/

  1. Zona Literasi

YRBK Gelar PPG di Momentum Bulan Guru Nasional, Kepala Disdikbud: Inspirasi Positif

https://zonaliterasi.id/yrbk-gelar-ppg-di-momen-bulan-guru-nasional-kepala-disdikbud-kota-banjar-inspirasi-positif/

 

Link terkait lainnya:

Instagram Ruang Baca Komunitas

https://www.instagram.com/p/DRDspoHjE8D/

 

Kanal Youtube Ruang Baca Komunitas

 

LITERASI KESEHATAN

Kesehatan merupakan salah satu isu penting dalam kehidupan manusia. Literasi Kesehatan karenanya menjadi hal fundamental untuk dikaji secara serius. Dengan memanfaatkan momentum Hari Kesehaan Nasional (HKN), Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) bersama Dinas Kesehatan Kota Banjar, Klinik PKU Muhammadiyah, STIT Muhammadiyah dan sejumlah pihak lainnya terutama dari komunitas sekolah di Kota Banjar menggelar Seminar Literasi Kesehatan.

Sebagai mana kita mafhum bahwa setiap 12 November pemerintah memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kesehatan masyarakat, baik kesehatan diri, keluarga maupun lingkungan. Peringatan HKN juga bertujuan membangun semangat, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat serta mengajak masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tema HKN tahun ini adalah “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” menjadi momentum tersendiri bagi kawula muda untuk turut berkiprah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Dalam semangat inilag Seminar Literasi Kesehatan yang diproyeksikan bagi kawula muda di Kota Banjar digelar. Berikut dapat disimak dokumentasi kegiatannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Link berita terkait:

  1. Arah Pena.id

Peringati HKN, YRBK Gelar Seminar:

https://www.arahpena.com/berita/77916243517/peringati-hkn-2025-seminar-literasi-kesehatan-digelar-yayasan-ruang-baca-komunitas

  1. Bandung Pos

Ramaikan HKN 2025, Seminar Digelar:

https://bandungpos.id/ramaikan-hkn-2025-digelar-seminar-literasi-kesehatan/

  1. Kabar Priangan

Hari Kesehatan Nasinla Jadi Momentum Penerbitan Buku:

https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199790142/hari-kesehatan-nasional-dijadikan-momentum-penerbitan-buku-terbaru-literasi-budaya-phbs?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

 Zona Literasi

HKN 2025, YRBK dan PKU Muhammadiyah Gelar Seminar Literasi Kesehatan: https://zonaliterasi.id/hkn-2025-yrbk-klinik-pku-muhammadiyah-banjar-gelar-seminar-literasi-kesehatan/

  1. Redaksi Radar TV

Puluhan Pelajar Dilatih Menulis Literasi Kesehatan:

 

 

Link terkait lainnya:

Semangat Literasi Kesehatan: https://www.instagram.com/p/DRBZpFPk9vi/

Generasi Sehat Masa Depan Hebat: https://www.instagram.com/p/DQ62s31E30W/

 

KAWULA MUDA MENATAP INDONESIA: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri

Sinopsis
Buku ini merupakan hasil dari kegiatan Lokakarya Penulisan Kreatif bagi Pegiat Literasi Masyarakat yang dilaksanakan oleh Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) sebagai penerima Bantuan Pemerintah (BanPem) Fasilitasi Program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025 dari Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Buku ini berisi ragam pengalaman dari 32 Penulis yang merupakan para Pegiat Literasi dari berbagai kalangan: pegiat taman bacaan masyarakat, pustakawan desa dan kelurahan, duta baca sekolah, komunitas literasi pesantren, serta komunitas literasi kampus perguruan tinggi dan para pegiat literasi lainnya.

