Banjar Masagi

KADO SPESIAL ULTAH KE-23 KOTA BANJAR

Februari tahun 2026 ini Kota Banjar memasuki usia yang ke-23 tahun. Sebagaimana kita ketahui bahwa Kota Banjar Jawa Barat lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 yang merupakan peningkatan dari satus sebelumnya sebagai kota administratif. Berawal dari sini maka tanggal 21 Februari 2003 ditetapkan sebagai tonggak Hari Jadi Kota Banjar. Peringatan Hari Jadi Kota Bajar tahun ini mengusung tema “Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa”.

Banyak ragam kegiatan yang dilakukan dalam menyambut Hari Jadi Kota Banjar, salah satu kreasi dan inisiatif kami dari Yayasan Ruang baca Komunitas (YRBK) dengan menerbitkan buku berjudul “Semangat Literasi Wujudkan Banjar MASAGI”. Penerbitan buku ini diharapkan dapat menjadi kado spesial Hari Jadi Kota Banjar tahun ini.

Buku setebal 154 halaman ini ditulis oleh 20 orang dari berbagai kalangan dengan beragam sudut pandang: sosial, agama, pendidikan, pariwisata, tata kota, baik berupa apresiasi maupun kritik untuk kondisi Kota Banjar yang lebih baik. Kedua puluh Penulis yaitu: Asep Suharto, Dinar Nur Fadhilah, Enay Sunarsih, Endang Tuti Supriatin, Eris Munandar, Herri Herdiman, Hermanto, Ina Indriyani, Mohammadan Yogarsiwayan, Nova Chalimah Girsang, Nurholiah, Rahila Sayidah Afifah Khansa, Reni Rahmawati, Reny Andriany, Rini Apriani, Siti Maryam, Tatang Mugiyana, dan Zahwa Ilmayra Cahyani serta tiga orang editor: Ivan Mahendrawanto, Putri Sri Jayanti, dan Sofian Munawar.

Buku ini merupakan ikhtiar kecil untuk memotret dan menyajikan sekelumit dinamika perjalanan kota dari berbagai sudut pangdang. Di dalamnya termuat sejumlah apresiasi dan juga kritik: saran serta masukan sebagai bagian dari kecintaan warganya untuk terus mendorong agar Kota Banjar senantiasa terus tumbuh menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang,

 

Cover Buku Semangat Literasi wujudkan Banjar Masagi

Link Informasi Terkait:

https://www.instagram.com/p/DVJcngrDLaQ/

https://www.instagram.com/p/DVP16rjDBq-/

https://www.instagram.com/p/DVO7SjWk0Gu/

https://www.instagram.com/p/DVUcVtIDBmd/

 

Link Berita Terkait:

https://www.arahpena.com/berita/77916799746/di-balik-peluncuran-buku-literasi-ini-ada-pesan-kritis-untuk-para-pengambil-kebijakan-dan-anggota-dprd-kota-banjar

https://bandungpos.id/peluncuran-buku-dan-parade-puisi-gelorakan-literasi-ramadan-1447h/

https://kabarbanjar.pikiran-rakyat.com/kabar-banjar/pr-31910023327/apresiasi-dan-kritik-hut-ke-23-kota-banjar-dibukukan-20-penulis

 

KADO SPESIAL ULTAH KE-23 KOTA BANJAR Read More »

URGENSI LITERASI MENDORONG BANJAR MASAGI

Sofian Munawar

Founder Yayasan Ruang Baca Komunitas

Dalam momentum ulang tahun kota, saya lebih memilih istilah “mengkhidmati” ketimbang merayakan. Namun, apa pun istilahnya, mengkhidmati ataupun merayakan hari jadi sebuah kota setidaknya memiliki enam kepentingan utama. Pertama, menghormati sejarah. Perayaan ulang tahun merupakan upaya untuk menghormati hari jadi kota dan mengenang sejarah berdirinya kota. Kedua, meningkatkan kebanggaan. Perayaan ini dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kota tercinta. Ketiga, mempromosikan pariwisata. Perayaan hari jadi kota juga dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan kota sebagai destinasi wisata, sehingga berimplikasi meningkatkan ekonomi lokal. Kelima, sebagai media hiburan warga. Perayaan hari jadi kota dapat menghibur masyarakat dengan berbagai acara dan kegiatan. Keenam, meningkatkan kesadaran masyarakat. Perayaan hari jadi kota dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota.

Meskipun disebutkan paling akhir, point keenam tersebut menurut saya lebih penting dan reflektif. Dalam konteks Kota Banjar, perayaan hari ulang tahun kota dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan panjangnya. Hari jadi Kota Banjar adalah momen yang tepat untuk merefleksikan perjalanan kota ini dari masa ke masa. Apa yang telah dicapai? Apa yang masih perlu diperbaiki? Bagaimana kita dapat membuat Kota Banjar menjadi lebih baik? Beberapa pertanyaan lainnya dapat kita ajukan sebagai bahan renungan. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Apa tantangan terbesar yang dihadapi Kota Banjar saat ini? Bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat? Apa peran kita dalam membangun Kota Banjar? Dengan merefleksikan pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat menemukan inspirasi dan motivasi untuk membuat Kota Banjar menjadi lebih baik di masa depan.

