Literasi

URGENSI LITERASI MENDORONG BANJAR MASAGI

Sofian Munawar

Founder Yayasan Ruang Baca Komunitas

Dalam momentum ulang tahun kota, saya lebih memilih istilah “mengkhidmati” ketimbang merayakan. Namun, apa pun istilahnya, mengkhidmati ataupun merayakan hari jadi sebuah kota setidaknya memiliki enam kepentingan utama. Pertama, menghormati sejarah. Perayaan ulang tahun merupakan upaya untuk menghormati hari jadi kota dan mengenang sejarah berdirinya kota. Kedua, meningkatkan kebanggaan. Perayaan ini dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kota tercinta. Ketiga, mempromosikan pariwisata. Perayaan hari jadi kota juga dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan kota sebagai destinasi wisata, sehingga berimplikasi meningkatkan ekonomi lokal. Kelima, sebagai media hiburan warga. Perayaan hari jadi kota dapat menghibur masyarakat dengan berbagai acara dan kegiatan. Keenam, meningkatkan kesadaran masyarakat. Perayaan hari jadi kota dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota.

Meskipun disebutkan paling akhir, point keenam tersebut menurut saya lebih penting dan reflektif. Dalam konteks Kota Banjar, perayaan hari ulang tahun kota dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan panjangnya. Hari jadi Kota Banjar adalah momen yang tepat untuk merefleksikan perjalanan kota ini dari masa ke masa. Apa yang telah dicapai? Apa yang masih perlu diperbaiki? Bagaimana kita dapat membuat Kota Banjar menjadi lebih baik? Beberapa pertanyaan lainnya dapat kita ajukan sebagai bahan renungan. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Apa tantangan terbesar yang dihadapi Kota Banjar saat ini? Bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat? Apa peran kita dalam membangun Kota Banjar? Dengan merefleksikan pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat menemukan inspirasi dan motivasi untuk membuat Kota Banjar menjadi lebih baik di masa depan.

Bangga pada Kota Tercinta

Pertanyaan pertama dapat kita deskripsikan sekaligus mencoba menginventarisir alternatif jawabannya. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Harus disadari bahwa Kota Banjar memiliki banyak rapa hal yang dapat membuat kita bangga. Kita dapat mendeskripsikannya mulai dari aspek budaya dan tradisi yang dimiliki, sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisata di dalamnya, maupun potensi sosial-kultural dan sejarah.

Dari aspek sosial-kultural, Kota Banjar memiliki potensi sosial budaya yang kaya. Letak geografis yang strategis perlintasan Sunda dan Jawa menjadikan Kota Banjar sebagai perlintasan budaya sehingga memiliki pengaruh budaya Sunda dan Jawa yang unik. Dari sini bukan saja lahir ragam pertunjukan budaya seperti tari-tari tradisional yang khas, tapi juga produk-produk kerajinan rumahan, seperti ragam anyaman bambo, kerajinan kayu, kampung angklung, batik tarum, serta ragam kuliner yang sering dipamerkan dalam kegiatan fetival budaya dan pesta rakyat. Dengan potensi sosial-kultural yang kaya, Kota Banjar dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan.

Demikian halnya dari aspek sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisa yang ada di dalamnya. Dari lokasi tertinggi di Puncak Pagarbatu, Batulawang Pataruman hingga lokasi terendah di seputaran sungai Citanduy, Kota Banjar menawarkan bentangan alam yang indah. Hamparan sawah di Pasirleutik nan cantik menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dan mempesona. Sawah-sawah yang hijau dan terhampar luas, dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau, menciptakan suasana yang sangat damai dan tenang. Sementara dari Bukit Pejamben kita dapat menikmati pemandangan Kota Banjar yang terbentang luas, dengan sawah-sawah hijau dan bukit-bukit yang mengelilingi. Bukit Pejamben juga populer sebagai spot fotografi, terutama saat sunrise atau sunset.

Masih banyak tempat lainnya yang menawarkan keindahan Kota Banjar. Ada Situ Leutik, danau indah yang berada dekat pusat kota. Ada Curug Panganten, Edu Wisata Kampung Domba, Bukit Jambu, Bendungan Wadas Lintang, Tebing Tambang Batu Mandalare, dan masih banyak lagi yang lainnya.[1] Selain itu, ada juga destinasi wisata sejarah seperti Situs Banjarkolot, Makam Arya Kemuning, Situs Singaperbangsa, dan situs Kokoplak, sebuah situs sejarah yang memiliki peran penting dalam memberikan bukti tentang keberadaan penyebaran Islam pada masa kesultanan Mataram. Lokasi situs Kokoplak berada di Dusun Pananjung, Desa Sinar Tanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. [2]

Walhasil, dari sisi potensi alam, sejarah, sosial-budaua, pariwisata, dan berbagai aspek lainnya menunjukkan bahwa Kota Banjar memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kota Banjar memiliki banyak hal yang dapat menjadi modal sekaligus menjadi sumber kebanggaan bagi warganya.

 Tantangan Terbesar Kota Banjar

Meskipun Kota Banjar memiliki beragam potensi, namun kita juga tidak bisa menutup mata akan adanya ragam persoalan yang menjadi kendala. Dari berbagai pemberitaan di media massa dan temuan lapangan yang dilansir berbagai pihak tampak pula bahwa Kota Banjar menghadapi beberapa tantangan besar. Setidaknya, ada lima tantangan utama yang masih menjadi persoalan krusial di Kota Banjar saat ini, yaitu:

– Aspek Pendidikan: Angka partisipasi sekolah (APS) untuk usia 16-18 tahun menurun menjadi 67,98% pada 2024, dan hanya 8,85% untuk kelompok usia 7-18 tahun. Banyak anak tidak sekolah, dan kualitas pendidikan masih rendah. [3]

– Aspek Ekonomi: Tingkat kemiskinan masih tinggi, yaitu 5,35% atau sekitar 11,2 ribu jiwa dari total penduduk 209,1 ribu jiwa. PDRB per kapita hanya sekitar Rp26,4 juta, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat.

– Kendala Infrastruktur: Fasilitas kesehatan dan tenaga medis masih kurang, dan banyak Puskesmas yang kekurangan dokter dan perawat.