Kata Pengantar
Siti Maroah (Ketua YRBK)

Editor
Pandu Pribadi
Sofian Munawar

Penulis
Ade Irma Rohayani, Adinda Zahra Sofiantima, Aditya Wiguna, Alan Maulana Aldiansyah, Aura Deta Dwianti, Bunga Auliya, Clara Alessia Adinata, Elkhotoun Dzatusy-syawkah, Fahmi Raihan, Hesti Ramadhani Nur Qolbi, Heti Nuridayani, Irfan Muhamad Paujan, Irsyad Al Haq, Isna Nabila, Katherine Fralica, Khoerul Afifah, Kirana Sekar Aulia, Lilis Suryani, Maiza Raihana, M. Raihan Ab. Manan, Priska Amelia, Nabil Anjani Arjuna Putra, Raisa Azzahra, Raisya Aulia Putri, Rara Sekar Andini, Refanatha Adialine Athifa Sutadi, Salwa Tsaniah Mujahidah, Sinta Ma’rifatuz Zakiyah, Syifa Alifa Bilbina, Tiffany Aulia Permana, Tresna Qinthara Assyifa, Tsabita Kirana Azzahra

Disain Sampul dan Rancang Isi
Erwan Supriyono
Septian Muhammad Sofiawan

Penerbit
Yayasan Ruang Baca Komunitas
Jl. Dewi Sartika, Parunglesang RT 03 RW 08 No.299
Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar 46311
Telpon (0265) 2733310
Email: ruangbacakomunitas@gmail.com

 Data Koleksi
QRCBN: 62-1153-1750-972
Cetakan Pertama, Oktober 2025
vii + 136  halaman, 15,5 X 23,5 cm

Ringkasan Visual Buku: https://www.instagram.com/p/DQRHuokDLHy/
Link versi e-book silahkan unduh di sini

LAPORAN SEMINAR PUBLIK DAN PELUNCURAN BUKU: Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat

Mengacu pada Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, No. 3648/I/BS.01.02/2025 Tentang Penetapan Calon Penerima Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025, Ruang Baca Komunitas (RBK) telah ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan Pemerintah (BanPem) Fasilitasi Program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat.

Berdasarkan proposal yang diajukan, kami memiliki dua kegiatan utama dalam fasilitasi program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi kawula muda Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Kedua, Seminar Publik dan Peluncuran hasil dari kegiatan lokakarya. Untuk kegiatan pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi Pegiat Literasi telah terlaksana. Laporannya dapat disimak di sini: https://ruangbacakomunitas.com/peningkatan-kapasitas-pegiat-literasi-masyarakat-kota-banjar-melalui-lokakarya-penulisan-kreatif/

Tulisan ini merupakan laporan kegiatan kami yang kedua, yaitu Seminar Publik dan Peluncuran Buku hasil dari kegiatan lokakarya. Kegiatan ini telah dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun ini: Selasa 28 Oktober 2025 bertempat di Aula STIT Muhammadiyah Banjar. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah dari Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjar, para pustakawan Desa dan Kelurahan serta para pegiat literasi lainnya seperti dari pesantren, sekolah dan kampus perguruan tinggi se-Kota Banjar.

Wakil Ketua STIT Muhammadiyah, Geri Garyadina Mauluddin memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, literasi menjadi hal penting bagi kawula muda baik mahasiswa, siswa maupun para pegiat literasi masyarakat pada umumnya. Senada dengan itu, Sekretaris RBK Ivan Mahendrawanto menjelaskan bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Dijelaskannya bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yakni Lokakarya Penulisan Kreatif Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi.

“Prosesnya cukup panjang, mulai dari penjaringan peserta untuk Lokakarya, kemudian setelah terpilih mereka diikutsertakan dalam lokakarya. Hasil tulisannya kemudian kami edit dan Alhamdulillah dari kegiatan itu kini sudah terhimpun buku antologi pegiat literasi dengan judul Kawula Muda Menatap Indonesia yang hari ini akan diluncurkan dan dibedah dalam seminar publik,” jelas Ivan.

Adapun yang menjadi narasumber seminar adalah: Dr. (HC) Aan Alamsyah, S.Pd., S.T., M.Pd.I (Dosen STIT Muhammadiyah Banjar), Alfi Mauluddin, ST., MM (Direktur Desa Bahasa Banjar) dan Sofian Munawar (Pendiri Ruang Baca Komunitas) serta dipandu moderator Putri Sri Jayanti yang merupakan Guru SMAN 3 Banjar.