Bangga pada Kota Tercinta

Pertanyaan pertama dapat kita deskripsikan sekaligus mencoba menginventarisir alternatif jawabannya. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Harus disadari bahwa Kota Banjar memiliki banyak rapa hal yang dapat membuat kita bangga. Kita dapat mendeskripsikannya mulai dari aspek budaya dan tradisi yang dimiliki, sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisata di dalamnya, maupun potensi sosial-kultural dan sejarah.

Dari aspek sosial-kultural, Kota Banjar memiliki potensi sosial budaya yang kaya. Letak geografis yang strategis perlintasan Sunda dan Jawa menjadikan Kota Banjar sebagai perlintasan budaya sehingga memiliki pengaruh budaya Sunda dan Jawa yang unik. Dari sini bukan saja lahir ragam pertunjukan budaya seperti tari-tari tradisional yang khas, tapi juga produk-produk kerajinan rumahan, seperti ragam anyaman bambo, kerajinan kayu, kampung angklung, batik tarum, serta ragam kuliner yang sering dipamerkan dalam kegiatan fetival budaya dan pesta rakyat. Dengan potensi sosial-kultural yang kaya, Kota Banjar dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan.

Demikian halnya dari aspek sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisa yang ada di dalamnya. Dari lokasi tertinggi di Puncak Pagarbatu, Batulawang Pataruman hingga lokasi terendah di seputaran sungai Citanduy, Kota Banjar menawarkan bentangan alam yang indah. Hamparan sawah di Pasirleutik nan cantik menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dan mempesona. Sawah-sawah yang hijau dan terhampar luas, dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau, menciptakan suasana yang sangat damai dan tenang. Sementara dari Bukit Pejamben kita dapat menikmati pemandangan Kota Banjar yang terbentang luas, dengan sawah-sawah hijau dan bukit-bukit yang mengelilingi. Bukit Pejamben juga populer sebagai spot fotografi, terutama saat sunrise atau sunset.

Masih banyak tempat lainnya yang menawarkan keindahan Kota Banjar. Ada Situ Leutik, danau indah yang berada dekat pusat kota. Ada Curug Panganten, Edu Wisata Kampung Domba, Bukit Jambu, Bendungan Wadas Lintang, Tebing Tambang Batu Mandalare, dan masih banyak lagi yang lainnya.[1] Selain itu, ada juga destinasi wisata sejarah seperti Situs Banjarkolot, Makam Arya Kemuning, Situs Singaperbangsa, dan situs Kokoplak, sebuah situs sejarah yang memiliki peran penting dalam memberikan bukti tentang keberadaan penyebaran Islam pada masa kesultanan Mataram. Lokasi situs Kokoplak berada di Dusun Pananjung, Desa Sinar Tanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. [2]

Walhasil, dari sisi potensi alam, sejarah, sosial-budaua, pariwisata, dan berbagai aspek lainnya menunjukkan bahwa Kota Banjar memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kota Banjar memiliki banyak hal yang dapat menjadi modal sekaligus menjadi sumber kebanggaan bagi warganya.

 Tantangan Terbesar Kota Banjar

Meskipun Kota Banjar memiliki beragam potensi, namun kita juga tidak bisa menutup mata akan adanya ragam persoalan yang menjadi kendala. Dari berbagai pemberitaan di media massa dan temuan lapangan yang dilansir berbagai pihak tampak pula bahwa Kota Banjar menghadapi beberapa tantangan besar. Setidaknya, ada lima tantangan utama yang masih menjadi persoalan krusial di Kota Banjar saat ini, yaitu:

– Aspek Pendidikan: Angka partisipasi sekolah (APS) untuk usia 16-18 tahun menurun menjadi 67,98% pada 2024, dan hanya 8,85% untuk kelompok usia 7-18 tahun. Banyak anak tidak sekolah, dan kualitas pendidikan masih rendah. [3]

– Aspek Ekonomi: Tingkat kemiskinan masih tinggi, yaitu 5,35% atau sekitar 11,2 ribu jiwa dari total penduduk 209,1 ribu jiwa. PDRB per kapita hanya sekitar Rp26,4 juta, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat.

– Kendala Infrastruktur: Fasilitas kesehatan dan tenaga medis masih kurang, dan banyak Puskesmas yang kekurangan dokter dan perawat.

– Tingginya ketergantungan pada dana pusat: Lebih dari 70% APBD Banjar masih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). [4]

– Korupsi dan birokrasi: Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) masih marak terjadi, menghambat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebaik dan sebesar apa pun modal dasar pembangunan yang dimiliki tentu tidak akan mampu berjalan secara optimal manakala kita tidak mampu menghdapi kendala dan persoalan yang mengganjal. Karena itu, lima tantangan ini perlu segera diatasi dengan beragam program yang dapat menjawab personal itu sehingga pada gilirannya kita mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuat Kota Banjar lebih maju ke depannya.

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Hidup di Kota Banjar?

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar memerlukan upaya bersama dan strategi yang tepat. Setidaknya, ada lima cara yang dapat dilakukan. Pertama, meningkatkan akses Pendidikan. Pastikan semua anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas, termasuk pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Kedua, meningkatkan ekonomi lokal. Dukung UMKM dan industri kreatif, serta meningkatkan infrastruktur ekonomi seperti jalan dan pasar.