– Tingginya ketergantungan pada dana pusat: Lebih dari 70% APBD Banjar masih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). [4]

– Korupsi dan birokrasi: Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) masih marak terjadi, menghambat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebaik dan sebesar apa pun modal dasar pembangunan yang dimiliki tentu tidak akan mampu berjalan secara optimal manakala kita tidak mampu menghdapi kendala dan persoalan yang mengganjal. Karena itu, lima tantangan ini perlu segera diatasi dengan beragam program yang dapat menjawab personal itu sehingga pada gilirannya kita mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuat Kota Banjar lebih maju ke depannya.

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Hidup di Kota Banjar?

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar memerlukan upaya bersama dan strategi yang tepat. Setidaknya, ada lima cara yang dapat dilakukan. Pertama, meningkatkan akses Pendidikan. Pastikan semua anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas, termasuk pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Kedua, meningkatkan ekonomi lokal. Dukung UMKM dan industri kreatif, serta meningkatkan infrastruktur ekonomi seperti jalan dan pasar.

Ketiga, meningkatkan Kesehatan. Perkuat fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Keempat, mningkatkan partisipasi masyarakat: libatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pembangunan kota. Kelima, meningkatkan infrastruktur. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus segera melakukan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan sanitasi.

Selain berfokus pada menuntasan masalah, secara bersamaan kita juga dituntut untuk terus mengembangkan ide dan gagasan untuk memajukan Kota Banjar. Menurut hemat saya, hal ini dapat dimulai dari beberapa hal, antara lain melalui lima agenda berikut. Pertama. mengembangkan sektor pariwisata, terutama pariwisata alam. Kembangkan wisata alam seperti Bukit Jambu, Mandalare, dan Situs Kokoplak. Perluasan akses, promosi, dan fasilitas wisata sehingga mampu meningkatkan kunjungan.

Kedua, promosi massif kuliner lokal. Promosikan kuliner khas Banjar, seperti nasi tutug oncom atau lele goreng, untuk menarik wisatawan. Ketga, merancang Festival Budaya secara terprogram. Adakan festival budaya yang menampilkan kesenian dan tradisi lokal untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat sekaligus menarik kunjungan para wisatawan. Keempat, penguatan ekonomi kreatif: Dukung UMKM lokal dengan pelatihan dan promosi produk-produk kreatif, seperti kerajinan tangan atau makanan olahan.

Kelima, mempromosikan infrastruktur hijau. Kembangkan ruang terbuka hijau dan taman kota untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa ide untuk pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat dimplementasikan melalui:

– Taman Kota: Membangun taman kota yang luas dan hijau untuk meningkatkan kualitas udara dan ruang rekreasi masyarakat.

– Jalur Hijau: Membangun jalur hijau di sepanjang jalan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan keindahan kota.

– Kebun Komunitas: Membangun kebun komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan dan memberikan akses ke makanan segar.

– Sistem Pengelolaan Air Hujan: Membangun sistem pengelolaan air hujan untuk mengurangi banjir dan meningkatkan ketersediaan air.

Pengembangan infrastruktur hijau ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan proyek yang berorientasi pada upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar. Dengan perencanaan yang baik, pengelolaan yang efektif, dan partisipasi masyarakat yang aktif, Kota Banjar dapat menjadi kota yang maju dan sejahtera.

Literasi Mendorong Banjar MASAGI

Kota Banjar memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang maju. Dengan sumber daya alam yang kaya, lokasi strategis, dan semangat masyarakat yang kuat, Kota Banjar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi kota yang ideal sesuai tgline yang kini bayak dipakai, MASAGI: Mandiri, Adil, Sejahtera, Agamis, Guyub, dan Inovatif. Dalam konteks ini juga semangat literasi dapat menjadi salah satu modalnya.

Literasi sangat penting dalam mendorong pencapaian Banjar MASAGI karena dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempromosikan inovasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan literasi, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks Banjar MASAGI, literasi dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Selain itu, literasi juga dapat mempromosikan inovasi dan kreativitas, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja.

Oleh karena itu, upaya meningkatkan literasi masyarakat harus menjadi prioritas dalam mencapai Banjar MASAGI. Ini dapat dilakukan melalui program-program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi. Beberapa contoh program dan kegiatan literasi masyarakat yang dapat menunjang tercapainya Banjar MASAGI antara lain:

– Lokakarya Penulisan Kreatif: Meningkatkan kapasitas pegiat literasi masyarakat melalui lokakarya penulisan kreatif, yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis dan kreativitas masyarakat.

– Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunitas: Memberdayakan masyarakat melalui kelompok baca dan diskusi, yang dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat.

– Literasi Digital: Meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat, terutama generasi muda, melalui pelatihan penggunaan perangkat lunak, pemrograman dasar, dan keamanan internet.

– Kelompok Baca dan Diskusi: Membentuk kelompok baca dan diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mengemukakan pendapat masyarakat.

– Penerbitan Buku Antologi: Menerbitkan buku antologi yang berisi karya-karya tulis masyarakat, yang dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap situasi dan kondisi kotanya.

Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju tatanan kehidupan ideal yang diharapkan.

Semangat bersama untuk mengupayakan ikhtiar terbaik ini seperti disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Banjar, H Erman Hendraman. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya tergantung kepada pemerintah dan sektor dunia usaha, tapi idealnya juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam semangat inilah urun-rembug publik yang terdokumentasi dalam buku ini menjadi sesuatu yang urgen sekaligus strategis. Kita berharap, segala impian, harapan, gagasan dan hal-hal baik lainnya dapat terwadahi, menjadi amunisi untuk mewujudkan idealisme bersama: Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa!