Narasumber pertama, Aan Alamsyah menjelaskan tema seputar ekosistem kepenulisan baik di kalangan kampus maupun di kalangan masyarakat umumnya. Berikutnya, Direktur Desa Bahasa Banjar Alfi Mauluddin menuturkan soal kreasi dan inovasi bagi para pegiat literasi terutama dengan mengambil komparasi pada budaya negara-negara maju terutama Jepang, Australia dan Eropa. Sementara itu, Pendiri YRBK Sofian Munawar menyampaikan berbagai pengalaman dunia literasi sembari memprovokasi para kawula muda agar terus berkarya.

Agenda sebelunya, diawali dengan peluncuran buku antologi pegiat literasi yang bejudul Kawula Muda Menatap Indonesia. Buku ini ditulis oleh 32 pegiat literasi dari berbagai kalangan. Terkait dengan buku ini,  Ketua YRBK Siti Maroah menyebutkan bahwa buku ini merupakan terbitan ke-92 yang dihasilkan YRBK bersama komunitas pegiat literasi di Kota Banjar. “Kami tentu bersyukur, berkat dukungan semua pihak, terutama dari Badan Bahasa Kemendikdasmen, buku ini dapat terbit dan diluncurkan sesuai target yang diharapkan, yakni bertepatan pada momentum hari Sumpah Pemuda,” ucapnya.

“Kami berharap, hadirnya buku ini dapat menjadi kado spesial di hari Sumpah Pemuda. Kado dari kawula muda untuk Indonesia dan lebih penting lagi ini dapat menjadi penanda bahwa semangat dan gerakan literasi di Kota Banjar tidak akan pernah pudar,” tambahnya.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pentas kreasi seni dari perwakilan mahasiswa STIT Muhammadiyah Banjar serta penampilan puisi spesial tema Sumpah Pemuda. Puisi refleksi berjudul “Mana Sumpahmu” karya Pendiri RBK, Sofian Munawar dibacakan secara parade oleh Clara Alessia Adinata dan Refanatha Adialine Athifa Sutadi. Keduanya adalah pegiat literasi yang menjadi Juara Lomba Baca Puisi dan Juara Lomba Story Ttelling, serta keduanya juga merupakan Tim Penulis buku Kawula Muda Menatap Indonesia: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri yang merupakan hasil dari kegiatan Lokakarya dari program ini. Acara kemudian dipungkas dengan penyerahan plakat kegiatan dari Ketua YRBK kepada lembaga pendukung serta pembagian buku dan sertifikat kepada para Penulis buku.

Dokumentasi kegiatan dapat disimak pada link berikut:

 

Facebook RBK:

https://web.facebook.com/photo?fbid=2354435885009753&set=pcb.2354437078342967

 

Instagram Ruang Baca Komuitas:

https://www.instagram.com/p/DQbqVYWjLLh/

 

Link Berita Terkait:

 

  1. Arah Pena

Perkuat Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar  RBK Gelar Seminar Publik dan Luncurkan Buku Antologi https://www.arahpena.com/berita/77916159907/perkuat-komunitas-pegiat-literasi-di-kota-banjar-rbk-gelar-seminar-publik-dan-luncurkan-buku-antologi

 

  1. Bandung Pos

RBK Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku Untuk Penguatan Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar – Bandung Pos https://share.google/rrjf7mcQeCCdMmQr5

 

  1. Kabar Priangan

Kado Sumpah Pemuda dari Ruang Baca Komunitas: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199751294/sumpah-pemuda-pegiat-literasi-yrbk-luncurkan-buku-ke-92-kawula-muda-menatap-indonesia?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

 

  1. Redaksi RADAR-TV

Peringati Sumpah Pemuda dengan Karya: https://www.youtube.com/watch?v=0gtlebL49Aw

 

  1. Zona Literasi

RBK Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku: https://zonaliterasi.id/rbk-gelar-seminar-publik-dan-peluncuran-buku-penguatan-komunitas-pegiat-literasi-di-kota-banjar/

 

  1. Tribuna News.co.id:

Tingkatkan Kapasitas Pegiat Literasi, YRBK Kota Banjar Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku | Berita TribuanaNews.co.id https://share.google/mujEVvPOl2XfTYjBQ

 

Dokumentasi Kegiatan Peningkatan Kapasitas Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar 2025

RUANG BACA KOMUNITAS – Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Nomor 3648/I/BS.01.02/2025 Tentang Penetapan Calon Penerima Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025, Ruang Baca Komunitas (RBK) termasuk salah satu penerima bantuan tersebut.