Ketiga, meningkatkan Kesehatan. Perkuat fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Keempat, mningkatkan partisipasi masyarakat: libatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pembangunan kota. Kelima, meningkatkan infrastruktur. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus segera melakukan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan sanitasi.

Selain berfokus pada menuntasan masalah, secara bersamaan kita juga dituntut untuk terus mengembangkan ide dan gagasan untuk memajukan Kota Banjar. Menurut hemat saya, hal ini dapat dimulai dari beberapa hal, antara lain melalui lima agenda berikut. Pertama. mengembangkan sektor pariwisata, terutama pariwisata alam. Kembangkan wisata alam seperti Bukit Jambu, Mandalare, dan Situs Kokoplak. Perluasan akses, promosi, dan fasilitas wisata sehingga mampu meningkatkan kunjungan.

Kedua, promosi massif kuliner lokal. Promosikan kuliner khas Banjar, seperti nasi tutug oncom atau lele goreng, untuk menarik wisatawan. Ketga, merancang Festival Budaya secara terprogram. Adakan festival budaya yang menampilkan kesenian dan tradisi lokal untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat sekaligus menarik kunjungan para wisatawan. Keempat, penguatan ekonomi kreatif: Dukung UMKM lokal dengan pelatihan dan promosi produk-produk kreatif, seperti kerajinan tangan atau makanan olahan.

Kelima, mempromosikan infrastruktur hijau. Kembangkan ruang terbuka hijau dan taman kota untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa ide untuk pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat dimplementasikan melalui:

– Taman Kota: Membangun taman kota yang luas dan hijau untuk meningkatkan kualitas udara dan ruang rekreasi masyarakat.

– Jalur Hijau: Membangun jalur hijau di sepanjang jalan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan keindahan kota.

– Kebun Komunitas: Membangun kebun komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan dan memberikan akses ke makanan segar.

– Sistem Pengelolaan Air Hujan: Membangun sistem pengelolaan air hujan untuk mengurangi banjir dan meningkatkan ketersediaan air.

Pengembangan infrastruktur hijau ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan proyek yang berorientasi pada upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar. Dengan perencanaan yang baik, pengelolaan yang efektif, dan partisipasi masyarakat yang aktif, Kota Banjar dapat menjadi kota yang maju dan sejahtera.

Literasi Mendorong Banjar MASAGI

Kota Banjar memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang maju. Dengan sumber daya alam yang kaya, lokasi strategis, dan semangat masyarakat yang kuat, Kota Banjar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi kota yang ideal sesuai tgline yang kini bayak dipakai, MASAGI: Mandiri, Adil, Sejahtera, Agamis, Guyub, dan Inovatif. Dalam konteks ini juga semangat literasi dapat menjadi salah satu modalnya.

Literasi sangat penting dalam mendorong pencapaian Banjar MASAGI karena dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempromosikan inovasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan literasi, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks Banjar MASAGI, literasi dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Selain itu, literasi juga dapat mempromosikan inovasi dan kreativitas, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja.

Oleh karena itu, upaya meningkatkan literasi masyarakat harus menjadi prioritas dalam mencapai Banjar MASAGI. Ini dapat dilakukan melalui program-program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi. Beberapa contoh program dan kegiatan literasi masyarakat yang dapat menunjang tercapainya Banjar MASAGI antara lain:

– Lokakarya Penulisan Kreatif: Meningkatkan kapasitas pegiat literasi masyarakat melalui lokakarya penulisan kreatif, yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis dan kreativitas masyarakat.

– Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunitas: Memberdayakan masyarakat melalui kelompok baca dan diskusi, yang dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat.

– Literasi Digital: Meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat, terutama generasi muda, melalui pelatihan penggunaan perangkat lunak, pemrograman dasar, dan keamanan internet.

– Kelompok Baca dan Diskusi: Membentuk kelompok baca dan diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mengemukakan pendapat masyarakat.

– Penerbitan Buku Antologi: Menerbitkan buku antologi yang berisi karya-karya tulis masyarakat, yang dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap situasi dan kondisi kotanya.

Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju tatanan kehidupan ideal yang diharapkan.

Semangat bersama untuk mengupayakan ikhtiar terbaik ini seperti disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Banjar, H Erman Hendraman. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya tergantung kepada pemerintah dan sektor dunia usaha, tapi idealnya juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam semangat inilah urun-rembug publik yang terdokumentasi dalam buku ini menjadi sesuatu yang urgen sekaligus strategis. Kita berharap, segala impian, harapan, gagasan dan hal-hal baik lainnya dapat terwadahi, menjadi amunisi untuk mewujudkan idealisme bersama: Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa!

