ruang baca komunitas

URGENSI LITERASI MENDORONG BANJAR MASAGI

Sofian Munawar

Founder Yayasan Ruang Baca Komunitas

Dalam momentum ulang tahun kota, saya lebih memilih istilah “mengkhidmati” ketimbang merayakan. Namun, apa pun istilahnya, mengkhidmati ataupun merayakan hari jadi sebuah kota setidaknya memiliki enam kepentingan utama. Pertama, menghormati sejarah. Perayaan ulang tahun merupakan upaya untuk menghormati hari jadi kota dan mengenang sejarah berdirinya kota. Kedua, meningkatkan kebanggaan. Perayaan ini dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kota tercinta. Ketiga, mempromosikan pariwisata. Perayaan hari jadi kota juga dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan kota sebagai destinasi wisata, sehingga berimplikasi meningkatkan ekonomi lokal. Kelima, sebagai media hiburan warga. Perayaan hari jadi kota dapat menghibur masyarakat dengan berbagai acara dan kegiatan. Keenam, meningkatkan kesadaran masyarakat. Perayaan hari jadi kota dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota.

Meskipun disebutkan paling akhir, point keenam tersebut menurut saya lebih penting dan reflektif. Dalam konteks Kota Banjar, perayaan hari ulang tahun kota dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan panjangnya. Hari jadi Kota Banjar adalah momen yang tepat untuk merefleksikan perjalanan kota ini dari masa ke masa. Apa yang telah dicapai? Apa yang masih perlu diperbaiki? Bagaimana kita dapat membuat Kota Banjar menjadi lebih baik? Beberapa pertanyaan lainnya dapat kita ajukan sebagai bahan renungan. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Apa tantangan terbesar yang dihadapi Kota Banjar saat ini? Bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat? Apa peran kita dalam membangun Kota Banjar? Dengan merefleksikan pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat menemukan inspirasi dan motivasi untuk membuat Kota Banjar menjadi lebih baik di masa depan.

Bangga pada Kota Tercinta

Pertanyaan pertama dapat kita deskripsikan sekaligus mencoba menginventarisir alternatif jawabannya. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Harus disadari bahwa Kota Banjar memiliki banyak rapa hal yang dapat membuat kita bangga. Kita dapat mendeskripsikannya mulai dari aspek budaya dan tradisi yang dimiliki, sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisata di dalamnya, maupun potensi sosial-kultural dan sejarah.

Dari aspek sosial-kultural, Kota Banjar memiliki potensi sosial budaya yang kaya. Letak geografis yang strategis perlintasan Sunda dan Jawa menjadikan Kota Banjar sebagai perlintasan budaya sehingga memiliki pengaruh budaya Sunda dan Jawa yang unik. Dari sini bukan saja lahir ragam pertunjukan budaya seperti tari-tari tradisional yang khas, tapi juga produk-produk kerajinan rumahan, seperti ragam anyaman bambo, kerajinan kayu, kampung angklung, batik tarum, serta ragam kuliner yang sering dipamerkan dalam kegiatan fetival budaya dan pesta rakyat. Dengan potensi sosial-kultural yang kaya, Kota Banjar dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan.

Demikian halnya dari aspek sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisa yang ada di dalamnya. Dari lokasi tertinggi di Puncak Pagarbatu, Batulawang Pataruman hingga lokasi terendah di seputaran sungai Citanduy, Kota Banjar menawarkan bentangan alam yang indah. Hamparan sawah di Pasirleutik nan cantik menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dan mempesona. Sawah-sawah yang hijau dan terhampar luas, dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau, menciptakan suasana yang sangat damai dan tenang. Sementara dari Bukit Pejamben kita dapat menikmati pemandangan Kota Banjar yang terbentang luas, dengan sawah-sawah hijau dan bukit-bukit yang mengelilingi. Bukit Pejamben juga populer sebagai spot fotografi, terutama saat sunrise atau sunset.

Masih banyak tempat lainnya yang menawarkan keindahan Kota Banjar. Ada Situ Leutik, danau indah yang berada dekat pusat kota. Ada Curug Panganten, Edu Wisata Kampung Domba, Bukit Jambu, Bendungan Wadas Lintang, Tebing Tambang Batu Mandalare, dan masih banyak lagi yang lainnya.[1] Selain itu, ada juga destinasi wisata sejarah seperti Situs Banjarkolot, Makam Arya Kemuning, Situs Singaperbangsa, dan situs Kokoplak, sebuah situs sejarah yang memiliki peran penting dalam memberikan bukti tentang keberadaan penyebaran Islam pada masa kesultanan Mataram. Lokasi situs Kokoplak berada di Dusun Pananjung, Desa Sinar Tanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. [2]

Walhasil, dari sisi potensi alam, sejarah, sosial-budaua, pariwisata, dan berbagai aspek lainnya menunjukkan bahwa Kota Banjar memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kota Banjar memiliki banyak hal yang dapat menjadi modal sekaligus menjadi sumber kebanggaan bagi warganya.

 Tantangan Terbesar Kota Banjar

Meskipun Kota Banjar memiliki beragam potensi, namun kita juga tidak bisa menutup mata akan adanya ragam persoalan yang menjadi kendala. Dari berbagai pemberitaan di media massa dan temuan lapangan yang dilansir berbagai pihak tampak pula bahwa Kota Banjar menghadapi beberapa tantangan besar. Setidaknya, ada lima tantangan utama yang masih menjadi persoalan krusial di Kota Banjar saat ini, yaitu:

– Aspek Pendidikan: Angka partisipasi sekolah (APS) untuk usia 16-18 tahun menurun menjadi 67,98% pada 2024, dan hanya 8,85% untuk kelompok usia 7-18 tahun. Banyak anak tidak sekolah, dan kualitas pendidikan masih rendah. [3]

– Aspek Ekonomi: Tingkat kemiskinan masih tinggi, yaitu 5,35% atau sekitar 11,2 ribu jiwa dari total penduduk 209,1 ribu jiwa. PDRB per kapita hanya sekitar Rp26,4 juta, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat.

– Kendala Infrastruktur: Fasilitas kesehatan dan tenaga medis masih kurang, dan banyak Puskesmas yang kekurangan dokter dan perawat.

– Tingginya ketergantungan pada dana pusat: Lebih dari 70% APBD Banjar masih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). [4]

– Korupsi dan birokrasi: Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) masih marak terjadi, menghambat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebaik dan sebesar apa pun modal dasar pembangunan yang dimiliki tentu tidak akan mampu berjalan secara optimal manakala kita tidak mampu menghdapi kendala dan persoalan yang mengganjal. Karena itu, lima tantangan ini perlu segera diatasi dengan beragam program yang dapat menjawab personal itu sehingga pada gilirannya kita mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuat Kota Banjar lebih maju ke depannya.

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Hidup di Kota Banjar?

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar memerlukan upaya bersama dan strategi yang tepat. Setidaknya, ada lima cara yang dapat dilakukan. Pertama, meningkatkan akses Pendidikan. Pastikan semua anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas, termasuk pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Kedua, meningkatkan ekonomi lokal. Dukung UMKM dan industri kreatif, serta meningkatkan infrastruktur ekonomi seperti jalan dan pasar.

Ketiga, meningkatkan Kesehatan. Perkuat fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Keempat, mningkatkan partisipasi masyarakat: libatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pembangunan kota. Kelima, meningkatkan infrastruktur. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus segera melakukan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan sanitasi.