Setelah melalui proses sosialisasi dan pendampingan, dilaksanakan Perjanjian Kerja Sama antara RBK sebagai Pihak Kedua yang diwakili oleh Siti Maroah (Ketua RBK) dengan Abdul Safii sebagai Pihak Pertama sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 9 Agustus 2025. Untuk implementasinya diwakilkan kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

Serah terima berkas Perjanjaian Kerja Sama antara Badan Bahasa dengan Ruang Baca Komunitas melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Kamis 21 Agustus 2025.

Ada dua kegiatan utama yang dilaksanakan RBK dalam fasilitasi program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi kawula muda Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Kedua, Seminar Publik dan Peluncuran hasil dari kegiatan lokakarya sebelumnya.

Untuk kegiatan lokakarya, telah dilaksanakan pada Sabtu 20 September 2025 bertempat di Auditorium SMAN 3 Banjar. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terpilih yang berasal dari berbagai kalangan pegiat literasi seperti dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Pustakawan Desa/Kelurahan, Komunitas Read Aloud Kota Banjar, Duta Baca Siswa, serta Komunitas Literasi Kampus dan Pesantren.

Acara dihadiri Kepala SMAN 3 Banjar Iip Syarif Hidayat, S.P., M.Pd., Lurah Kelurahan Banjar Sukmana, S.I.P. dan Ketua YRBK Siti Maroah, S.Sos yang secara resmi membuka acara ini. Ketua YRBK, Siti Maroah menyebutkan bahwa kegiatan lokakarya ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya literasi sebagai salah satu modal utama dalam pembangunan. Kedua, meningkatkan kapasitas para pegiat literasi masyarakat sehingga memiliki kemampuan dalam menulis cerita kreatif sebagai salah satu modal dalam kegiatan literasi secara berkelanjutan.

Ketua RBK, Siti Maroah (tengah) didampingi Sekretaris RBK Ivan Mahendrawanto (paling kiri) memberikan Plakat Apresiasi Kegiatan kepada Sukmana, S.I.P. (Lurah Kelurahan Banjar) mewakili pemerintahan setempat dan kepada Iip Syarif Hidayat, S.P., M.Pd. (Kepala SMAN 3 Banjar) sebagai pihak yang menyediakan/memberikan fasilitasi tempat kegiatan (sohibul bait).

Acara utama Lokakarya dipandu oleh Ivan Mahendrawanto, Sekretaris RBK dengan menghadirkan 3 orang Narasumber, yaitu: Prawiro Sudirjo, SST Ketua Komunitas Pendidik dan Penulis Jawa Barat (KPPJB). Putri Sri Jayanti, S.Pd. Guru SMAN 3 Banjar yang berprestasi sebagai Guru Inovatif dan Inspiratif Tingkat Nasional serta Sofian Munawar Pendiri YRBK yang juga merupakan tokoh literasi nasional.

Ketua KPPJB Jawa Barat, Prawiro Sudirjo membawakan materi dengan tema “Menulis sebagai Senjata dan Mahkota Pegiat Literasi”. Putri Sri Jayanti menyampaikan materi tentang “Menulis Efektif dan Kreatif” yang merupakan pengalamannya menjadi juara dalam beberapa event kejuaraan lomba menulis tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Sementara Sofian Munawar membawakan materi dengan tema “Menulis Menyunting dan Menerbitkan Tulisan”. Materi yang disampaikan juga berbasis pengalamannya sebagai tokoh literasi nasional penerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpusnas RI sekaligus juga mendapatkan penghargaan sebagai editor paling produktif dari Penerbit Lingkaran Yogyakarta.

Para peserta Lokakarya tampak sangat antusias mengikuti sesi demi sesi. Sejumlah pertanyaan dari para peserta juga turut memperkaya wacana untuk terus digali dan yang tidak kalah penting adalah semuanya diharapkan akan terdokumentasikan dalam naskah hasil Lokakarya untuk agenda kegiatan berikutnya, yakni penerbitan buku serta peluncuran buku yang diagendakan pada acara Seminar Publik sebagai rangkaian agenda berikutnya dari program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi di Kota Banjar. “Semoga dari kegiatan lokakarya ini, bulan depan kami dapat meluncurkan buku RBK edisi yang ke-90 bertepatan dengan agenda Bulan Bahasa yang menjadi puncak acara program ini,” kata Ketua RBK, Siti Maroah.