 


Sofian Munawar adalah pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK). Setelah lulus dari Fakultas Sastra UGM, melanjutkan studi Magister Ilmu Politik dengan konsentrasi studi “Politik Demokrasi dan HAM”, kerja sama Fisipol UGM-UiO Norwegia. Meraih puluhan penghargaan dari berbagai sayembara penulisan tingkat nasional. Ratusan artikel, esai, dan karya tulisnya dimuat di sejumlah media, blog sosial media, serta puluhan buku. Terpilih menjadi salah satu Penulis Terbaik pada Program Inkubator Literasi Pustaka Nasional (2020), dan menerima penghargaan “Editor Paling Produktif” dari Penerbit Lingkaran Yogyakarta (2021). Pada 2022 ditetapkan sebagai penerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

 

 

[1] Deskripsi destinasi wisata Kota banjar antara lain dapat dismak pada link situs berikut: https://bukamata.id/10-tempat-wisata-kota-banjar-paling-populer-yang-wajib-dikunjungi/

[2] Deskripsi lebih lengkap mengenai sejarah dan peninggalan budaya, ragam situs serta “Cerita Rakyat Kota Banjar” lainnya dapat disimak pada link: https://ruangbacakomunitas.com/wp-content/uploads/2024/10/E-BOOK-CERITA-RAKYAT-KOTA-BANJAR.pdf

[3] Sumber: https://data.goodstats.id/statistic/angka-partisipasi-sekolah-di-indonesia-2024-tren-dan-tantangan-2W28Y

[4] Simak:  https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/tkdd?tahun=2024&provinsi=10&pemda=25

URGENSI LITERASI MENDORONG BANJAR MASAGI Read More »

SEMANGAT LITERASI WUJUDKAN BANJAR MASAGI

Ir. H. Sudarsono
(Wali Kota Banjar)

Kota Banjar Jawa Barat lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 yang merupakan peningkatan dari satusnya sebelumnya sebagai kota administratif. Berawal dari sini maka tanggal 21 Februari 2003 ditetapkan sebagai tonggak Hari Jadi Kota Banjar. Peringatan Hari Jadi Kota Bajar tahun ini mengusung tema “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”. Slogan ini diharapkan dapat menjadi pendorong semangat kita untuk membangun Kota Banjar yang maju, adil, sejahtera, agamis, inovatif dan terus tumbuh menjadi kota yang lebih baik.

Para ahli tatakota menyebutkan beberapa ciri utama kota yang baik. Pertama, kualitas hidup, mencakup akses ke fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, sanitasi, dan kesehatan. Kedua, keamanan, yaitu rasa aman dan nyaman bagi warga, dengan tingkat kejahatan yang rendah. Ketiga, lingkungan yang sehat: udara bersih, ruang hijau, dan pengelolaan sampah yang baik. Keempat, pertumbuhan ekonomi yang kuat: lapangan kerja, peluang usaha, dan pendapatan warga yang stabil. Kelima, infrastruktur yang memadai: jalan, transportasi, dan fasilitas publik yang baik. Keenam, partisipasi warga yang aktif dan terlibat dalam pengambilan keputusan pembangunan.

Untuk menjadikan Kota Banjar semakin maju di usianya yang ke-23 tentu dipelukan sinergitas dan kolaborasi dari para pihak. Sejalan dengan itu, ada beberapa hal yang perlu terus diupayakan, antara lain:

– Meningkatkan kualitas pendidikan: fokus pada pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

– Mendorong ekonomi lokal: mendukung UMKM, meningkatkan pariwisata, dan mengembangkan industri kreatif.

– Meningkatkan infrastruktur: memperbaiki jalan, transportasi, dan fasilitas publik.

– Meningkatkan partisipasi warga: melibatkan warga dalam pengambilan keputusan dan mempromosikan gotong royong.

– Meningkatkan keamanan: meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga dengan meningkatkan patroli dan pengawasan.

– Meningkatkan kebersihan: menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.

– Mengembangkan konsep “smart city” untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Sebagai bentuk partisipasi warga, dalam buku ini juga termuat sejumlah saran, harapan dan juga kritik yang membangun untuk perbaikan Kota Banjar. Karena itu, atas nama pemerintahan Kota Banjar, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para Penulis yang telah mencurahkan ide, pikiran, serta gagasannya melalui buku ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) yang telah menjadi inisiator bagi gerakan literasi di Kota Banjar.

Semoga saran, harapan dan beragam usulan positif-konstruktif yang termuat dalam buku ini dapat terwadahi dan dapat dijadikan modal untuk memperkuat pengetahuan kita dalam rangka membangun Kota Banjar lebih baik lagi. Dengan semangat Banjar MASAGI, kita berharap di usianya yang ke-23 tahun ini Kota Banjar dapat “tumbuh istimewa” meraih berbagai prestasi dan pencapaian pembangunan yang mampu melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

 

Kota Banjar, 21 Februari 2026

SEMANGAT LITERASI WUJUDKAN BANJAR MASAGI Read More »

LITERASI KUNCI MASAGI

Siti Maroah
(Ketua Yayasan Ruang Baca Komunitas)

Akronim MASAGI kini makin popular di kalangan masyarakat Banjar. MASAGI yang berarti Mandiri, Adil, Sejahtera, Agamis, Guyub, Inovatif yang selalu dilekatkan pada “Banjar MASAGI” menjadi harapan besar warga Banjar. Slogan ini mencerminkan tujuan bersama untuk menciptakan masyarakat ideal yang handal, memiliki daya saing global dalam segala sektor kehidupan.