Selain berfokus pada menuntasan masalah, secara bersamaan kita juga dituntut untuk terus mengembangkan ide dan gagasan untuk memajukan Kota Banjar. Menurut hemat saya, hal ini dapat dimulai dari beberapa hal, antara lain melalui lima agenda berikut. Pertama. mengembangkan sektor pariwisata, terutama pariwisata alam. Kembangkan wisata alam seperti Bukit Jambu, Mandalare, dan Situs Kokoplak. Perluasan akses, promosi, dan fasilitas wisata sehingga mampu meningkatkan kunjungan.

Kedua, promosi massif kuliner lokal. Promosikan kuliner khas Banjar, seperti nasi tutug oncom atau lele goreng, untuk menarik wisatawan. Ketga, merancang Festival Budaya secara terprogram. Adakan festival budaya yang menampilkan kesenian dan tradisi lokal untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat sekaligus menarik kunjungan para wisatawan. Keempat, penguatan ekonomi kreatif: Dukung UMKM lokal dengan pelatihan dan promosi produk-produk kreatif, seperti kerajinan tangan atau makanan olahan.

Kelima, mempromosikan infrastruktur hijau. Kembangkan ruang terbuka hijau dan taman kota untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa ide untuk pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat dimplementasikan melalui:

– Taman Kota: Membangun taman kota yang luas dan hijau untuk meningkatkan kualitas udara dan ruang rekreasi masyarakat.

– Jalur Hijau: Membangun jalur hijau di sepanjang jalan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan keindahan kota.

– Kebun Komunitas: Membangun kebun komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan dan memberikan akses ke makanan segar.

– Sistem Pengelolaan Air Hujan: Membangun sistem pengelolaan air hujan untuk mengurangi banjir dan meningkatkan ketersediaan air.

Pengembangan infrastruktur hijau ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan proyek yang berorientasi pada upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar. Dengan perencanaan yang baik, pengelolaan yang efektif, dan partisipasi masyarakat yang aktif, Kota Banjar dapat menjadi kota yang maju dan sejahtera.

Literasi Mendorong Banjar MASAGI

Kota Banjar memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang maju. Dengan sumber daya alam yang kaya, lokasi strategis, dan semangat masyarakat yang kuat, Kota Banjar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi kota yang ideal sesuai tgline yang kini bayak dipakai, MASAGI: Mandiri, Adil, Sejahtera, Agamis, Guyub, dan Inovatif. Dalam konteks ini juga semangat literasi dapat menjadi salah satu modalnya.

Literasi sangat penting dalam mendorong pencapaian Banjar MASAGI karena dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempromosikan inovasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan literasi, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks Banjar MASAGI, literasi dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Selain itu, literasi juga dapat mempromosikan inovasi dan kreativitas, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja.

Oleh karena itu, upaya meningkatkan literasi masyarakat harus menjadi prioritas dalam mencapai Banjar MASAGI. Ini dapat dilakukan melalui program-program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi. Beberapa contoh program dan kegiatan literasi masyarakat yang dapat menunjang tercapainya Banjar MASAGI antara lain:

– Lokakarya Penulisan Kreatif: Meningkatkan kapasitas pegiat literasi masyarakat melalui lokakarya penulisan kreatif, yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis dan kreativitas masyarakat.

– Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunitas: Memberdayakan masyarakat melalui kelompok baca dan diskusi, yang dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat.

– Literasi Digital: Meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat, terutama generasi muda, melalui pelatihan penggunaan perangkat lunak, pemrograman dasar, dan keamanan internet.

– Kelompok Baca dan Diskusi: Membentuk kelompok baca dan diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mengemukakan pendapat masyarakat.

– Penerbitan Buku Antologi: Menerbitkan buku antologi yang berisi karya-karya tulis masyarakat, yang dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap situasi dan kondisi kotanya.

Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju tatanan kehidupan ideal yang diharapkan.

Semangat bersama untuk mengupayakan ikhtiar terbaik ini seperti disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Banjar, H Erman Hendraman. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya tergantung kepada pemerintah dan sektor dunia usaha, tapi idealnya juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam semangat inilah urun-rembug publik yang terdokumentasi dalam buku ini menjadi sesuatu yang urgen sekaligus strategis. Kita berharap, segala impian, harapan, gagasan dan hal-hal baik lainnya dapat terwadahi, menjadi amunisi untuk mewujudkan idealisme bersama: Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa!

 


Sofian Munawar adalah pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK). Setelah lulus dari Fakultas Sastra UGM, melanjutkan studi Magister Ilmu Politik dengan konsentrasi studi “Politik Demokrasi dan HAM”, kerja sama Fisipol UGM-UiO Norwegia. Meraih puluhan penghargaan dari berbagai sayembara penulisan tingkat nasional. Ratusan artikel, esai, dan karya tulisnya dimuat di sejumlah media, blog sosial media, serta puluhan buku. Terpilih menjadi salah satu Penulis Terbaik pada Program Inkubator Literasi Pustaka Nasional (2020), dan menerima penghargaan “Editor Paling Produktif” dari Penerbit Lingkaran Yogyakarta (2021). Pada 2022 ditetapkan sebagai penerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

 

 

[1] Deskripsi destinasi wisata Kota banjar antara lain dapat dismak pada link situs berikut: https://bukamata.id/10-tempat-wisata-kota-banjar-paling-populer-yang-wajib-dikunjungi/

[2] Deskripsi lebih lengkap mengenai sejarah dan peninggalan budaya, ragam situs serta “Cerita Rakyat Kota Banjar” lainnya dapat disimak pada link: https://ruangbacakomunitas.com/wp-content/uploads/2024/10/E-BOOK-CERITA-RAKYAT-KOTA-BANJAR.pdf

[3] Sumber: https://data.goodstats.id/statistic/angka-partisipasi-sekolah-di-indonesia-2024-tren-dan-tantangan-2W28Y

[4] Simak:  https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/tkdd?tahun=2024&provinsi=10&pemda=25

URGENSI LITERASI MENDORONG BANJAR MASAGI Read More »

BERTEPATAN MOMENTUM HGN 2026 BUKU LITERASI KESEHATAN DILUNCURKAN

Sebagaimana kita mafhum bahwa penetapan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dimulai pada tahun 1964, tepatnya pada tanggal 12 November 1964. Penetapan waktu ini dipilih mengingat keberhasilan Indonesia saat itu dalam memberantas wabah malaria melalui Program Pemberantasan Malaria Nasional (PMN). Momen ini menjadi tonggak sejarah dan komitmen bangsa untuk membangun kesehatan masyarakat, dengan peringatan pertama HKN dilakukan pada 12 November 1964.

Kini setiap tanggal 12 November pemerintah selalu memperingati HKN sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, baik kesehatan diri, keluarga maupun lingkungan. Peringatan HKN juga bertujuan membangun semangat, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat serta mengajak masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tema HKN pada tahun 2025 saat kami menyelenggarakan seminar tersebut adalah “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” menjadi momentum tersendiri bagi kawula muda untuk turut berkiprah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Dalam semangat ini, kami dari YRBK bersama para pihak berupaya mendorong kawula muda di Kota Banjar agar senantiasa memiliki kesadaran akan pentingnya literasi kesehatan.

Qodarulloh, tepat dua bulan setelah acara seminar tersebut, kini naskah buku hasil tulisan para peserta seminar mewujud menjadi “dokumentasi serius” yang siap diluncurkan pada momen yang juga sangat tepat yakni pada Hari Gizi Nasional (HGN) yang secara resmi ditetapkan dan diperingati pemerintah pada setiap tanggal 25 Januari.