Para peserta dan narasumber Lokakarya Penulisan Kreatif Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar, Sabtu 20 September 2025 bertempat di Auditorium SMAN 3 Banjar.

 

Dokumentasi kegiatan dapat disimak pada link berikut:

 

Facebook RBK : https://web.facebook.com/100013300930742/videos/pcb.2321114961675179/781996984530092

Instagram Ruang Baca Komuitas:

https://www.instagram.com/p/DPAO9y-DGVw/

Youtube Kanal Ruang Baca Komunitas:

https://www.youtube.com/watch?v=R4x-eK5urCQ&t=36s

 

 

Link Berita Terkait:

  1. Arah Pena

YRBK Gelar Lokakarya Penulisan Kreatif Diikuti 40 Peserta dari Pegiat Literasi  Wali Kota Banjar Apresiasi: https://www.arahpena.com/berita/77915947464/yrbk-gelar-lokakarya-penulisan-kreatif-diikuti-40-peserta-dari-pegiat-literasi-wali-kota-banjar-apresiasi

  1. Bandung Pos

Lokakarya Penulisan Kreatif  untuk Meningkatkan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar   – Bandung Pos:  https://share.google/dRpXupAA89jGHMgA5

  1. Kabar Priangan

Giat Literasi Bukan Sekadar Jargon: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199663953/bukan-sekedar-jargon-peningkatan-kapasitas-pegiat-literasi-masyarakat-di-kota-banjar?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

  1. Redaksi RADAR-TV

YRBK Gelar Lokakarya Penulisan Kreatif di Kota Banjar:

ttps://www.youtube.com/watch?v=Rw4MOB0UtZ8

  1. Zona Literasi

Walikota Apresiasi Lokakarya Penulisan Kreatif di Kota Banjar: https://zonaliterasi.id/walikota-apresiasi-lokakarya-penulisan-kreatif-peningkatan-kapasitas-pegiat-literasi-masyarakat-kota-banjar/

  1. Pikiran Rakyat Edisi Cetak, Senin 22 September 2025

PENINGKATAN KAPASITAS PEGIAT LITERASI MASYARAKAT KOTA BANJAR MELALUI LOKAKARYA PENULISAN KREATIF

Gerakan literasi tentu saja bukanlah sekadar jargon, namun telah menjadi suatu hal fundamental, kecakapan hidup yang sangat diperlukan untuk meraih kemajuan. Tidaklah heran jika para ahli pendidikan mengingatkan kita betapa literasi memiliki urgensi dalam kehidupan. Namun begitu, disadari bahwa gerakan literasi belum begitu menggembirakan sehingga karenanya perlu terus didorong bersama secara kolaboratif.

Gerakan literasi di Kota Banjar Jawa Barat terus menggeliat dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Banjar berada di “papan bawah” dan pada tahun 2024 mengalami kenaikan signifikan menjadi berada di “papan atas”.

Meskipun belum berada pada kondisi paling ideal, namun capaian positif ini tentunya merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi para pihak untuk terus memperkuat atmosfir yang mendukung gerakan literasi secara berkelanjutan.

Meskipun tidak bersifat baku dan mutlak, IPLM dapat menjadi gambaran umum bahwa gerakan literasi seringkali mengalami fluktuasi. Pasang-surut semangat gerakan literasi tentunya akan sangat tergantung pada berbagai aspek, baik dari sisi kebijakan, kondisi budaya baca masyarakat, maupun hal-hal lainnya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Karenanya, kunci utama untuk menjaga soliditas gerakan literasi terletak pada sinergitas dan kolaborasi para pihak untuk secara sadar dan terus menerus melakukan penguatan gerakan literasi secara terintegrasi.