Dalam momentum hari jadi Kota Banjar ke-23 tahun ini mengusung tema “Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa”. Semangat dari slogan ini bagaimana mendorong warga Kota Banjar mampu menjadikan Kota Banjar sebagai kota yang maju. Ada beberapa prinsip kota yang maju, antara lain melingkupi soal efisiensi dan efektivitas, inovasi dan teknologi, keberlangsungan lingkungan, keamanan dan kenyamanan warga, serta keterlibatan masyarakat atau partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan.

Lalu, apa kaitannya literasi dengan sebuah kemajuan kota? Literasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan tingkat kemajuan kota. Beberapa illustrasi dapat dijelaskan di sini, pertama, bahwa masyarakat yang terdidik atau masyarakat literat selalu memiliki keinginan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan kota.

Kedua, literasi dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat. Sejalan dengan ini, literasi membantu masyarakat memahami informasi dan membuat keputusan yang lebih baik. Semangat literasi juga mendorong inovasi dan kreativitas. Literasi mendorong masyarakat untuk berpikir kritis, sekaligus menciptakan solusi inovatif secara kreatif. Berikutnya, literasi juga akan mendorong kita meningkatkan keterampilan dan produktivitas sehingga hal ini pun akan turut berimplikasi pada peningkatan perekonomian kota.

Bahkan, literasi dapat menjadi kunci bagi kemajuan sebuah kota. Mengapa ini bisa terjadi? Pertama, literasi meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Kedua, sikap literat akan mendorong tumbuhnya partisipasi aktif dalam pembangunan kota. Ketiga, meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat. Keempat membantu masyarakat memahami informasi dan membuat keputusan yang lebih baik dan tepat.  Dengan literasi, masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi berbagi persoalan sehingga memunculkan potensi untuk bisa lebih maju dan sejahtera!

Dalam hubungannya dengan ulang tahun ke-23 Kota Banjar pada 22 Februari 2026 ini, ada beberapa fokus agenda yang dapat menjadi kunci kemajuan sehingga perlu menjadi program tersendiri untuk diagendakan, antara lain:

– Peningkatan Literasi: Literasi yang tinggi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan kota.

– Pengembangan Seni dan Budaya: Pelestarian seni dan budaya lokal, seperti parade seni budaya yang akan digelar pada peringatan ulang tahun ke-23, dapat meningkatkan identitas dan kebanggaan masyarakat.

– Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat.

– Pemberdayaan Ekonomi: Pengembangan UMKM dan industri kreatif dapat meningkatkan perekonomian lokal.

– Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat: Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi dapat meningkatkan efektivitas pembangunan kota.

Dengan fokus pada aspek-aspek tersebut, Kota Banjar diharapkan dapat menjadi lebih maju dan sejahtera sebagaimana tagline hari jadi ke-23 Kota Banjar tahun ini: “Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa”. Perlu disadari bahwa kota yang maju adalah kota yang terus belajar, berinovasi, dan berani berubah untuk menjadi lebih baik. Kota yang maju adalah cerminan dari masyarakat yang terdidik, kreatif, dan berjiwa inovatif. Karena itu, semangat literasi di Kota Banjar harus terus ditingkatkan. Dengan literasi yang tinggi, masyarakat Kota Banjar dapat menjadi lebih cerdas, kritis, dan memiliki daya saing yang kompetitif. Mari kita tingkatkan literasi di Kota Banjar, karena daya literasi yang tinggi dapat menjadi kunci bagi terwujudnya Banjar MASAGI.***

LITERASI KUNCI MASAGI Read More »

GERAKAN INSAN KOPERASI WUJUDKAN BANJAR MASAGI

Penulis: Asep Suharto
(Ketua DEKOPINDA Kota Banjar)

Asep Suharto lahir di  Banten, 9 Oktober 1979. Tahun 1998 lulus dari SMKN 1 Banjar, melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi Universitas Galuh Ciamis lulus tahun 2003. Kemudian melanjutkan Program Universitas Terbuka Pendidikan Ekonomi lulus tahun 2008. Gelar Pasca Sarjana diraihnya dari Universitas Galuh Ciamis Prodi Manajemen Pendidikan pada tahun 2018. Menjadi Staf Pengajar di SMK Negeri I Banjar sampai dengan tahun 2016 dan saat ini menjadi Kepala SMKS Muhammadiyah Banjar, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PD Muhammadiyah Kota Banjar, Ketua FKKSMKS Kota Banjar, Pengurus PMI Kota Banjar, dan Ketua Dekopinda Kota Banjar Periode 2025-2030.


Sebagai insan gerakan koperasi, kita tentu sama-sama merasakan bahwa lima tahun mendatang merupakan tahun-tahun yang penuh tantangan bagi gerakan koperasi Indonesia agar semakin mampu menempatkan diri sebagai kumpulan orang-orang yang melakukan pergerakan di bidang sosial-ekonomi serta melakukan usaha bersama berazaskan kekeluargaan untuk menjadi salah satu pelaku ekonomi nasional yang mampu menunjukkan bahwa dirinya setara dan sederajat dengan para pelaku ekonomi lainnya yang berada di lingkungan perusahaan milik negara maupun pelaku ekonomi swasta yang merupakan perwujudan usaha dari para pemilik modal dan atau teknologi dalam bentuk badan usaha, baik yang dikelola secara pribadi maupun secara kelompok/persekutuan/kongsi. Ketiga kelompok pelaku ekonomi tersebut lebih kita kenal dengan sebutan KOPERASI, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).