Penyambutan Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2026 menorehkan rekor MURI.  Pelaksanaan kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan yang digagas PERSAGI dan Dinas Kesehatan ini tercatat sebagai kegiatan yang luar biasa sehingga menorehkan prestasi dan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia atau MURI sebagai salah satu kegiatan spektakuler.

Seperti dilansir DPP PERSAGI yang melaporkan bahwa kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan ini diikuti oleh ribuan sekolah se-Indonesia secara serenpak dan tercatat diikuti oleh lebih dari 55.000 siswa secara nasional dari Aceh hingga Papua. Ketua Umum DPP PERSAGI Doddy Izwardy mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 9.300 tenaga edukator gizi, lebih dari 55 ribu peserta didik, serta sekitar 18 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

“Tujuan kita hari ini, pertama insyaallah mendapatkan rekor MURI karena melakukan edukasi gizi serentak dan besar. Tapi yang paling penting, ini adalah bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas gizi bangsa,” pungkasnya.

HGN di Kota Banjar

Kota Banjar juga menjadi salah satu titik pelaksanaan penyambutan Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke-66 tahun ini yang diprakarsai PERSAGI Kota Banjar dan Dinas Kesehatan Kota Banjar. Di Kota Banjar, Jawa Barat kegiatan ini dipusatkan di SMK Negeri 2 Banjar.

“Saya mewakili lembaga merasa bangga dan mengucapkan terima terima kasih karena sekolah kami, SMKN 2 Banjar dipilih sebagai lokasi kegiatan gebyar HGN tingkat Kota Banjar. Ini tentu saja menjadi sebuah kehormatan dan kebanggan bagi kami warga SMKN 2 Banjar,” kata Kepala SMKN 2 Banjar Dra. Hj. Nunung Erni Nuraeni, M.M., Pd. dalam sambutan pembukanya.  

Selain Kepala SMKN 2 Banjar, sambutan juga disampaikan Ketua PERSAGI Kota Banjar Galih Permana Putra, SKM dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifuddin, A.Ks., M.Kes. Ketua PERSAGI Kota Banjar dan Kepala Dinas Kesehatan mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan bukan saja menjadi siswa yang pintar, tapi juga sehat sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun di tingkat global.

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum penting dan memberikan dukungan dalam pencapaian masa depan kita, terutama para kawula muda sebagai generasi penerus, untuk menuju Generasi Emas di Tahun 2045,” kata H. Saifuddin, A.Ks., M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar.

Kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan yang dilaksanakan secara nasional ini untuk di Kota Banjar ada nilai tambahnya yaitu dengan diluncurkannya buku “Antologi Literasi Kesehatan Versi GenZi”. Buku ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) bersama Dinas Kesehatan Kota Banjar dan Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Kota Banjar.

Buku Literasi Kesehatan Diluncurkan

Buku “Antologi Literasi Kesehatan Versi GenZi” ditulis oleh para siswa terpilih dari tingkat SLTA se-Kota Banjar. Ada 15 Penulis terpih yaitu: Adinda Zahra Sofiantima, Azka Khoerunnisa, Doni Rayhan Nugraha, Ilham Sahrul, Isna Nabila, Luzaena Farah Jamila, Nara Agustin, Putri Nazjla Nataneila, Raisya Aulia Putri, Rara Sekar Andini, Rina Kustianingsih, Risma Wati, Rizki Zian Nurfalah, Siti Nurrohmah, Wiedya Natalya Az Zahra serta Ivan Mahendrawanto, Putri Sri Jayanti dan Sofian Munawar sebagai Tim Editor.

“Buku ini menjadi bukti dan penanda penting bahwa kawula muda memiliki kepedulian soal isu kesehatan dan lebih dari itu mereka diharapkan dapat menjadi motor utama yang mendorong masyarakat menjadi literat, memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan sebagai salah satu modal dasar pembangunan,” pungkas Sofian Munawar, editor buku yang juga Founder Ruang Baca Komunitas.***

Link berita terkait:

  1. Arah Pena.id

Hari Gizi Nasional 2026 Pecahkan Rekor MURI  Kota Banjar Luncurkan Buku Karya Siswa Gen Z https://www.arahpena.com/berita/77916600780/hari-gizi-nasional-2026-pecahkan-rekor-muri-kota-banjar-luncurkan-buku-karya-siswa-gen-z

  1. Bandung Pos

Di Hari Gizi Nasional-2026, Buku Literasi Kesehatan Diluncurkan – Bandung Pos https://share.google/hJ07XD0gyS5oPNyoq

  1. Zona Literasi

Sambut HGN YRBK Kolaborasi dengan Para Pihak Luncurkan Buku:

https://zonaliterasi.id/sambut-hgn-2026-yrbk-dinkes-dan-asklin-kota-banjar-kolaborasi-luncurkan-buku-literasi-kesehatan/

  1. Kabar Priangan Cetak, Edisi 23 Januari 2026

Link terkait lainnya:

Sambut HGN, Buku Meluncur, https://www.instagram.com/p/DTwk_f1jGYg/

Headline News: https://www.instagram.com/p/DT2RPC2EdEh/

BERTEPATAN MOMENTUM HGN 2026 BUKU LITERASI KESEHATAN DILUNCURKAN Read More »

CATATAN LITERASI AKHIR TAHUN YRBK GELAR BERBAGAI KEGIATAN

Sepanjang bulan Desember 2025 Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) menggelar sejumlah kegiatan sebagai agenda penutup akhir tahun. Kegiatan diawali dengan Safari Literasi ke beberapa sekolah, diantaranya ke SMKN 1 Banjar, SDN 2 Langensari, dan SDN 3 Banjar.

Di SMKN 1 Banjar Safari Literasi dimotori Komunitas Remaja Pustaka (KRP) kumpulan siswa pegiat literasi SMKN 1 Banjar yang dibina Kepala Perpustakaan SMKN 1 Banjar, Aang S. Faizar. Kegiatan Safari Literasi juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi oleh guru dan siswa serta testimoni dari Duta Baca Kota Banjar serta motivasi literasi dari Pendiri YRBK Sofian Munawar. Acara dipungkas dengan penyerahan Pigam Penghargaan dari YRBK untuk SMKN 1 Banjar yang diserahkan oleh Sekretaris YRBK Ivan Mahendrawanto diterima oleh Susi Rusmiati, mewakili Kepala SMKN 1 Banjar.

Di SDN 2 Langensari Safari Literasi YRBK juga berkolaborasi dengan Duta Baca Kota Banjar. Acara diwali dengan Redathon yang dipimpin salah satu guru senior Anisah Darajati. “Kami sudah biasa melaksanakan kegiatan redathon setiap hari Rabu,” ujar Elis Rohmawati, Kepala UPTD SDN 2 Langensari. Acara Safari Literasi dipungkas penyerahan hadiah buku dari Pendiri YRBK Sofian Munawar untuk SDN 2 Langensari.

Sementara di SDN 3 Banjar Safari Literasi YRBK secara khusus dimaksudkan untuk menyampaikan apresiasi dimana pada agenda kegiatan literasi sebelumnya, SDN 3 Banjar merupakan sekolah dengan tingkat partisipasi tertinggi dalam kegiatan Parade Puisi Guru (PPG) yang digelar YRBK. “Selamat untuk SDN 3 Banjar, guru-gurunya yang semangat telah melahirkan para siswa juara,” ucap Sofian. Acara dipungkas dengan penyerahan Piagam Penghargaan dari YRBK untuk UPTD SDN 3 Banjar.