Bantuan Pemerintah Bidang Sastra dan Kebahasaan melalui Fasilitasi dan Pembinaan komunitas Masyarakat melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar Melalui Lokakarya Penulisan Kreatif” diharapkan menjadi media sinergi dan kolaborasi yang mampu menguatkan gerakan literasi di ranah masyarakat. Hal ini secara skematis dapat divisualisasikan pada bagan berikut. Pemerintah melalui Kemendikdasmen dan struktur di bawahnya (Balai Bahasa, Kemendikbud Kabupaten/Kota), Gerakan Literasi Sekolah, berkolaborasi dengan kekuatan Komunitas Literasi Masyarakat, baik itu Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Komunitas Literasi Kampus, para Pegiat Literasi Masyarakat lainnya seperti Pustakawan di tingkat desa/kelurahan serta Komunitas Literasi Pesantren.

 

Tema utama program yang digagas adalah “Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar Melalui Lokakarya Penulisan Kreatif”. Tema ini dijabarkan dalam tiga kegiatan utama. yaitu: (1) Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Kota Banjar melalui Lokakarya Penulisan Kreatif, (2) Penulisan dan Penerbitan Buku Antologi Pegiat Literasi Kota Banjar (Versi e-Book), (3) Seminar Publik Penguatan Literasi Masyarakat dan Peluncuran e-Book Antologi Pegiat Literasi.

Secara skematik, hasil dan dampak program Banpem Komunitas Literasi melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat” ini dapat divisualisasikan dalam diagram berikut:

Secara garis besar tujuan dan manfaat kegiatan yang akan dijalankan adalah sebagai berikut.

  1. Tujuan utama kegiatan
  • Meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya literasi sebagai salah satu modal utama dalam pembangunan.
  • Meningkatkan kapasitas para pegiat literasi masyarakat sehingga memiliki kemampuan dalam menulis cerita kreatif sebagai salah satu modal dalam kegiatan literasi.
  1. Manfaat kegiatan yang akan dijalankan
  • Terbangunnya sinergi dan kebersamaan dalam mendorong gerakan literasi dengan beragam kegiatannya secara berkelanjutan.
  • Meningkatnya kapasitas, kapabelitas, serta wawasan keilmuan para pegiat literasi, terutama dalam penulisan buku sehingga dengan begitu para pegiat literasi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam gerakan literasi secara simultan.

***

 Previous Program:

 

LITERASI MERDEKA YRBK TAHUN 2025

RUANG BACA KOMUNITAS – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 diperingati dengan beragam kegiatan sebagai ekspresi kebahagiaan di berbagai tempat di Indonesia. Ragam lomba yang biasa dilakukan menjelang HUT RI tentunya sudah pasti meramaikan hajatan nasional itu.

Di Kota Banjar, Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) merayakan hari merdeka dengan cara berbeda. Salah satunya dengan menggelar Safari Literasi Merdeka di sejumlah sekolah. Dalam bulan kemerdekaan ini, YRBK mengadakan Safari Literasi Merdeka di sejumlah sekolah, antara lain di SD Negeri 1 Wainginsari, SD Negeri 2 Pataruman, SMPIT Mustika, dan SMK Pasundan 1 Kota Banjar.

 

  1. Safari Literasi di SDN 1 Waringinsari

https://www.instagram.com/p/DNAH7whszYc/

 

  1. Safari Literasi di SDN 2 Pataruman

https://www.instagram.com/p/DNOD-iGsqsv/

 

  1. Safari Literasi di SMPIT Mustika

https://www.instagram.com/p/DNA3lxGTUQw/

 

  1. Safari Literasi di SMK Pasundan 1

https://www.instagram.com/p/DNQeaPjTBXt/

 

Link Berita Terkait:

 

Liputan Bandung Pos

https://bandungpos.id/safari-literasi-merdeka-ala-ruang-baca-komunitas-kota-banjar/

 

Liputan Visi News

https://visi.news/yrbk-gelar-safari-literasi-merdeka-refleksikan-kemerdekaan-lewat-literasi/

 

Liputan Rakyat Priangan

https://www.rakyatpriangan.com/jawa-barat/14315741301/safari-literasi-merdeka-cara-unik-yrbk-rayakan-kemerdekaan-di-kota-banjar

 

Liputan Arah Pena.id

https://www.arahpena.com/berita/77915739438/yrbk-gelar-safari-literasi-merdeka-di-kota-banjar-rayakan-hut-ri-ke-80