Sesuai dengan Undang-Undang Perkoperasian dalam UU No. 25 Tahun 1992 Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Undang-Undang Koperasi No.25 Tahun 1992 Pasal 4  juga menegaskan tentang peran dan fungsi Koperasi adalah : membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.

DEKOPINDA, Rumah Besar Gerakan Koperasi

DEKOPINDA adalah satu-satunya wadah Gerakan Koperasi yang memiliki tugas pokok, fungsi, dan peran menjunjung tinggi nilai dan prinsip-prinsip koperasi dengan memperjuangkan kepentingan serta menyalurkan aspirasi koperasi melalui supervisi dan advokasi dalam penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi, meningkatkan kesadaran berkoperasi di kalangan masyarakat, serta menyelenggarakan sosialisasi dan konsultasi pada masyarakat, di tingkat Kabupaten/Kota.

Sebagai organisasi tunggal yang mewadahi Gerakan Koperasi di Kota Banjar, dalam melaksanakan program dan kegiatannya, Dekopinda Kota Banjar mengacu kepada AD / ART Dekopin dan dituntut peka terhadap aspirasi yang berkembang, yang disampaikan anggota, juga diselaraskan dengan kebijakan serta program dan kebijakan pemerintah. Di samping itu, sebagai pengemban amanat Gerakan Koperasi, DEKOPINDA Kota Banjar juga dituntut untuk terus-menerus mengembangkan tugas dan peran koperasi dalam penguatan perekonomian daerah. Hal ini dimaksudkan agar koperasi mampu mengaktualisasi jati dirinya serta benar-benar dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan masyarakat Kota Banjar yang maju, mandiri, serta adil dan makmur, sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD 1945.

Dekopinda Kota Banjar menyadari sepenuhnya bahwa dalam upaya melaksanakan tugas dan perannya, dihadapkan kepada berbagai permasalahan dan tantangan yang semakin rumit dan kompleks, sebagai akibat dari pesatnya perkembangan dan tuntutan zaman, termasuk pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi teknologi dan komunikasi. Kondisi tersebut hanya akan bisa diatasi oleh Gerakan Koperasi, jika koperasi, baik sebagai sebuah gerakan maupun sebagai badan usaha, mampu menyelaraskan diri dengan keadaan tersebut, baik dari sisi manajemen, termasuk sumber daya manusia, maupun dari sisi usaha yang dikelolanya, juga mampu memanfaatkan teknologi informasi, baik untuk pengelolaan kelembagaannya, maupun untuk pengelolaan usahanya.

Gerakan Koperasi Kota Banjar dalam wadah organisasi DEKOPINDA Kota Banjar, akan terus berusaha berkontribusi positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan bahu membahu bersama lembaga-lembaga koperasi di Kota Banjar sehingga menjadi kuat, efisien, efektif, dan tetap produktif, dengan bercirikan jati diri koperasi serta berjuang atas dasar prinsip-prinsip koperasi.

Ragam Pesoalan Antar Bidang

Dewan Koperasi Indonesia yang sejak lahirnya memposisikan diri sebagai wadah pemersatu insan gerakan koperasi dan pemerjuang cita-cita koperasi Indonesia, melalui fungsinya sebagai Advokator aspirasi dan kepentingan gerakan koperasi, Edukator untuk memberdayakan dan mendidik sumber daya insan koperasi, serta Fasilitator untuk mempersatukan gerak usaha koperasi dalam kurun waktu lima tahun, harus hadir untuk memecahkan berbagai masalah aktual dan isu-isu strategis yang dihadapi gerakan koperasi Indonesia, antara lain:

Bidang Kualitas Sumber Daya Insan Koperasi

  • Masih adanya anggota dan pengurus/pengawas yang belum memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai serta prinsip-prinsip koperasi dalam perilaku berkoperasi yang berdasarkan kepada jati diri koperasi;
  • Masih adanya anggota dan pengurus/pengawas yang belum menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dijadikan sarana dan prasarana dalam pengelolaan organisasi maupun usaha koperasi;
  • Masih adanya anggota dan pengurus/pengawas yang belum menguasai manajemen pengelolaan organisasi dan usaha koperasi seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun dalam rangka menyikapi perkembangan situasi dan kondisi politik, ekonomi, sosial dan budaya, dalam tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bidang Pengelolaan Organisasi

  • Masih adanya koperasi yang lemah dalam penguasaan ilmu dan penerapan manajemen pengelolaan organisasi koperasi, seperti manajemen penyusunan rencana kerja dan anggaran, penyusunan kerangka bisnis, penyusunan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas yang akuntabel, serta berbagai aspek pengelolaan organisasi koperasi lainnya
  • Masih adanya regulasi/ketentuan perundang-undangan yang belum kondusif untuk mendukung pengembangan organisasi dan usaha koperasi sebagai wadah usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan (seperti regulasi di bidang perpajakan, di bidang perijinan, dan lainnya)
  • Masih adanya aspirasi maupun cita-cita gerakan koperasi yang belum sepenuhnya dapat diwujudkan, seperti penyelesaian Rancangan Undang-Undang Perkoperasian serta menyusun Undang-Undang perekonomian nasional yang menempatkan BUMN, BUMS dan Koperasi dalam kedudukan yang setara.