Kegiatan berikutnya yang menjadi penanda agenda literasi akhir tahun adalah sharing session yang disampaikan salah satu pegiat literasi RBK, Adinda Zahra Sofiantima. Adinda berbagi cerita pengalamannya sebagai delegasi International Future Leader (IFL) 2025 di Singapura dan Malaysia. “Pengalaman ini bukan saja menarik tapi juga memberikan saya insight betapa pentingnya literasi untuk menyiapkan dan menyongsong masa depan. Semoga pengalaman kecil ini juga dapat memberikan inspirasi untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Adinda yang juga meraih Anugerah Gapura Pancawaluya untuk kategori siswa.

Sementara itu, Guru SMAN 3 Banjar yang juga Pengurus YRBK Putri Sri Jayanti mendapatkan Anugerah Gapura Pancawaluya untuk kategori Tendik. Sebelumnya, Putri Sri Jayanti juga mendapatkan kesempatan untuk melancong ke Thailand atas prestasi yang diraihnya sebagai Exellence in Innovative Teaching. “Alhamdulillah ini kado akhir tahun yang sangat indah buat pegiat literasi dan juga buat RBK,” kata Siti Maroah, Ketua YRBK.

Puncak acara akhir tahun yang menjadi pamungkas kegiatan literasi 2025 ditandai dengan peluncuran dan diskusi buku berjudul WAQOF, bertempat di Sekretariat YRBK. Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku dari penulisnya yaitu Dedeh Rohayati, Dosen FKIP Universitas Galuh (UNIGAL) kepada Ketua YRBK Siti Maroah disaksikan puluhan peserta dari sejumlah sekolah, kampus, dan para pegiat literasi masyarakat di Kota Banjar.

Peluncuran dan diskusi buku juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi dan monolog dari para siswa, mahasiswa dan guru yang hadir. Para penampil antara lain: Rikardo Padlika Gumelar dan Refanatha Adialine Athifa Sutadi. Keduanya merupakan siswa berprestasi yang telah memenangkan sejumlah event Lomba Baca Puisi di Kota Banjar dan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Rangkaian acara dipungkas dengan membuat puisi secara kolaboratif, dipandu oleh Yuyus Suptiatna. Semua peserta yang hadir terlibat menyumbangkan kata, masing-masing satu kata dan kemudian terciptalah beberapa puisi hasil rekaan masing-masing peserta dari “arisan kata” itu. Beberapa peserta tampil menyampaikan rekaan puisi masing-masing dan dipungkas dengan pembacaan puisi oleh Yuyus Supriatna. “Waah kalau kegiatan seperti ini dapat kita tradisikan, saya optimis budaya literasi kita akan semakin meningkat,” kata Sofian Munawar yang memandu acara ini seraya memungkas rangkaian acara dengan potong tumpeng bersama. **

 

Link Informasi Terkait:

Safari Literasi di SMKN 1 Banjar: https://www.instagram.com/p/DSV8aGak-qw/

Safari Literasi di SDN 2 Langensari: https://www.instagram.com/p/DSXZYQmDL8T/

Safari Literasi di SDN 3 Banjar: https://www.instagram.com/p/DSTe328EzMT/

Anugerah Pancawaluya: https://www.instagram.com/p/DSYotFoDDzs/

Apresiasi IFL 2025: https://www.instagram.com/p/DRtfrQskfP_/

Peluncuran Buku WAQOF: https://www.instagram.com/p/DSY-wOxkSss/

 

Liputan Berita Media:

Arah Pena: https://www.arahpena.com/berita/77916455119/yrbk-bersama-mitra-gelar-literasi-akhir-tahun-buku-waqof-resmi-diluncurkan

Bandung Pos: https://bandungpos.id/sambut-hari-ibu-2025-yrbk-luncurkan-buku-waqof/

Kabar Priangan: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199881764/hari-ibu-diluncurkan-buku-puisi-waqof-di-markas-yrbk?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

Zona Literasi: https://zonaliterasi.id/yrbk-gandeng-yayasan-kiprah-nusa-global-dan-rumah-literasi-banjar-luncurkan-buku-waqof/

 

Kabar Priangan Edisi Cetak, Selasa 23 Desember 2025

CATATAN LITERASI AKHIR TAHUN YRBK GELAR BERBAGAI KEGIATAN Read More »

KETIKA LUKA TIDAK LAGI SUNYI: BULLYING DI NEGARA YANG MENGAKU RAMAH

Shannya Meisaskitha, lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 9 Mei 2007, adalah mahasiswa S1 Fakultas Hukum, Program Studi Hukum, Universitas Bangka Belitung. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan kuat pada dunia kreatif dan literasi, yang berkembang menjadi kegemaran menulis cerpen, membaca buku, dan menggambar. Dalam bidang cerpen, Shannya kerap meraih penghargaan hingga ke tingkat nasional, yang mendorongnya terus mengasah kemampuan bercerita. Baginya, menulis adalah cara untuk merekam pengalaman dan dinamika kehidupan, sementara membaca memperkaya sudut pandangnya. Menggambar menjadi pelarian tenang dan bentuk pemulihan diri ketika beban akademik mulai menumpuk. Menempuh studi hukum, Shannya bercita-cita berkontribusi dalam memperjuangkan apa yang adil bagi banyak orang, terutama mereka yang suaranya sering tidak terdengar. Melalui karya dan perjalanan belajarnya, ia berharap dapat memberi manfaat bagi sekitarnya.


Ada ironi yang pelan-pelan berdenyut di negeri yang selalu memanggil dirinya bangsa yang beradab. Seperti yang kita tahu, kita tumbuh dalam budaya yang mencintai sopan santun secara seremonial, namun rupanya diam-diam membiarkan kekerasan bersembunyi di balik candaan yang dipaksakan, hierarki yang diagungkan, juga pergaulan yang mengukur harga diri dari seberapa kuat seseorang menahan luka. Perundungan jarang datang dengan suara keras. Ia kerap merayap dalam bentuk-bentuk yang tak dianggap jahat seperti gurauan yang menusuk, tatapan yang merendahkan, bahkan pengucilan yang dibungkus dengan alasan klasik seperti “kedewasaan”.

Tragedi yang menimpa Timothy Anugerah Saputra, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, adalah cermin yang pecah tepat di hadapan kita. Pecahannya seperti memaksa kita untuk melihat wajah asli sebuah kenyataan yang selama ini kita biarkan suram. Menurut laporan berbagai media nasional, sebelum kematiannya, Timothy diduga mengalami serangkaian penghinaan dan tekanan sosial yang meninggalkan jejak digital. Gelombang kemarahan publik yang muncul kemudian bukan hanya reaksi emosional, tetapi sebuah pengakuan bahwa kita terlambat, berkali-kali terlambat, memahami bahwa bullying bukan sekadar salah langkah pergaulan, melainkan kekerasan yang mampu menghapus sebuah hidup seseorang.

Padahal, hukum telah lama berusaha berbicara. Aturan yang kita miliki bukanlah sekadar teks tanpa jiwa. Ia memuat perlindungan yang, bila kita mau, bisa menjadi pagar tempat manusia berlindung.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE menyatakan dengan tegas, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.”

Meski demikian, hukum kerap hadir ketika semuanya telah kehilangan detak. Pertanyaannya, apakah kita sungguh-sungguh ingin mencegah, atau kita hanya bergerak ketika tragedi menjadi sorotan utama?