 


Sofian Munawar adalah pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK). Setelah lulus dari Fakultas Sastra UGM, melanjutkan studi Magister Ilmu Politik dengan konsentrasi studi “Politik Demokrasi dan HAM”, kerja sama Fisipol UGM-UiO Norwegia. Meraih puluhan penghargaan dari berbagai sayembara penulisan tingkat nasional. Ratusan artikel, esai, dan karya tulisnya dimuat di sejumlah media, blog sosial media, serta puluhan buku. Terpilih menjadi salah satu Penulis Terbaik pada Program Inkubator Literasi Pustaka Nasional (2020), dan menerima penghargaan “Editor Paling Produktif” dari Penerbit Lingkaran Yogyakarta (2021). Pada 2022 ditetapkan sebagai penerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

 

 

[1] Deskripsi destinasi wisata Kota banjar antara lain dapat dismak pada link situs berikut: https://bukamata.id/10-tempat-wisata-kota-banjar-paling-populer-yang-wajib-dikunjungi/

[2] Deskripsi lebih lengkap mengenai sejarah dan peninggalan budaya, ragam situs serta “Cerita Rakyat Kota Banjar” lainnya dapat disimak pada link: https://ruangbacakomunitas.com/wp-content/uploads/2024/10/E-BOOK-CERITA-RAKYAT-KOTA-BANJAR.pdf

[3] Sumber: https://data.goodstats.id/statistic/angka-partisipasi-sekolah-di-indonesia-2024-tren-dan-tantangan-2W28Y

[4] Simak:  https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/tkdd?tahun=2024&provinsi=10&pemda=25

URGENSI LITERASI MENDORONG BANJAR MASAGI Read More »

SEMANGAT LITERASI WUJUDKAN BANJAR MASAGI

Ir. H. Sudarsono
(Wali Kota Banjar)

Kota Banjar Jawa Barat lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 yang merupakan peningkatan dari satusnya sebelumnya sebagai kota administratif. Berawal dari sini maka tanggal 21 Februari 2003 ditetapkan sebagai tonggak Hari Jadi Kota Banjar. Peringatan Hari Jadi Kota Bajar tahun ini mengusung tema “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”. Slogan ini diharapkan dapat menjadi pendorong semangat kita untuk membangun Kota Banjar yang maju, adil, sejahtera, agamis, inovatif dan terus tumbuh menjadi kota yang lebih baik.

Para ahli tatakota menyebutkan beberapa ciri utama kota yang baik. Pertama, kualitas hidup, mencakup akses ke fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, sanitasi, dan kesehatan. Kedua, keamanan, yaitu rasa aman dan nyaman bagi warga, dengan tingkat kejahatan yang rendah. Ketiga, lingkungan yang sehat: udara bersih, ruang hijau, dan pengelolaan sampah yang baik. Keempat, pertumbuhan ekonomi yang kuat: lapangan kerja, peluang usaha, dan pendapatan warga yang stabil. Kelima, infrastruktur yang memadai: jalan, transportasi, dan fasilitas publik yang baik. Keenam, partisipasi warga yang aktif dan terlibat dalam pengambilan keputusan pembangunan.

Untuk menjadikan Kota Banjar semakin maju di usianya yang ke-23 tentu dipelukan sinergitas dan kolaborasi dari para pihak. Sejalan dengan itu, ada beberapa hal yang perlu terus diupayakan, antara lain:

– Meningkatkan kualitas pendidikan: fokus pada pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

– Mendorong ekonomi lokal: mendukung UMKM, meningkatkan pariwisata, dan mengembangkan industri kreatif.

– Meningkatkan infrastruktur: memperbaiki jalan, transportasi, dan fasilitas publik.

– Meningkatkan partisipasi warga: melibatkan warga dalam pengambilan keputusan dan mempromosikan gotong royong.

– Meningkatkan keamanan: meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga dengan meningkatkan patroli dan pengawasan.

– Meningkatkan kebersihan: menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.

– Mengembangkan konsep “smart city” untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Sebagai bentuk partisipasi warga, dalam buku ini juga termuat sejumlah saran, harapan dan juga kritik yang membangun untuk perbaikan Kota Banjar. Karena itu, atas nama pemerintahan Kota Banjar, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para Penulis yang telah mencurahkan ide, pikiran, serta gagasannya melalui buku ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) yang telah menjadi inisiator bagi gerakan literasi di Kota Banjar.

Semoga saran, harapan dan beragam usulan positif-konstruktif yang termuat dalam buku ini dapat terwadahi dan dapat dijadikan modal untuk memperkuat pengetahuan kita dalam rangka membangun Kota Banjar lebih baik lagi. Dengan semangat Banjar MASAGI, kita berharap di usianya yang ke-23 tahun ini Kota Banjar dapat “tumbuh istimewa” meraih berbagai prestasi dan pencapaian pembangunan yang mampu melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

 

Kota Banjar, 21 Februari 2026

SEMANGAT LITERASI WUJUDKAN BANJAR MASAGI Read More »

MEMBACA KOTA BANJAR: DI BALIK DERETAN TROFI DAN PR YANG BELUM KUNJUNG USAI

Membaca adalah gerbang utama pengetahuan. Membaca tidak terbatas pada tulisan, teks atau buku. Hal ini dipertegas dengan ayat Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan yaitu iqra, bacalah! M. Quraish Shihab dalam tafsirnya tidak menjelaskan objek apa yang dibaca, sehingga kata “baca” ini memiliki makna yang umum, yang artinya perintah membaca mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh manusia, baik itu teks tertulis (ayat qauliyah) maupun fenomena alam semesta dan realitas sosial (ayat kauniyah). Dengan demikian membaca berarti sesuatu yang dapat kita analisa dan pahami untuk mendapatkan pengetahuan darinya.

Apresiasi terhadap Trofi Penghargaan Kota Banjar yang Membanggakan

Dewasa ini selain suka membaca berita juga mulai dihadapkan pada realita. Satu sisi bangga dan terharu melihat Kota Banjar bersinar dengan meraih peringkat terbaik l Pinunjul Award untuk kategori Kota/Kabupaten Non-Indeks Harga Konsumen (Non-IHK) tingkat Provinsi Jawa Barat 2025. Penghargaan ini merupakan kolaborasi banyak pihak terkait, khususnya apresiasi terhadap kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) atas keberhasilannya dalam pengendalian inflasi dan stabilitas ekonomi. Sehingga harga bahan pokok tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemerintah Kota Banjar juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-16 berturut-turut dari BPK RI, menegaskan komitmennya pada pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan sesuai prinsip akuntansi pemerintah, menjadikannya salah satu daerah dengan rekor tertinggi di Jawa Barat untuk akuntabilitas keuangan daerah. Yang tak kalah membanggakan, Kota Banjar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Penghargaan Perlindungan Konsumen untuk kategori Daerah Tertib Ukur Tahun 2025. Penghargaan ini menegaskan komitmen Kota Banjar dalam melindungi hak konsumen, khususnya dalam hal keakuratan barang yang diperdagangkan.