Di Bidang Pengelolaan Manajemen Usaha dan Akses Permodalan

  • Masih adanya koperasi yang lemah di bidang permodalan dan lemah dalam rangka akses pembiayaan baik yang bersumber dari peran serta anggota maupun dari luar anggota
  • Masih adanya koperasi yang masih lemah dalam rangka akses informasi usaha dan pasar
  • Masih adanya koperasi yang lemah dalam penguasaan ilmu maupun penerapan praktek manajemen pengelolaan usaha (baik pengelolaan sektor SDM, organisasi, keuangan, dan berbagai aspek usaha lainnya).

Fungsi Utama DEKOPINDA

Berangkat dari latar belakang sebagaimana dipaparkan di atas, dalam rangka melaksanakan fungsi Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kota Banjar sebagai advokator, edukator, fasilitator gerakan koperasi di Kota Banjar, maka pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut dijabarkan dalam langkah-langkah operasional sebagai arahan program umum, yang disusun sebagai berikut:

Funsi Advokator

Sebagai wadah untuk membela dan memperjuangkan kepentingan gerakan koperasi di Kota Banjar, program kegiatan di bidang advokator meliputi;

  • Penyampaian aspirasi gerakan koperasi kepada pemerintah dan lembaga berkompeten untuk melahirkan kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada perkembangan dan pemberdayaan gerakan koperasi;
  • Memperjuangkan penyempurnaan peraturan perundang-undangan yang tidak atau kurang tidak berpihak kepada gerakan koperasi menjadi perundangan yang dapat menciptakan situasi kondusif bagi perkembangan atau pemberdayaan koperasi;
  • Membela dan membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi gerakan koperasi.

Fungsi Edukator

Sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perkoperasian di Kota Banjar, program kegiatan di bidang edukator meliputi;

  • Program kemitraan dengan pemerintah dan lembaga pendidikan yang berkompeten untuk mendukung terselenggaranya pendidikan dan promosi perkoperasian
  • Program penyusunan pedoman atau materi pendidikan perkoperasian bagi kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk anggota maupun pengurus/ pengawas koperasi
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian bagi anggota maupun pengurus/pengawas koperasi

Fungsi Fasilitator

Sebagai wadah bagi pengembangan dan pemberdayaan gerakan koperasi di Kota Banjar, program kegiatan di bidang fasilitator meliputi:

  • Program koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah dan lembaga berkompeten agar tersedia fasilitas pembiayaan, permodalan, pemasaran bagi pemberdayaan usaha koperasi;
  • Program kerja sama baik di bidang manajemen, permodalan maupun pemasaran antar gerakan koperasi untuk menciptakan pengembangan pasar dan usaha koperasi;
  • Program kerja sama usaha dan pasar antara koperasi dengan sesama pelaku ekonomi di luar koperasi.

Pelaksanaan Kegiatan Insan Koperasi

Salah satu wujud kegiatan Insan Gerakan koperasi adalah setiap tahunnya mampu melaksanakan kegiatan yang dinamakan Rapat Anggota Tahunan ( RAT ). Kegiatan ini mutlak harus dilaksanakan karena sesuai dengan amanah UU No. 25 Tahun 1992 adalah rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut : 1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, 2) Pengelolaan dilakukan secara demokratis, 3) Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing angggota.

Selanjutnya dalam  Pasal 30 ayat 1 Tugas pengurus koperasi : 1) Mengelola koperasi dan usahanya, 2) Mengajukan rancangan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, 3) Menyelenggarakan RAT dan 4) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan.

Dengan demikian koperasi yang berkualitas adalah koperasi yg terwujud dan memiliki indikator baik sebagai berikut:

  • Sumber Daya Manusia (SDM) baik anggota maupun pengurus yang aktif dan optimal hadirkan semangat membangun kebersamaan dan semangat kekeluargaan dan semangat meningkatkan kesejahteraan bersama.
  • Keuangan Koperasi. Indikatornya: Liquiditas (kemampuan membayar utang jangka pendek) – Solvabilitas (aktivitas usaha dibiayai dari modal pinjaman/ kemampuan membayar utang jangka panjang) – Rentabilitas (kemampuan untuk menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasional.

Adapun dari sisi jenisnya, jenis usaha koperasi dapat dibedakan dalam beberapa kategori jenis berdasarkan usahanya meliputi:

  1. Koperasi Konsumen (menyediakan barang harian).
  2. Koperasi Produsen (Mengelola bahan mentah/produksi).
  3. Koperasi Jasa (Menyediakan layanan jasa umum, asuransi, kesehatan atau jasa profesional).
  4. Koperasi Simpan Pinjam (KSP), mengelola simpanan dan memberikan pinjamankepada anggota.
  5. Koperasi Serba Usaha (KSU), Unit usaha penggabungan Waserda dan Layanan Simpanan.