Perundungan tumbuh dari tanah sosial yang terlalu lama dibiarkan tandus. Ia disiram oleh budaya yang abai, dibesarkan oleh institusi yang lebih takut pada rusaknya citra ketimbang rusaknya nyawa, dan dijaga oleh kebiasaan yang menertawakan luka orang lain. Saya pernah melihat teman terjerat dalam cemoohan, lukanya tak berbekas di wajah, tetapi menetap di relung hatinya seperti bayangan yang enggan pergi. Kita hidup dalam masyarakat yang menyepelekan kekuatan kata-kata, seolah ucapan yang menusuk tidak mampu menimbulkan memar. Padahal, ada kata-kata yang bekerja seperti duri kecil, tidak tampak, tetapi terus menembus ke dalam

Tanpa perubahan budaya, hukum akan terus menjadi teks yang tak berjiwa. Kita membutuhkan keberanian yang tidak lagi diam di tengah kekerasan yang disamarkan sebagai keakraban. Kita membutuhkan empati yang tidak perlu menunggu duka untuk mengetuk kesadaran. Kita membutuhkan ruang sosial yang tidak lagi memperbolehkan luka-luka seperti ini menyelinap tanpa suara.

Kasus Timothy seharusnya menjadi titik balik. Ia mengingatkan kita bahwa perundungan bukanlah sebuah tradisi, bukanlah bahan candaan, bukanlah bagian dari proses pendewasaan. Ia adalah kekerasan yang merampas masa depan seseorang. Jika tragedi ini tidak menggugah nurani, maka kita sedang menyaksikan bagaimana sebuah bangsa gagal melindungi anaknya sendiri.

Pada akhirnya, melawan budaya bullying bukan hanya tentang menuntut pelaku atau mencari siapa yang salah. Ini tentang keberanian menantang sesuatu yang lebih besar. Cara hidup yang selama ini membuat kita merasa wajar untuk membiarkan seseorang hancur perlahan. Ada kepedihan yang kita pura-pura tidak dengar, ada tangis yang tenggelam di antara tawa yang dipaksakan, dan ada manusia yang kehilangan dirinya, bukan karena satu pukulan, tapi karena seribu kata yang tidak dianggap serius.

Kita terlalu sering meminta korban untuk “sabar”, “dewasa”, atau bahkan “mengerti situasi”, seolah luka batin tidak lebih dari goresan kecil yang bisa hilang dengan waktu. Padahal, ada orang-orang yang bertahan sambil menggenggam hati yang sudah remuk, berharap ada satu saja suara yang berpihak pada mereka. Namun sering kali, yang mereka temukan hanyalah sunyi. Dan sunyi itulah yang membunuh paling pelan.

Institusi yang mestinya menjadi pelindung justru sibuk menjaga nama baik. Teman sebaya yang harusnya menjadi sandaran malah ikut menertawakan. Dan kita, masyarakat yang bangga disebut “ramah”, sering hanya bergerak ketika seseorang sudah terlanjur tiada. Luka Timothy adalah pengingat yang menyakitkan bahwa kita tidak hanya terlambat, tetapi juga lalai. Kita membiarkan seorang anak bangsa berperang sendirian di medan yang tidak seharusnya ia hadapi.

Kalau tragedi seperti ini masih tidak menggugah kita, maka ada sesuatu yang sedang mati dalam diri kita sebagai bangsa. Rasa peka, rasa peduli, rasa manusiawi. Kita tidak butuh lagi semboyan tentang keramahan. Kita butuh keberanian untuk menghentikan kekerasan yang dibungkus sebagai candaan, keakraban, atau “proses pendewasaan.”

Perubahan tidak boleh lagi sekadar wacana. Tidak boleh menunggu korban berikutnya untuk jatuh. Yang kita perlukan kini bukan hanya sekadar penegakan pasal, tetapi penegakan nurani. Sebab bangsa yang sungguh beradab tidak diukur dari seberapa tebal buku hukumnya, melainkan dari seberapa tulus ia menjaga mereka yang paling rentan agar tidak jatuh dalam senyap.***

KETIKA LUKA TIDAK LAGI SUNYI: BULLYING DI NEGARA YANG MENGAKU RAMAH Read More »

PARADE PUISI GURU: Wahana Kreasi Jadi Inspirasi

Tema Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 adalah ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’, mengingatkan kembali bahwa guru dan tenaga kependidikan (tendik) adalah ujung tombak dalam membangun generasi penerus bangsa. Dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi mereka bekerja keras untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak Indonesia.

Terkait Bulan Guru Nasional, Kemendikdasmen ingin mengajak segenap pemangku kepentingan untuk memperingati dan merayakan secara bersama-sama dengan cara yang sederhana, bermakna, dan membawa semangat positif bagi pendidikan Indonesia. “Bulan Guru Nasional ini tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum bagi kita semua untuk meneguhkan kembali komitmen kita dalam mendukung dan menghargai profesi guru,” ucap Mendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. pada sambutan Bulan Guru Nasional.

Dalam semangat itulah, Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) Kota Banjar turut mengkhidmati “Bulan Guru Nasional” dengan menggelar Parade Puisi Guru (PPG) sepanjang bulan November, guna mewadahi kreativitas guru-guru dan juga siswa serta mahasiswa dalam berkarya, terutama melalaui karya sastra, yakni melalui kegiatan Parade Puisi Guru (PPG) 2025. Kreasi para partisipan PPG ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lus. Berikut dapat disimak dokumentasi kegiatannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

 

Link berita terkait:

  1. Arah Pena.id

YRBK Gelar Parade Puisi Guru Libatkan 60 Partisipan se-Kota Banjar  Disdikbud Usul Jadi Agenda Tahunan   https://www.arahpena.com/berita/77916331960/yrbk-gelar-parade-puisi-guru-libatkan-60-partisipan-se-kota-banjar-disdikbud-usul-jadi-agenda-tahunan

  1. Kabar Priangan

Kemeriahan Parade Puisi Hari Guru Nasional di Kota Banjar  http://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199831354/kemeriahan-parade-puisi-hari-guru-nasional-di-kota-banjar?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

  1. Pasundan News

Parade Puisi Guru Ramaikan HGN di Kota Banjar: https://pasundannews.com/parade-puisi-guru-2025-ramaikan-bulan-guru-nasional-di-kota-banjar/

  1. Visi News

YRBK Kota Banjar Gelar Parade Puisi Guru Sambut Bulan Guru Nasional – VISI.NEWS

https://visi.news/yrbk-kota-banjar-gelar-parade-puisi-guru-sambut-bulan-guru-nasional/

  1. Zona Literasi

YRBK Gelar PPG di Momentum Bulan Guru Nasional, Kepala Disdikbud: Inspirasi Positif

https://zonaliterasi.id/yrbk-gelar-ppg-di-momen-bulan-guru-nasional-kepala-disdikbud-kota-banjar-inspirasi-positif/

 

Link terkait lainnya:

Instagram Ruang Baca Komunitas

https://www.instagram.com/p/DRDspoHjE8D/

 

Kanal Youtube Ruang Baca Komunitas

 

PARADE PUISI GURU: Wahana Kreasi Jadi Inspirasi Read More »

LITERASI KESEHATAN

Kesehatan merupakan salah satu isu penting dalam kehidupan manusia. Literasi Kesehatan karenanya menjadi hal fundamental untuk dikaji secara serius. Dengan memanfaatkan momentum Hari Kesehaan Nasional (HKN), Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) bersama Dinas Kesehatan Kota Banjar, Klinik PKU Muhammadiyah, STIT Muhammadiyah dan sejumlah pihak lainnya terutama dari komunitas sekolah di Kota Banjar menggelar Seminar Literasi Kesehatan.