Selain prestasi di bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan, sederet prestasi juga diraih dalam bidang kesehatan dan sosial masyarakat. Prestasi tersebut dibuktikan dengan penerimaan Penghargaan Swasti Saba Padapa 2025 Tingkat Nasional. Ini adalah penghargaan bagi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang dinilai aman, nyaman, sehat, dan bersih bagi warganya. Lantas Kota Banjar meraih Juara 1 dalam Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) kategori Kota. Program ini fokus pada pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di desa/kelurahan binaan. Ini membuka kacamata masyarakat bahwa wanita juga harus berdaya, berkarya, dan berjaya.

Sungguh tak disangka, kota kecil ini terus berproses dan bertumbuh di kancah regional bahkan nasional. Kota Banjar juga tercatat mendapatkan penghargaan di bidang kewilayahan dan kebudayaan, antara lain Anugerah Gapura Sri Baduga 2025 tingkat Jawa Barat yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang terintegrasi. Selanjutnya Kecamatan Purwaharja di Kota Banjar pun berhasil meraih Kinerja Tertinggi ke-1 dalam Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan Tingkat Provinsi Jawa Barat, membuktikan bahwa kinerja pelayanan publik berjalan baik hingga ke level kecamatan. Tentu penghargaan-penghargaan tersebut bukan hanya sebagai simbolis semata, tapi hal ini menunjukkan komitmen nyata pemangku kebijakan dan warganya dalam mewujudkan Kota Banjar yang semakin maju. Namun, di sisi lain juga terdapat Pekerjaan Rumah (PR) yang belum kunjung usai.

Kritik Tajam pada PR yang Belum Kunjung Usai

Tahukah kamu, Banjar Water Park (BWP)? BWP adalah isu klasik yang tak kunjung tuntas. Aset bernilai miliaran rupiah ini dalam kondisi “mati suri” dan mengalami kerusakan aset yang parah. BWP telah tutup sejak Mei 2019, dan sekitar 80 persen asetnya dilaporkan rusak atau hilang. Sempat senang sebetulnya melihat dibangunnya proyek wahana baru “The Mummy”, namun proyek itu kini mangkrak selama lebih dari dua tahun. Ini menjadi sebuah pertanyaan, mau dibawa kemanakah nasib BWP? Apakah akan dilikuidasi? Atau direvitalisasi? Semakin lambat pengambilan keputusan, maka akan semakin membuat aset daerah terus menyusut nilainya.

Beberapa waktu ke belakang, ramai juga terkait dampak Bendungan Leuwikeris. Meski Bendungan Leuwikeris adalah Proyek Strategis Nasional, proses impounding (pengisian air) pada 2024-2025 berdampak pada debit Sungai Citanduy. Perumdam Tirta Anom (PDAM) juga sempat mengalami gangguan suplai air baku karena debit sungai turun drastis. Pemkot Banjar seharusnya punya contingency plan (rencana cadangan) yang lebih kuat, seperti pembuatan sumur dalam di titik intake, agar ketergantungan pada debit permukaan Citanduy tidak menyengsarakan warga saat musim kemarau atau pemeliharaan bendungan.

Beralih dari itu, lagi-lagi soal Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjar. Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar (Agustus 2023/2024), TPT Kota Banjar berada di kisaran 5-6%. Meski trennya fluktuatif, angka ini perlu ditekan. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan industri lokal? Mengingat Banjar adalah kota transit, sektor apa yang sebenarnya menyerap tenaga kerja? Realitasnya, mencari kerja di Banjar masih seperti mencari jarum dalam jerami. Kita punya banyak sarjana, tapi minim industri penyerap. Jangan sampai Banjar hanya menjadi “pabrik” pengangguran terdidik, atau sekadar kota pensiunan yang nyaman untuk hari tua tapi “kering” bagi anak muda yang haus karya.

Hal senada pun terpantau ramai diperbincangkan netizen pada sebuah konten video yang menampilkan ungkapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bahwa Kota Banjar adalah Kota Ripuh di laman media sosial harapanrakyat.com. Netizen ramai-ramai mengiyakan ungkapan tersebut dengan berbagai realita, salah satunya seperti banyaknya orang-orang asli Kota Banjar justru merantau ke luar kota dengan alasan kecilnya UMR dan sulitnya lapangan pekerjaan.

Polemik juga muncul di bidang lingkungan. Ketika Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kamisama di Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) dan pengelola (PT Top Tekno Indo/Hejotekno) mengalami penumpukan sampah, target konsumen tidak tercapai, dan saling tuding dalam perjanjian kerja sama. Hal ini menyebabkan potensi pemutusan kontrak dan masalah kesehatan warga, dengan warga sekitar (Forum Ketua RT) mendesak penyelesaian masalah tersebut.

Dalam tulisan yang penuh dengan kekurangan ini, sama sekali tidak ingin menyudutkan salah satu pihak. Tulisan ini juga bukan nyinyiran, melainkan surat cinta dari seorang anak muda yang tidak ingin melihat kotanya jalan di tempat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Mari duduk, diskusi  dan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk membangun Kota Banjar berdaya! Jangan tutup mata, jangan tutup telinga, mari sama-sama berperan pada suatu hal yang bisa kita lakukan. Kalo kata BJ.Habibie, “Berikan yang terbaik dari yang bisa kita berikan.” Mulai kokoh dari lingkup terkecil yaitu menjadi pribadi yang baik, keluarga yang memberikan rasa aman, menjadi masyarakat yang berpartisipasi aktif, dan abdi negara yang amanah. Tangkap setiap tanda-tanda di sekitar kita. Jadikan yang belum baik menjadi baik, yang sudah baik semakin baik. Salam Kolaborasi!