Pengelolaaan koperasi  seiring dengan berkembangnya tekhnologi dan modernisasi, maka seyogyanya pengelolaan koperasi sudah berbasis perangkat tekhnologi (digitalisasi koperasi).

Struktur Keanggotaan DEKOPINDA

Secara keorganisasian, DEKOPINDA memiliki struktur mulai dari tingkat pusat, yaitu Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN). Kemudian di tingkat provinsi Dewan Koperasi Wilayah (DEKOPINWIL) sera di tingkat Kabupaten/Kota yaitu Dewan Koperasi Daerah (DEKOPINDA).

Untuk di Kota Banjar, keanggotaan DEKOPINDA meliputi koperasi primer maupun koperasi sekunder yang ada di seluruh wilayah Kota Banjar yang telah melaksanakan kewajiban organisasi sebagai berikut:

  • Telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) rutin dan melaporkan kegiatan RAT-nya kepada DEKOPINDA.
  • Memenuhi kewajiban organisasi berupa Iuran Keanggotaan.

Dari jumlah koperasi di kota Banjar saat ini tahun (2026 ) baru 31 Koperasi di Kota Banjar yang mampu dan berhasil melaksanakan kewajiban organisasi dari sekitar 95 Koperasi yang tercatat di DEKOPINDA Kota Banjar. Berikut data koperasi yang saat ini tercatat sebagai Anggota DEKOPINDA Kota Banjar.

DATA ANGGOTA DEKOPINDA KOTA BANJAR

PER 31 DESEMBER 2024

NO NAMA KOPERASI ANGGOTA JUMLAH SHU
L P JUMLAH
1 Koperasi KGB 201 485 686 50.000.000,00
2 Koperasi KGBT 127 243 370 112.230.372,00
3 Koperasi KOSWARKIT 232 194 426 33.765.839,00
4 KSUS Al Kautsar 44 48 92 1.150.000,00
5 KOPPAS WARGA USAHA 893 1.123 2.016 213.734.567,00
6 KOPPAS Langkaplancar 80 70 150 10.278.400,00
7 KPRI WS SMAN 1 75 53 128 29.392.950,00
8 KOPPAM Tirta Anom 74 23 97 60.593.777,00
9 KPRI CITRA SMPN 5 35 26 61 15.758.000,00
10 KPRI SMEAN/SMKN 1 69 53 122 34.925.866,00
11 KPRI HASANAH SMAN 3 48 37 85 65.707.086,00
12 RAT Koptan Margaluyu 38 32 70 3.975.000,00
13 RAT KUD Berkah 335 116 451 753.606,00
14 KSPPS Al Uswah Indonesia 34.801 237.922.303,00
15 KPRI IKMAL Kemenag 121 102 223 30.000.000,00
16 KPRI Banjar Patroman 480 409 889 667.397.474,00
17 KPRI HUSADA MANDIRI 101 237 338 242.937.307,00
18 KPRI PIB Dinas KUKMP 151 99 250 114.311.811,00
19 KPRI Bhakti Husada RSUD 145 110 255 124.602.587,00
20 Koperasi PEKKA 49 49 490.000,00
21 Koperasi PURWAJAYA MS 166 178 344 4.074.997,00
22 KSU TUNAS KARYA 49 26 75 10.735.700,00
23 Koperasi PRIMKOPPOL Polres 419 22 441 199.554.329,00
24 Koperasi PRIMKOPTAMA 90 122 212 0,00
25 Koperasi KP LAPAS PB 32 42 74 405.489.109,00
26 Koperasi JEMBAR KKMI 41 110 151 8.000.000,00
27 Koperasi MOTEKAR 203 312 515 12.587.770,00
28 Koperasi Rikrik Gemi 12 28 40 3.603.900,00
29 Koperasi ARMEY JM
30 Koperasi MITRA IDAMAN 143 200 343 63.000.000,00
31 Koperasi Sekunder KOBAMA 5 2.000.000,00
JUMLAH     43.579

Sumber: DEKOPINDA Kota Banjar

 Harapan dan Inovasi

Melalui Gerakan Insan Koperasi, Dekopinda tidak hanya berfungsi sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan yang mampu meningkatkan kapasitas koperasi, memperkuat solidaritas antar anggota, dan menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota serta wujudkan Banjar Masagi. Meminimalisir potensi masyarakat yang terjebak dalam pinjaman yang cepat dan mudah (Pinjol, Bank Emok dan sebagainya) yang sangat meresahkan. Dengan peran aktif DEKOPINDA Gerakan Insan Koperasi diharapkan mampu menghadirkan koperasi yang sehat, anggota yang sejahtera.

Inovasi DEKOPINDA ke depan akan diarahkan pada penguatan layanan kelembagaan, digitalisasi data koperasi, peningkatan kapasitas SDM, serta kolaborasi strategis menjadi mitra pemerintah dalam mendorong Banjar MASAGI sekaligus mewujudkan harapan anggota koperasi yang lebih sejahtera.***

GERAKAN INSAN KOPERASI WUJUDKAN BANJAR MASAGI Read More »

Scroll to Top