Sebagai mana kita mafhum bahwa setiap 12 November pemerintah memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kesehatan masyarakat, baik kesehatan diri, keluarga maupun lingkungan. Peringatan HKN juga bertujuan membangun semangat, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat serta mengajak masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tema HKN tahun ini adalah “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” menjadi momentum tersendiri bagi kawula muda untuk turut berkiprah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Dalam semangat inilag Seminar Literasi Kesehatan yang diproyeksikan bagi kawula muda di Kota Banjar digelar. Berikut dapat disimak dokumentasi kegiatannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Link berita terkait:

  1. Arah Pena.id

Peringati HKN, YRBK Gelar Seminar:

https://www.arahpena.com/berita/77916243517/peringati-hkn-2025-seminar-literasi-kesehatan-digelar-yayasan-ruang-baca-komunitas

  1. Bandung Pos

Ramaikan HKN 2025, Seminar Digelar:

https://bandungpos.id/ramaikan-hkn-2025-digelar-seminar-literasi-kesehatan/

  1. Kabar Priangan

Hari Kesehatan Nasinla Jadi Momentum Penerbitan Buku:

https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199790142/hari-kesehatan-nasional-dijadikan-momentum-penerbitan-buku-terbaru-literasi-budaya-phbs?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

 Zona Literasi

HKN 2025, YRBK dan PKU Muhammadiyah Gelar Seminar Literasi Kesehatan: https://zonaliterasi.id/hkn-2025-yrbk-klinik-pku-muhammadiyah-banjar-gelar-seminar-literasi-kesehatan/

  1. Redaksi Radar TV

Puluhan Pelajar Dilatih Menulis Literasi Kesehatan:

 

 

Link terkait lainnya:

Semangat Literasi Kesehatan: https://www.instagram.com/p/DRBZpFPk9vi/

Generasi Sehat Masa Depan Hebat: https://www.instagram.com/p/DQ62s31E30W/

 

LITERASI KESEHATAN Read More »

KAWULA MUDA MENATAP INDONESIA: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri

Sinopsis
Buku ini merupakan hasil dari kegiatan Lokakarya Penulisan Kreatif bagi Pegiat Literasi Masyarakat yang dilaksanakan oleh Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) sebagai penerima Bantuan Pemerintah (BanPem) Fasilitasi Program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025 dari Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Buku ini berisi ragam pengalaman dari 32 Penulis yang merupakan para Pegiat Literasi dari berbagai kalangan: pegiat taman bacaan masyarakat, pustakawan desa dan kelurahan, duta baca sekolah, komunitas literasi pesantren, serta komunitas literasi kampus perguruan tinggi dan para pegiat literasi lainnya.

Kata Pengantar
Siti Maroah (Ketua YRBK)

Editor
Pandu Pribadi
Sofian Munawar

Penulis
Ade Irma Rohayani, Adinda Zahra Sofiantima, Aditya Wiguna, Alan Maulana Aldiansyah, Aura Deta Dwianti, Bunga Auliya, Clara Alessia Adinata, Elkhotoun Dzatusy-syawkah, Fahmi Raihan, Hesti Ramadhani Nur Qolbi, Heti Nuridayani, Irfan Muhamad Paujan, Irsyad Al Haq, Isna Nabila, Katherine Fralica, Khoerul Afifah, Kirana Sekar Aulia, Lilis Suryani, Maiza Raihana, M. Raihan Ab. Manan, Priska Amelia, Nabil Anjani Arjuna Putra, Raisa Azzahra, Raisya Aulia Putri, Rara Sekar Andini, Refanatha Adialine Athifa Sutadi, Salwa Tsaniah Mujahidah, Sinta Ma’rifatuz Zakiyah, Syifa Alifa Bilbina, Tiffany Aulia Permana, Tresna Qinthara Assyifa, Tsabita Kirana Azzahra

Disain Sampul dan Rancang Isi
Erwan Supriyono
Septian Muhammad Sofiawan

Penerbit
Yayasan Ruang Baca Komunitas
Jl. Dewi Sartika, Parunglesang RT 03 RW 08 No.299
Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar 46311
Telpon (0265) 2733310
Email: ruangbacakomunitas@gmail.com

 Data Koleksi
QRCBN: 62-1153-1750-972
Cetakan Pertama, Oktober 2025
vii + 136  halaman, 15,5 X 23,5 cm

Ringkasan Visual Buku: https://www.instagram.com/p/DQRHuokDLHy/
Link versi e-book silahkan unduh di sini

KAWULA MUDA MENATAP INDONESIA: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri Read More »

LAPORAN SEMINAR PUBLIK DAN PELUNCURAN BUKU: Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat

Mengacu pada Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, No. 3648/I/BS.01.02/2025 Tentang Penetapan Calon Penerima Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025, Ruang Baca Komunitas (RBK) telah ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan Pemerintah (BanPem) Fasilitasi Program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat.

Berdasarkan proposal yang diajukan, kami memiliki dua kegiatan utama dalam fasilitasi program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi kawula muda Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Kedua, Seminar Publik dan Peluncuran hasil dari kegiatan lokakarya. Untuk kegiatan pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi Pegiat Literasi telah terlaksana. Laporannya dapat disimak di sini: https://ruangbacakomunitas.com/peningkatan-kapasitas-pegiat-literasi-masyarakat-kota-banjar-melalui-lokakarya-penulisan-kreatif/

Tulisan ini merupakan laporan kegiatan kami yang kedua, yaitu Seminar Publik dan Peluncuran Buku hasil dari kegiatan lokakarya. Kegiatan ini telah dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun ini: Selasa 28 Oktober 2025 bertempat di Aula STIT Muhammadiyah Banjar. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah dari Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjar, para pustakawan Desa dan Kelurahan serta para pegiat literasi lainnya seperti dari pesantren, sekolah dan kampus perguruan tinggi se-Kota Banjar.

Wakil Ketua STIT Muhammadiyah, Geri Garyadina Mauluddin memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, literasi menjadi hal penting bagi kawula muda baik mahasiswa, siswa maupun para pegiat literasi masyarakat pada umumnya. Senada dengan itu, Sekretaris RBK Ivan Mahendrawanto menjelaskan bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Dijelaskannya bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yakni Lokakarya Penulisan Kreatif Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi.

“Prosesnya cukup panjang, mulai dari penjaringan peserta untuk Lokakarya, kemudian setelah terpilih mereka diikutsertakan dalam lokakarya. Hasil tulisannya kemudian kami edit dan Alhamdulillah dari kegiatan itu kini sudah terhimpun buku antologi pegiat literasi dengan judul Kawula Muda Menatap Indonesia yang hari ini akan diluncurkan dan dibedah dalam seminar publik,” jelas Ivan.

Adapun yang menjadi narasumber seminar adalah: Dr. (HC) Aan Alamsyah, S.Pd., S.T., M.Pd.I (Dosen STIT Muhammadiyah Banjar), Alfi Mauluddin, ST., MM (Direktur Desa Bahasa Banjar) dan Sofian Munawar (Pendiri Ruang Baca Komunitas) serta dipandu moderator Putri Sri Jayanti yang merupakan Guru SMAN 3 Banjar.