***

MEMBACA KOTA BANJAR: DI BALIK DERETAN TROFI DAN PR YANG BELUM KUNJUNG USAI Read More »

CATATAN LITERASI AKHIR TAHUN YRBK GELAR BERBAGAI KEGIATAN

Sepanjang bulan Desember 2025 Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) menggelar sejumlah kegiatan sebagai agenda penutup akhir tahun. Kegiatan diawali dengan Safari Literasi ke beberapa sekolah, diantaranya ke SMKN 1 Banjar, SDN 2 Langensari, dan SDN 3 Banjar.

Di SMKN 1 Banjar Safari Literasi dimotori Komunitas Remaja Pustaka (KRP) kumpulan siswa pegiat literasi SMKN 1 Banjar yang dibina Kepala Perpustakaan SMKN 1 Banjar, Aang S. Faizar. Kegiatan Safari Literasi juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi oleh guru dan siswa serta testimoni dari Duta Baca Kota Banjar serta motivasi literasi dari Pendiri YRBK Sofian Munawar. Acara dipungkas dengan penyerahan Pigam Penghargaan dari YRBK untuk SMKN 1 Banjar yang diserahkan oleh Sekretaris YRBK Ivan Mahendrawanto diterima oleh Susi Rusmiati, mewakili Kepala SMKN 1 Banjar.

Di SDN 2 Langensari Safari Literasi YRBK juga berkolaborasi dengan Duta Baca Kota Banjar. Acara diwali dengan Redathon yang dipimpin salah satu guru senior Anisah Darajati. “Kami sudah biasa melaksanakan kegiatan redathon setiap hari Rabu,” ujar Elis Rohmawati, Kepala UPTD SDN 2 Langensari. Acara Safari Literasi dipungkas penyerahan hadiah buku dari Pendiri YRBK Sofian Munawar untuk SDN 2 Langensari.

Sementara di SDN 3 Banjar Safari Literasi YRBK secara khusus dimaksudkan untuk menyampaikan apresiasi dimana pada agenda kegiatan literasi sebelumnya, SDN 3 Banjar merupakan sekolah dengan tingkat partisipasi tertinggi dalam kegiatan Parade Puisi Guru (PPG) yang digelar YRBK. “Selamat untuk SDN 3 Banjar, guru-gurunya yang semangat telah melahirkan para siswa juara,” ucap Sofian. Acara dipungkas dengan penyerahan Piagam Penghargaan dari YRBK untuk UPTD SDN 3 Banjar.

Kegiatan berikutnya yang menjadi penanda agenda literasi akhir tahun adalah sharing session yang disampaikan salah satu pegiat literasi RBK, Adinda Zahra Sofiantima. Adinda berbagi cerita pengalamannya sebagai delegasi International Future Leader (IFL) 2025 di Singapura dan Malaysia. “Pengalaman ini bukan saja menarik tapi juga memberikan saya insight betapa pentingnya literasi untuk menyiapkan dan menyongsong masa depan. Semoga pengalaman kecil ini juga dapat memberikan inspirasi untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Adinda yang juga meraih Anugerah Gapura Pancawaluya untuk kategori siswa.

Sementara itu, Guru SMAN 3 Banjar yang juga Pengurus YRBK Putri Sri Jayanti mendapatkan Anugerah Gapura Pancawaluya untuk kategori Tendik. Sebelumnya, Putri Sri Jayanti juga mendapatkan kesempatan untuk melancong ke Thailand atas prestasi yang diraihnya sebagai Exellence in Innovative Teaching. “Alhamdulillah ini kado akhir tahun yang sangat indah buat pegiat literasi dan juga buat RBK,” kata Siti Maroah, Ketua YRBK.

Puncak acara akhir tahun yang menjadi pamungkas kegiatan literasi 2025 ditandai dengan peluncuran dan diskusi buku berjudul WAQOF, bertempat di Sekretariat YRBK. Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku dari penulisnya yaitu Dedeh Rohayati, Dosen FKIP Universitas Galuh (UNIGAL) kepada Ketua YRBK Siti Maroah disaksikan puluhan peserta dari sejumlah sekolah, kampus, dan para pegiat literasi masyarakat di Kota Banjar.

Peluncuran dan diskusi buku juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi dan monolog dari para siswa, mahasiswa dan guru yang hadir. Para penampil antara lain: Rikardo Padlika Gumelar dan Refanatha Adialine Athifa Sutadi. Keduanya merupakan siswa berprestasi yang telah memenangkan sejumlah event Lomba Baca Puisi di Kota Banjar dan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Rangkaian acara dipungkas dengan membuat puisi secara kolaboratif, dipandu oleh Yuyus Suptiatna. Semua peserta yang hadir terlibat menyumbangkan kata, masing-masing satu kata dan kemudian terciptalah beberapa puisi hasil rekaan masing-masing peserta dari “arisan kata” itu. Beberapa peserta tampil menyampaikan rekaan puisi masing-masing dan dipungkas dengan pembacaan puisi oleh Yuyus Supriatna. “Waah kalau kegiatan seperti ini dapat kita tradisikan, saya optimis budaya literasi kita akan semakin meningkat,” kata Sofian Munawar yang memandu acara ini seraya memungkas rangkaian acara dengan potong tumpeng bersama. **

 

Link Informasi Terkait:

Safari Literasi di SMKN 1 Banjar: https://www.instagram.com/p/DSV8aGak-qw/

Safari Literasi di SDN 2 Langensari: https://www.instagram.com/p/DSXZYQmDL8T/

Safari Literasi di SDN 3 Banjar: https://www.instagram.com/p/DSTe328EzMT/

Anugerah Pancawaluya: https://www.instagram.com/p/DSYotFoDDzs/

Apresiasi IFL 2025: https://www.instagram.com/p/DRtfrQskfP_/

Peluncuran Buku WAQOF: https://www.instagram.com/p/DSY-wOxkSss/

 

Liputan Berita Media:

Arah Pena: https://www.arahpena.com/berita/77916455119/yrbk-bersama-mitra-gelar-literasi-akhir-tahun-buku-waqof-resmi-diluncurkan

Bandung Pos: https://bandungpos.id/sambut-hari-ibu-2025-yrbk-luncurkan-buku-waqof/

Kabar Priangan: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199881764/hari-ibu-diluncurkan-buku-puisi-waqof-di-markas-yrbk?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

Zona Literasi: https://zonaliterasi.id/yrbk-gandeng-yayasan-kiprah-nusa-global-dan-rumah-literasi-banjar-luncurkan-buku-waqof/

 

Kabar Priangan Edisi Cetak, Selasa 23 Desember 2025

CATATAN LITERASI AKHIR TAHUN YRBK GELAR BERBAGAI KEGIATAN Read More »

LITERASI KESEHATAN

Kesehatan merupakan salah satu isu penting dalam kehidupan manusia. Literasi Kesehatan karenanya menjadi hal fundamental untuk dikaji secara serius. Dengan memanfaatkan momentum Hari Kesehaan Nasional (HKN), Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) bersama Dinas Kesehatan Kota Banjar, Klinik PKU Muhammadiyah, STIT Muhammadiyah dan sejumlah pihak lainnya terutama dari komunitas sekolah di Kota Banjar menggelar Seminar Literasi Kesehatan.