 

 

Link Terkait Lainnya:

 

Dirgahayu Indonesia dari RBK

https://www.instagram.com/p/DNhMtZMscWx/

https://www.instagram.com/p/DNapYcwMv9_/

 

Safari Literasi YRBK 2025

 

Beureum Bodas, Pamungkas Literasi Merdeka 2025

 

DOKUMENTASI HARBUKNAS DI RUANG BACA KOMUNITAS

 

RUANG BACA KOMUNITAS – Hari Buku Nasional (HarBukNas) biasa diperingati setiap tanggal 17 Mei sebagai pengingat dan penyemangat pentingnya buku dalam kehidupan. Untuk mengkhidmati HarBukNas Tahun 2025, Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) menggelar rangkaian kegiatan antara lain Parade Puisi Bertema Buku, Penerbitan Buku Buah Tangan Studi Kebangsaan serta Peluncuran Buku sebagai puncak acaranya.

 

Parade Puisi dan Peluncuran Buku diselenggarakan bertepatan dengan HarBukNas Tahun 2025 pada Sabtu, 17 Mei 2025 bertempat di Sekretariat YRBK dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, sejumlah guru dan para siswa pegiat literasi serta Ketua OSIS tingkat SLTP dan SLTA se-Kota Banjar. “Buku sangat penting dalam kehidupan dan akan menjadi pedoman utama dalam meraih kemajuan,” ucap Drs, H. Kaswad, M.Pd.I Kepala Kadisdikbud Kota Banjar dalam sambutannya.

 

Acara utama diisi peluncuran buku berjudul “The Greatest Memories: Buah Tangan Studi Kebangsaan” yang merupakan karya bersama enam orang siswa, yakni: Adinda Zahra Sofiantima, Asti Maulani, Ardian Bagja Gumilang, Ghina Adhwa Syurayya, John E.V. Simanjuntak, dan Neisya Hafidza. Peluncuran ditandai dengan penyerahan buku dari Ketua YRBK Siti Maroah kepada Kepala Disdikbud Kota Banjar, H. Kaswad. Kemudian dilanjutkan penyerahan buku dari Kepala Disdikbud kepada para Penulis. Para penulis juga mempresentasikan sekelumit isi dari buku yang mereka tulis.

 

Acara dimeriahkan dengan penampilan Parade Puisi dari siswa dan guru serta tenaga kependidikan (Tendik) yang memiliki prestasi dalam bidang literasi. Beberapa diantara mereka yang tampil adalah: Akhsan Al Fath (Siswa SDN 1 Banjar), Refanatha Adialine Sutadi (SMPN 1 Banjar), Reni Rahmawati (Tendi SMPN 10 Banjar) serta Ayu Nurfauziah dan Anengsih (Guru SMPN 7 Banjar).   Para Ketua OSIS tingkat SLTP dan SLTA se-Kota Banjar juga turut memeriahkan acara ini dengan sharing informasi, memberikan usulan dan masukan sehubungan dengan kegiatan literasi di Kota Banjar.

 

Berita Terkait

 

Liputan Berita Kabar Priangan:

https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/kabar-priangan/pr-1489339570/peringati-hari-buku-nasional-yrbk-luncurkan-buku-karya-6-siswa-sman-1-banjar#google_vignette

 

Liputan Berita Kabar Banjar.com

https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199341159/buah-tangan-studi-kebangsaan-hari-buku-nasional-tahun-2025-di-yrbk-kota-banjar

 

Liputan Berita Zona Literasi.id:

https://zonaliterasi.id/hari-buku-nasional-tahun-2025-yrbk-luncurkan-buah-tangan-studi-kebangsaan/

 

Liputan Berita Arah Pena dot.com:

https://www.arahpena.com/pendidikan/77915175261/6-siswa-kota-banjar-luncurkan-buku-kolaborasi-di-hari-buku-nasional-2025?page=2

 

Liputan Berita Jabar Ekspres:

https://jabarekspres.com/berita/2025/05/18/yrbk-luncurkan-buku-studi-kebangsaan-pada-harbuknas-2025/

 

Dokumentasi Harbuknas di Ruang Baca Komunitas:

 

 

 

 

 

 

Scroll to Top