Narasumber pertama, Aan Alamsyah menjelaskan tema seputar ekosistem kepenulisan baik di kalangan kampus maupun di kalangan masyarakat umumnya. Berikutnya, Direktur Desa Bahasa Banjar Alfi Mauluddin menuturkan soal kreasi dan inovasi bagi para pegiat literasi terutama dengan mengambil komparasi pada budaya negara-negara maju terutama Jepang, Australia dan Eropa. Sementara itu, Pendiri YRBK Sofian Munawar menyampaikan berbagai pengalaman dunia literasi sembari memprovokasi para kawula muda agar terus berkarya.

Agenda sebelunya, diawali dengan peluncuran buku antologi pegiat literasi yang bejudul Kawula Muda Menatap Indonesia. Buku ini ditulis oleh 32 pegiat literasi dari berbagai kalangan. Terkait dengan buku ini,  Ketua YRBK Siti Maroah menyebutkan bahwa buku ini merupakan terbitan ke-92 yang dihasilkan YRBK bersama komunitas pegiat literasi di Kota Banjar. “Kami tentu bersyukur, berkat dukungan semua pihak, terutama dari Badan Bahasa Kemendikdasmen, buku ini dapat terbit dan diluncurkan sesuai target yang diharapkan, yakni bertepatan pada momentum hari Sumpah Pemuda,” ucapnya.

“Kami berharap, hadirnya buku ini dapat menjadi kado spesial di hari Sumpah Pemuda. Kado dari kawula muda untuk Indonesia dan lebih penting lagi ini dapat menjadi penanda bahwa semangat dan gerakan literasi di Kota Banjar tidak akan pernah pudar,” tambahnya.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pentas kreasi seni dari perwakilan mahasiswa STIT Muhammadiyah Banjar serta penampilan puisi spesial tema Sumpah Pemuda. Puisi refleksi berjudul “Mana Sumpahmu” karya Pendiri RBK, Sofian Munawar dibacakan secara parade oleh Clara Alessia Adinata dan Refanatha Adialine Athifa Sutadi. Keduanya adalah pegiat literasi yang menjadi Juara Lomba Baca Puisi dan Juara Lomba Story Ttelling, serta keduanya juga merupakan Tim Penulis buku Kawula Muda Menatap Indonesia: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri yang merupakan hasil dari kegiatan Lokakarya dari program ini. Acara kemudian dipungkas dengan penyerahan plakat kegiatan dari Ketua YRBK kepada lembaga pendukung serta pembagian buku dan sertifikat kepada para Penulis buku.

Dokumentasi kegiatan dapat disimak pada link berikut:

 

Facebook RBK:

https://web.facebook.com/photo?fbid=2354435885009753&set=pcb.2354437078342967

 

Instagram Ruang Baca Komuitas:

https://www.instagram.com/p/DQbqVYWjLLh/

 

Link Berita Terkait:

 

  1. Arah Pena

Perkuat Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar  RBK Gelar Seminar Publik dan Luncurkan Buku Antologi https://www.arahpena.com/berita/77916159907/perkuat-komunitas-pegiat-literasi-di-kota-banjar-rbk-gelar-seminar-publik-dan-luncurkan-buku-antologi

 

  1. Bandung Pos

RBK Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku Untuk Penguatan Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar – Bandung Pos https://share.google/rrjf7mcQeCCdMmQr5

 

  1. Kabar Priangan

Kado Sumpah Pemuda dari Ruang Baca Komunitas: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199751294/sumpah-pemuda-pegiat-literasi-yrbk-luncurkan-buku-ke-92-kawula-muda-menatap-indonesia?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

 

  1. Redaksi RADAR-TV

Peringati Sumpah Pemuda dengan Karya: https://www.youtube.com/watch?v=0gtlebL49Aw

 

  1. Zona Literasi

RBK Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku: https://zonaliterasi.id/rbk-gelar-seminar-publik-dan-peluncuran-buku-penguatan-komunitas-pegiat-literasi-di-kota-banjar/

 

  1. Tribuna News.co.id:

Tingkatkan Kapasitas Pegiat Literasi, YRBK Kota Banjar Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku | Berita TribuanaNews.co.id https://share.google/mujEVvPOl2XfTYjBQ

 

LAPORAN SEMINAR PUBLIK DAN PELUNCURAN BUKU: Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat Read More »

Dokumentasi Kegiatan Peningkatan Kapasitas Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar 2025

RUANG BACA KOMUNITAS – Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Nomor 3648/I/BS.01.02/2025 Tentang Penetapan Calon Penerima Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025, Ruang Baca Komunitas (RBK) termasuk salah satu penerima bantuan tersebut.

Setelah melalui proses sosialisasi dan pendampingan, dilaksanakan Perjanjian Kerja Sama antara RBK sebagai Pihak Kedua yang diwakili oleh Siti Maroah (Ketua RBK) dengan Abdul Safii sebagai Pihak Pertama sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 9 Agustus 2025. Untuk implementasinya diwakilkan kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

Serah terima berkas Perjanjaian Kerja Sama antara Badan Bahasa dengan Ruang Baca Komunitas melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Kamis 21 Agustus 2025.

Ada dua kegiatan utama yang dilaksanakan RBK dalam fasilitasi program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi kawula muda Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Kedua, Seminar Publik dan Peluncuran hasil dari kegiatan lokakarya sebelumnya.

Untuk kegiatan lokakarya, telah dilaksanakan pada Sabtu 20 September 2025 bertempat di Auditorium SMAN 3 Banjar. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terpilih yang berasal dari berbagai kalangan pegiat literasi seperti dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Pustakawan Desa/Kelurahan, Komunitas Read Aloud Kota Banjar, Duta Baca Siswa, serta Komunitas Literasi Kampus dan Pesantren.

Acara dihadiri Kepala SMAN 3 Banjar Iip Syarif Hidayat, S.P., M.Pd., Lurah Kelurahan Banjar Sukmana, S.I.P. dan Ketua YRBK Siti Maroah, S.Sos yang secara resmi membuka acara ini. Ketua YRBK, Siti Maroah menyebutkan bahwa kegiatan lokakarya ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya literasi sebagai salah satu modal utama dalam pembangunan. Kedua, meningkatkan kapasitas para pegiat literasi masyarakat sehingga memiliki kemampuan dalam menulis cerita kreatif sebagai salah satu modal dalam kegiatan literasi secara berkelanjutan.

Ketua RBK, Siti Maroah (tengah) didampingi Sekretaris RBK Ivan Mahendrawanto (paling kiri) memberikan Plakat Apresiasi Kegiatan kepada Sukmana, S.I.P. (Lurah Kelurahan Banjar) mewakili pemerintahan setempat dan kepada Iip Syarif Hidayat, S.P., M.Pd. (Kepala SMAN 3 Banjar) sebagai pihak yang menyediakan/memberikan fasilitasi tempat kegiatan (sohibul bait).

Acara utama Lokakarya dipandu oleh Ivan Mahendrawanto, Sekretaris RBK dengan menghadirkan 3 orang Narasumber, yaitu: Prawiro Sudirjo, SST Ketua Komunitas Pendidik dan Penulis Jawa Barat (KPPJB). Putri Sri Jayanti, S.Pd. Guru SMAN 3 Banjar yang berprestasi sebagai Guru Inovatif dan Inspiratif Tingkat Nasional serta Sofian Munawar Pendiri YRBK yang juga merupakan tokoh literasi nasional.