Sebagai mana kita mafhum bahwa setiap 12 November pemerintah memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kesehatan masyarakat, baik kesehatan diri, keluarga maupun lingkungan. Peringatan HKN juga bertujuan membangun semangat, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat serta mengajak masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tema HKN tahun ini adalah “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” menjadi momentum tersendiri bagi kawula muda untuk turut berkiprah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Dalam semangat inilag Seminar Literasi Kesehatan yang diproyeksikan bagi kawula muda di Kota Banjar digelar. Berikut dapat disimak dokumentasi kegiatannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Link berita terkait:

  1. Arah Pena.id

Peringati HKN, YRBK Gelar Seminar:

https://www.arahpena.com/berita/77916243517/peringati-hkn-2025-seminar-literasi-kesehatan-digelar-yayasan-ruang-baca-komunitas

  1. Bandung Pos

Ramaikan HKN 2025, Seminar Digelar:

https://bandungpos.id/ramaikan-hkn-2025-digelar-seminar-literasi-kesehatan/

  1. Kabar Priangan

Hari Kesehatan Nasinla Jadi Momentum Penerbitan Buku:

https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199790142/hari-kesehatan-nasional-dijadikan-momentum-penerbitan-buku-terbaru-literasi-budaya-phbs?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

 Zona Literasi

HKN 2025, YRBK dan PKU Muhammadiyah Gelar Seminar Literasi Kesehatan: https://zonaliterasi.id/hkn-2025-yrbk-klinik-pku-muhammadiyah-banjar-gelar-seminar-literasi-kesehatan/

  1. Redaksi Radar TV

Puluhan Pelajar Dilatih Menulis Literasi Kesehatan:

 

 

Link terkait lainnya:

Semangat Literasi Kesehatan: https://www.instagram.com/p/DRBZpFPk9vi/

Generasi Sehat Masa Depan Hebat: https://www.instagram.com/p/DQ62s31E30W/

 

LITERASI KESEHATAN Read More »

KAWULA MUDA MENATAP INDONESIA: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri

Sinopsis
Buku ini merupakan hasil dari kegiatan Lokakarya Penulisan Kreatif bagi Pegiat Literasi Masyarakat yang dilaksanakan oleh Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) sebagai penerima Bantuan Pemerintah (BanPem) Fasilitasi Program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025 dari Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Buku ini berisi ragam pengalaman dari 32 Penulis yang merupakan para Pegiat Literasi dari berbagai kalangan: pegiat taman bacaan masyarakat, pustakawan desa dan kelurahan, duta baca sekolah, komunitas literasi pesantren, serta komunitas literasi kampus perguruan tinggi dan para pegiat literasi lainnya.

Kata Pengantar
Siti Maroah (Ketua YRBK)

Editor
Pandu Pribadi
Sofian Munawar

Penulis
Ade Irma Rohayani, Adinda Zahra Sofiantima, Aditya Wiguna, Alan Maulana Aldiansyah, Aura Deta Dwianti, Bunga Auliya, Clara Alessia Adinata, Elkhotoun Dzatusy-syawkah, Fahmi Raihan, Hesti Ramadhani Nur Qolbi, Heti Nuridayani, Irfan Muhamad Paujan, Irsyad Al Haq, Isna Nabila, Katherine Fralica, Khoerul Afifah, Kirana Sekar Aulia, Lilis Suryani, Maiza Raihana, M. Raihan Ab. Manan, Priska Amelia, Nabil Anjani Arjuna Putra, Raisa Azzahra, Raisya Aulia Putri, Rara Sekar Andini, Refanatha Adialine Athifa Sutadi, Salwa Tsaniah Mujahidah, Sinta Ma’rifatuz Zakiyah, Syifa Alifa Bilbina, Tiffany Aulia Permana, Tresna Qinthara Assyifa, Tsabita Kirana Azzahra

Disain Sampul dan Rancang Isi
Erwan Supriyono
Septian Muhammad Sofiawan

Penerbit
Yayasan Ruang Baca Komunitas
Jl. Dewi Sartika, Parunglesang RT 03 RW 08 No.299
Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar 46311
Telpon (0265) 2733310
Email: ruangbacakomunitas@gmail.com

 Data Koleksi
QRCBN: 62-1153-1750-972
Cetakan Pertama, Oktober 2025
vii + 136  halaman, 15,5 X 23,5 cm

Ringkasan Visual Buku: https://www.instagram.com/p/DQRHuokDLHy/
Link versi e-book silahkan unduh di sini

KAWULA MUDA MENATAP INDONESIA: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri Read More »

LAPORAN SEMINAR PUBLIK DAN PELUNCURAN BUKU: Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat

Mengacu pada Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, No. 3648/I/BS.01.02/2025 Tentang Penetapan Calon Penerima Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2025, Ruang Baca Komunitas (RBK) telah ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan Pemerintah (BanPem) Fasilitasi Program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat.

Berdasarkan proposal yang diajukan, kami memiliki dua kegiatan utama dalam fasilitasi program Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi kawula muda Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar. Kedua, Seminar Publik dan Peluncuran hasil dari kegiatan lokakarya. Untuk kegiatan pertama, Lokakarya Penulisan Kreatif bagi Pegiat Literasi telah terlaksana. Laporannya dapat disimak di sini: https://ruangbacakomunitas.com/peningkatan-kapasitas-pegiat-literasi-masyarakat-kota-banjar-melalui-lokakarya-penulisan-kreatif/

Tulisan ini merupakan laporan kegiatan kami yang kedua, yaitu Seminar Publik dan Peluncuran Buku hasil dari kegiatan lokakarya. Kegiatan ini telah dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun ini: Selasa 28 Oktober 2025 bertempat di Aula STIT Muhammadiyah Banjar. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah dari Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjar, para pustakawan Desa dan Kelurahan serta para pegiat literasi lainnya seperti dari pesantren, sekolah dan kampus perguruan tinggi se-Kota Banjar.

