Masagi

KADO SPESIAL ULTAH KE-23 KOTA BANJAR

Februari tahun 2026 ini Kota Banjar memasuki usia yang ke-23 tahun. Sebagaimana kita ketahui bahwa Kota Banjar Jawa Barat lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 yang merupakan peningkatan dari satus sebelumnya sebagai kota administratif. Berawal dari sini maka tanggal 21 Februari 2003 ditetapkan sebagai tonggak Hari Jadi Kota Banjar. Peringatan Hari Jadi Kota Bajar tahun ini mengusung tema “Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa”.

Banyak ragam kegiatan yang dilakukan dalam menyambut Hari Jadi Kota Banjar, salah satu kreasi dan inisiatif kami dari Yayasan Ruang baca Komunitas (YRBK) dengan menerbitkan buku berjudul “Semangat Literasi Wujudkan Banjar MASAGI”. Penerbitan buku ini diharapkan dapat menjadi kado spesial Hari Jadi Kota Banjar tahun ini.

Buku setebal 154 halaman ini ditulis oleh 20 orang dari berbagai kalangan dengan beragam sudut pandang: sosial, agama, pendidikan, pariwisata, tata kota, baik berupa apresiasi maupun kritik untuk kondisi Kota Banjar yang lebih baik. Kedua puluh Penulis yaitu: Asep Suharto, Dinar Nur Fadhilah, Enay Sunarsih, Endang Tuti Supriatin, Eris Munandar, Herri Herdiman, Hermanto, Ina Indriyani, Mohammadan Yogarsiwayan, Nova Chalimah Girsang, Nurholiah, Rahila Sayidah Afifah Khansa, Reni Rahmawati, Reny Andriany, Rini Apriani, Siti Maryam, Tatang Mugiyana, dan Zahwa Ilmayra Cahyani serta tiga orang editor: Ivan Mahendrawanto, Putri Sri Jayanti, dan Sofian Munawar.

Buku ini merupakan ikhtiar kecil untuk memotret dan menyajikan sekelumit dinamika perjalanan kota dari berbagai sudut pangdang. Di dalamnya termuat sejumlah apresiasi dan juga kritik: saran serta masukan sebagai bagian dari kecintaan warganya untuk terus mendorong agar Kota Banjar senantiasa terus tumbuh menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang,

 

Cover Buku Semangat Literasi wujudkan Banjar Masagi

Link Informasi Terkait:

https://www.instagram.com/p/DVJcngrDLaQ/

https://www.instagram.com/p/DVP16rjDBq-/

https://www.instagram.com/p/DVO7SjWk0Gu/

https://www.instagram.com/p/DVUcVtIDBmd/

 

Link Berita Terkait:

https://www.arahpena.com/berita/77916799746/di-balik-peluncuran-buku-literasi-ini-ada-pesan-kritis-untuk-para-pengambil-kebijakan-dan-anggota-dprd-kota-banjar

https://bandungpos.id/peluncuran-buku-dan-parade-puisi-gelorakan-literasi-ramadan-1447h/

https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-31910023327/apresiasi-dan-kritik-hut-ke-23-kota-banjar-dibukukan-20-penulis

 

KADO SPESIAL ULTAH KE-23 KOTA BANJAR Read More »

LITERASI KUNCI MASAGI

Siti Maroah
(Ketua Yayasan Ruang Baca Komunitas)

Akronim MASAGI kini makin popular di kalangan masyarakat Banjar. MASAGI yang berarti Mandiri, Adil, Sejahtera, Agamis, Guyub, Inovatif yang selalu dilekatkan pada “Banjar MASAGI” menjadi harapan besar warga Banjar. Slogan ini mencerminkan tujuan bersama untuk menciptakan masyarakat ideal yang handal, memiliki daya saing global dalam segala sektor kehidupan.

Dalam momentum hari jadi Kota Banjar ke-23 tahun ini mengusung tema “Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa”. Semangat dari slogan ini bagaimana mendorong warga Kota Banjar mampu menjadikan Kota Banjar sebagai kota yang maju. Ada beberapa prinsip kota yang maju, antara lain melingkupi soal efisiensi dan efektivitas, inovasi dan teknologi, keberlangsungan lingkungan, keamanan dan kenyamanan warga, serta keterlibatan masyarakat atau partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan.

Lalu, apa kaitannya literasi dengan sebuah kemajuan kota? Literasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan tingkat kemajuan kota. Beberapa illustrasi dapat dijelaskan di sini, pertama, bahwa masyarakat yang terdidik atau masyarakat literat selalu memiliki keinginan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan kota.

Kedua, literasi dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat. Sejalan dengan ini, literasi membantu masyarakat memahami informasi dan membuat keputusan yang lebih baik. Semangat literasi juga mendorong inovasi dan kreativitas. Literasi mendorong masyarakat untuk berpikir kritis, sekaligus menciptakan solusi inovatif secara kreatif. Berikutnya, literasi juga akan mendorong kita meningkatkan keterampilan dan produktivitas sehingga hal ini pun akan turut berimplikasi pada peningkatan perekonomian kota.

Bahkan, literasi dapat menjadi kunci bagi kemajuan sebuah kota. Mengapa ini bisa terjadi? Pertama, literasi meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Kedua, sikap literat akan mendorong tumbuhnya partisipasi aktif dalam pembangunan kota. Ketiga, meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat. Keempat membantu masyarakat memahami informasi dan membuat keputusan yang lebih baik dan tepat.  Dengan literasi, masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi berbagi persoalan sehingga memunculkan potensi untuk bisa lebih maju dan sejahtera!

Dalam hubungannya dengan ulang tahun ke-23 Kota Banjar pada 22 Februari 2026 ini, ada beberapa fokus agenda yang dapat menjadi kunci kemajuan sehingga perlu menjadi program tersendiri untuk diagendakan, antara lain:

– Peningkatan Literasi: Literasi yang tinggi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan kota.

– Pengembangan Seni dan Budaya: Pelestarian seni dan budaya lokal, seperti parade seni budaya yang akan digelar pada peringatan ulang tahun ke-23, dapat meningkatkan identitas dan kebanggaan masyarakat.

– Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat.

– Pemberdayaan Ekonomi: Pengembangan UMKM dan industri kreatif dapat meningkatkan perekonomian lokal.

– Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat: Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi dapat meningkatkan efektivitas pembangunan kota.

Dengan fokus pada aspek-aspek tersebut, Kota Banjar diharapkan dapat menjadi lebih maju dan sejahtera sebagaimana tagline hari jadi ke-23 Kota Banjar tahun ini: “Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa”. Perlu disadari bahwa kota yang maju adalah kota yang terus belajar, berinovasi, dan berani berubah untuk menjadi lebih baik. Kota yang maju adalah cerminan dari masyarakat yang terdidik, kreatif, dan berjiwa inovatif. Karena itu, semangat literasi di Kota Banjar harus terus ditingkatkan. Dengan literasi yang tinggi, masyarakat Kota Banjar dapat menjadi lebih cerdas, kritis, dan memiliki daya saing yang kompetitif. Mari kita tingkatkan literasi di Kota Banjar, karena daya literasi yang tinggi dapat menjadi kunci bagi terwujudnya Banjar MASAGI.***

LITERASI KUNCI MASAGI Read More »

Scroll to Top