Ketua KPPJB Jawa Barat, Prawiro Sudirjo membawakan materi dengan tema “Menulis sebagai Senjata dan Mahkota Pegiat Literasi”. Putri Sri Jayanti menyampaikan materi tentang “Menulis Efektif dan Kreatif” yang merupakan pengalamannya menjadi juara dalam beberapa event kejuaraan lomba menulis tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Sementara Sofian Munawar membawakan materi dengan tema “Menulis Menyunting dan Menerbitkan Tulisan”. Materi yang disampaikan juga berbasis pengalamannya sebagai tokoh literasi nasional penerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpusnas RI sekaligus juga mendapatkan penghargaan sebagai editor paling produktif dari Penerbit Lingkaran Yogyakarta.

Para peserta Lokakarya tampak sangat antusias mengikuti sesi demi sesi. Sejumlah pertanyaan dari para peserta juga turut memperkaya wacana untuk terus digali dan yang tidak kalah penting adalah semuanya diharapkan akan terdokumentasikan dalam naskah hasil Lokakarya untuk agenda kegiatan berikutnya, yakni penerbitan buku serta peluncuran buku yang diagendakan pada acara Seminar Publik sebagai rangkaian agenda berikutnya dari program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi di Kota Banjar. “Semoga dari kegiatan lokakarya ini, bulan depan kami dapat meluncurkan buku RBK edisi yang ke-90 bertepatan dengan agenda Bulan Bahasa yang menjadi puncak acara program ini,” kata Ketua RBK, Siti Maroah.

Para peserta dan narasumber Lokakarya Penulisan Kreatif Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar, Sabtu 20 September 2025 bertempat di Auditorium SMAN 3 Banjar.

 

Dokumentasi kegiatan dapat disimak pada link berikut:

 

Facebook RBK : https://web.facebook.com/100013300930742/videos/pcb.2321114961675179/781996984530092

Instagram Ruang Baca Komuitas:

https://www.instagram.com/p/DPAO9y-DGVw/

Youtube Kanal Ruang Baca Komunitas:

https://www.youtube.com/watch?v=R4x-eK5urCQ&t=36s

 

 

Link Berita Terkait:

  1. Arah Pena

YRBK Gelar Lokakarya Penulisan Kreatif Diikuti 40 Peserta dari Pegiat Literasi  Wali Kota Banjar Apresiasi: https://www.arahpena.com/berita/77915947464/yrbk-gelar-lokakarya-penulisan-kreatif-diikuti-40-peserta-dari-pegiat-literasi-wali-kota-banjar-apresiasi

  1. Bandung Pos

Lokakarya Penulisan Kreatif  untuk Meningkatkan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar   – Bandung Pos:  https://share.google/dRpXupAA89jGHMgA5

  1. Kabar Priangan

Giat Literasi Bukan Sekadar Jargon: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199663953/bukan-sekedar-jargon-peningkatan-kapasitas-pegiat-literasi-masyarakat-di-kota-banjar?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

  1. Redaksi RADAR-TV

YRBK Gelar Lokakarya Penulisan Kreatif di Kota Banjar:

ttps://www.youtube.com/watch?v=Rw4MOB0UtZ8

  1. Zona Literasi

Walikota Apresiasi Lokakarya Penulisan Kreatif di Kota Banjar: https://zonaliterasi.id/walikota-apresiasi-lokakarya-penulisan-kreatif-peningkatan-kapasitas-pegiat-literasi-masyarakat-kota-banjar/

  1. Pikiran Rakyat Edisi Cetak, Senin 22 September 2025

Dokumentasi Kegiatan Peningkatan Kapasitas Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar 2025 Read More »

PENINGKATAN KAPASITAS PEGIAT LITERASI MASYARAKAT KOTA BANJAR MELALUI LOKAKARYA PENULISAN KREATIF

Gerakan literasi tentu saja bukanlah sekadar jargon, namun telah menjadi suatu hal fundamental, kecakapan hidup yang sangat diperlukan untuk meraih kemajuan. Tidaklah heran jika para ahli pendidikan mengingatkan kita betapa literasi memiliki urgensi dalam kehidupan. Namun begitu, disadari bahwa gerakan literasi belum begitu menggembirakan sehingga karenanya perlu terus didorong bersama secara kolaboratif.

Gerakan literasi di Kota Banjar Jawa Barat terus menggeliat dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Banjar berada di “papan bawah” dan pada tahun 2024 mengalami kenaikan signifikan menjadi berada di “papan atas”.

Meskipun belum berada pada kondisi paling ideal, namun capaian positif ini tentunya merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi para pihak untuk terus memperkuat atmosfir yang mendukung gerakan literasi secara berkelanjutan.

Meskipun tidak bersifat baku dan mutlak, IPLM dapat menjadi gambaran umum bahwa gerakan literasi seringkali mengalami fluktuasi. Pasang-surut semangat gerakan literasi tentunya akan sangat tergantung pada berbagai aspek, baik dari sisi kebijakan, kondisi budaya baca masyarakat, maupun hal-hal lainnya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Karenanya, kunci utama untuk menjaga soliditas gerakan literasi terletak pada sinergitas dan kolaborasi para pihak untuk secara sadar dan terus menerus melakukan penguatan gerakan literasi secara terintegrasi.

Bantuan Pemerintah Bidang Sastra dan Kebahasaan melalui Fasilitasi dan Pembinaan komunitas Masyarakat melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar Melalui Lokakarya Penulisan Kreatif” diharapkan menjadi media sinergi dan kolaborasi yang mampu menguatkan gerakan literasi di ranah masyarakat. Hal ini secara skematis dapat divisualisasikan pada bagan berikut. Pemerintah melalui Kemendikdasmen dan struktur di bawahnya (Balai Bahasa, Kemendikbud Kabupaten/Kota), Gerakan Literasi Sekolah, berkolaborasi dengan kekuatan Komunitas Literasi Masyarakat, baik itu Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Komunitas Literasi Kampus, para Pegiat Literasi Masyarakat lainnya seperti Pustakawan di tingkat desa/kelurahan serta Komunitas Literasi Pesantren.

 

Tema utama program yang digagas adalah “Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar Melalui Lokakarya Penulisan Kreatif”. Tema ini dijabarkan dalam tiga kegiatan utama. yaitu: (1) Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Kota Banjar melalui Lokakarya Penulisan Kreatif, (2) Penulisan dan Penerbitan Buku Antologi Pegiat Literasi Kota Banjar (Versi e-Book), (3) Seminar Publik Penguatan Literasi Masyarakat dan Peluncuran e-Book Antologi Pegiat Literasi.

Secara skematik, hasil dan dampak program Banpem Komunitas Literasi melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat” ini dapat divisualisasikan dalam diagram berikut:

Secara garis besar tujuan dan manfaat kegiatan yang akan dijalankan adalah sebagai berikut.

  1. Tujuan utama kegiatan
  • Meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya literasi sebagai salah satu modal utama dalam pembangunan.
  • Meningkatkan kapasitas para pegiat literasi masyarakat sehingga memiliki kemampuan dalam menulis cerita kreatif sebagai salah satu modal dalam kegiatan literasi.
  1. Manfaat kegiatan yang akan dijalankan
  • Terbangunnya sinergi dan kebersamaan dalam mendorong gerakan literasi dengan beragam kegiatannya secara berkelanjutan.
  • Meningkatnya kapasitas, kapabelitas, serta wawasan keilmuan para pegiat literasi, terutama dalam penulisan buku sehingga dengan begitu para pegiat literasi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam gerakan literasi secara simultan.

***

 Previous Program:

 

PENINGKATAN KAPASITAS PEGIAT LITERASI MASYARAKAT KOTA BANJAR MELALUI LOKAKARYA PENULISAN KREATIF Read More »

Scroll to Top