Wakil Ketua STIT Muhammadiyah, Geri Garyadina Mauluddin memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, literasi menjadi hal penting bagi kawula muda baik mahasiswa, siswa maupun para pegiat literasi masyarakat pada umumnya. Senada dengan itu, Sekretaris RBK Ivan Mahendrawanto menjelaskan bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Dijelaskannya bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yakni Lokakarya Penulisan Kreatif Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi.

“Prosesnya cukup panjang, mulai dari penjaringan peserta untuk Lokakarya, kemudian setelah terpilih mereka diikutsertakan dalam lokakarya. Hasil tulisannya kemudian kami edit dan Alhamdulillah dari kegiatan itu kini sudah terhimpun buku antologi pegiat literasi dengan judul Kawula Muda Menatap Indonesia yang hari ini akan diluncurkan dan dibedah dalam seminar publik,” jelas Ivan.

Adapun yang menjadi narasumber seminar adalah: Dr. (HC) Aan Alamsyah, S.Pd., S.T., M.Pd.I (Dosen STIT Muhammadiyah Banjar), Alfi Mauluddin, ST., MM (Direktur Desa Bahasa Banjar) dan Sofian Munawar (Pendiri Ruang Baca Komunitas) serta dipandu moderator Putri Sri Jayanti yang merupakan Guru SMAN 3 Banjar.

Narasumber pertama, Aan Alamsyah menjelaskan tema seputar ekosistem kepenulisan baik di kalangan kampus maupun di kalangan masyarakat umumnya. Berikutnya, Direktur Desa Bahasa Banjar Alfi Mauluddin menuturkan soal kreasi dan inovasi bagi para pegiat literasi terutama dengan mengambil komparasi pada budaya negara-negara maju terutama Jepang, Australia dan Eropa. Sementara itu, Pendiri YRBK Sofian Munawar menyampaikan berbagai pengalaman dunia literasi sembari memprovokasi para kawula muda agar terus berkarya.

Agenda sebelunya, diawali dengan peluncuran buku antologi pegiat literasi yang bejudul Kawula Muda Menatap Indonesia. Buku ini ditulis oleh 32 pegiat literasi dari berbagai kalangan. Terkait dengan buku ini,  Ketua YRBK Siti Maroah menyebutkan bahwa buku ini merupakan terbitan ke-92 yang dihasilkan YRBK bersama komunitas pegiat literasi di Kota Banjar. “Kami tentu bersyukur, berkat dukungan semua pihak, terutama dari Badan Bahasa Kemendikdasmen, buku ini dapat terbit dan diluncurkan sesuai target yang diharapkan, yakni bertepatan pada momentum hari Sumpah Pemuda,” ucapnya.

“Kami berharap, hadirnya buku ini dapat menjadi kado spesial di hari Sumpah Pemuda. Kado dari kawula muda untuk Indonesia dan lebih penting lagi ini dapat menjadi penanda bahwa semangat dan gerakan literasi di Kota Banjar tidak akan pernah pudar,” tambahnya.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pentas kreasi seni dari perwakilan mahasiswa STIT Muhammadiyah Banjar serta penampilan puisi spesial tema Sumpah Pemuda. Puisi refleksi berjudul “Mana Sumpahmu” karya Pendiri RBK, Sofian Munawar dibacakan secara parade oleh Clara Alessia Adinata dan Refanatha Adialine Athifa Sutadi. Keduanya adalah pegiat literasi yang menjadi Juara Lomba Baca Puisi dan Juara Lomba Story Ttelling, serta keduanya juga merupakan Tim Penulis buku Kawula Muda Menatap Indonesia: Inspirasi Pegiat Literasi untuk Negeri yang merupakan hasil dari kegiatan Lokakarya dari program ini. Acara kemudian dipungkas dengan penyerahan plakat kegiatan dari Ketua YRBK kepada lembaga pendukung serta pembagian buku dan sertifikat kepada para Penulis buku.

Dokumentasi kegiatan dapat disimak pada link berikut:

 

Facebook RBK:

https://web.facebook.com/photo?fbid=2354435885009753&set=pcb.2354437078342967

 

Instagram Ruang Baca Komuitas:

https://www.instagram.com/p/DQbqVYWjLLh/

 

Link Berita Terkait:

 

  1. Arah Pena

Perkuat Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar  RBK Gelar Seminar Publik dan Luncurkan Buku Antologi https://www.arahpena.com/berita/77916159907/perkuat-komunitas-pegiat-literasi-di-kota-banjar-rbk-gelar-seminar-publik-dan-luncurkan-buku-antologi

 

  1. Bandung Pos

RBK Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku Untuk Penguatan Komunitas Pegiat Literasi di Kota Banjar – Bandung Pos https://share.google/rrjf7mcQeCCdMmQr5

 

  1. Kabar Priangan

Kado Sumpah Pemuda dari Ruang Baca Komunitas: https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-3199751294/sumpah-pemuda-pegiat-literasi-yrbk-luncurkan-buku-ke-92-kawula-muda-menatap-indonesia?utm_source=social_link&utm_medium=social_link

 

  1. Redaksi RADAR-TV

Peringati Sumpah Pemuda dengan Karya: https://www.youtube.com/watch?v=0gtlebL49Aw

 

  1. Zona Literasi

RBK Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku: https://zonaliterasi.id/rbk-gelar-seminar-publik-dan-peluncuran-buku-penguatan-komunitas-pegiat-literasi-di-kota-banjar/

 

  1. Tribuna News.co.id:

Tingkatkan Kapasitas Pegiat Literasi, YRBK Kota Banjar Gelar Seminar Publik dan Peluncuran Buku | Berita TribuanaNews.co.id https://share.google/mujEVvPOl2XfTYjBQ

 

LAPORAN SEMINAR PUBLIK DAN PELUNCURAN BUKU: Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat Read More »

LITERASI MERDEKA YRBK TAHUN 2025

RUANG BACA KOMUNITAS – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 diperingati dengan beragam kegiatan sebagai ekspresi kebahagiaan di berbagai tempat di Indonesia. Ragam lomba yang biasa dilakukan menjelang HUT RI tentunya sudah pasti meramaikan hajatan nasional itu.

Di Kota Banjar, Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) merayakan hari merdeka dengan cara berbeda. Salah satunya dengan menggelar Safari Literasi Merdeka di sejumlah sekolah. Dalam bulan kemerdekaan ini, YRBK mengadakan Safari Literasi Merdeka di sejumlah sekolah, antara lain di SD Negeri 1 Wainginsari, SD Negeri 2 Pataruman, SMPIT Mustika, dan SMK Pasundan 1 Kota Banjar.

 

  1. Safari Literasi di SDN 1 Waringinsari

https://www.instagram.com/p/DNAH7whszYc/

 

  1. Safari Literasi di SDN 2 Pataruman

https://www.instagram.com/p/DNOD-iGsqsv/

 

  1. Safari Literasi di SMPIT Mustika

https://www.instagram.com/p/DNA3lxGTUQw/

 

  1. Safari Literasi di SMK Pasundan 1

https://www.instagram.com/p/DNQeaPjTBXt/

 

Link Berita Terkait:

 

Liputan Bandung Pos

https://bandungpos.id/safari-literasi-merdeka-ala-ruang-baca-komunitas-kota-banjar/

 

Liputan Visi News

https://visi.news/yrbk-gelar-safari-literasi-merdeka-refleksikan-kemerdekaan-lewat-literasi/

 

Liputan Rakyat Priangan

https://www.rakyatpriangan.com/jawa-barat/14315741301/safari-literasi-merdeka-cara-unik-yrbk-rayakan-kemerdekaan-di-kota-banjar

 

Liputan Arah Pena.id

https://www.arahpena.com/berita/77915739438/yrbk-gelar-safari-literasi-merdeka-di-kota-banjar-rayakan-hut-ri-ke-80

 

 

Link Terkait Lainnya:

 

Dirgahayu Indonesia dari RBK

https://www.instagram.com/p/DNhMtZMscWx/

https://www.instagram.com/p/DNapYcwMv9_/

 

Safari Literasi YRBK 2025

 

Beureum Bodas, Pamungkas Literasi Merdeka 2025

 

LITERASI MERDEKA YRBK TAHUN 2025 Read More »

SEWINDU YRBK

RUANG BACA KOMUNITAS – Dua sekolah dasar dan pegiat literasi di Kota Banjar, Jawa Barat menerima penghargaan sebagai sekolah dan tokoh peduli literasi dari Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK).

Penghargaan tersebut diberikan saat acara puncak Literasi Ramadhan yang berlangsung di Aula Toserba Pajajaran, Rabu (3/4/2024).

Pemberian penghargaan itu juga dalam rangka memperingati Harlah YRBK Kota Banjar, yang mana pada 4 April 2024 ini memasuki usianya ke-8 atau genap satu windu.

Pendiri YRBK Kota Banjar Sofian Munawar mengatakan, terdapat tiga kategori penghargaan yaitu kategori lembaga atau sekolah. Yakni sekolah peduli literasi, perusahaan atau korporasi dan tokoh literasi.

Untuk kategori sekolah atau lembaga yang menerima penghargaan sebagai sekolah peduli literasi yaitu SDN 1 Banjar dan SMPIT Insantama. YRBK menilai dua sekolah tersebut sangat aktif dan menonjol dalam kegiatan literasinya.

Kategori Penghargaan Tokoh Peduli Literasi dari YRBK Kota Banjar
Pemberian penghargaan yang kedua yaitu kategori perusahaan atau korporasi peduli literasi. Penghargaan pada kategori ini YRBK berikan kepada Toserba Pajajaran, yang mana perusahaan ini memiliki kepedulian tinggi dalam mendorong kegiatan literasi di Banjar.

Baca Juga: RBK Kota Banjar Raih Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpusnas

Adapun kategori tokoh peduli literasi diberikan kepada empat orang, yaitu Imas Wahidah (Pengawas Kemenag Kota Banjar), Oo Kosidin (Kepala SMKN 4 Banjar).

Kemudina, Tina Cahya Mulyatin (Ketua STISIP Bina Putera Banjar), dan Kusmana (Kepala UPTD SMPN 8 Banjar).

“Para tokoh tersebut telah berdedikasi dan memberikan inspirasi dengan ragam kapasitas yang mereka miliki,” kata Sofian Munawar, Kamis (4/4/2024).

Lanjutnya menyebut, YRBK juga memberikan apresiasi kepada korporasi dan sekolah yang punya atensi tinggi terhadap kegiatan literasi.

Menurutnya, pemberian penghargaan kepada para pegiat dan tokoh peduli literasi seharusnya diberikan oleh pemerintah.

“Idealnya pemerintah yang memberikan penghargaan seperti ini. Karena yang kami lakukan mewakili masyarakat ini hanya ikhtiar kecil mengapresiasi kiprah serta kepedulian mereka,” ungkap Sofian.

Ia menambahkan, pemberian penghargaan tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan Literasi Ramadhan. Sekaligus menyambut momen Harlah ke-8 Yayasan Ruang Baca Komunitas.

Baca Juga: Hari Guru, Kepala SMPN 3 Banjar Raih Penghargaan Tingkat Nasional

“Pada momen ini YRBK juga menggelar lima kegiatan, yaitu Safari Literasi Ramadhan, Ramadhan Menulis, Parade Puisi Ramadhan, dan berbagi inspirasi,” pungkasnya.***

Sumber: https://www.harapanrakyat.com/2024/04/sewindu-yrbk-kota-banjar-berikan-penghargaan-4-tokoh-peduli-literasi/

Informasi terlait lainnya:

Apresiasi Literasi 2024

Sekolah dan Tokoh Peduli Literasi

8 Tahun RBK Golorakan Semangat Literasi

SEWINDU YRBK Read More »

Scroll to Top