Gerakan literasi tentu saja bukanlah sekadar jargon, namun telah menjadi suatu hal fundamental, kecakapan hidup yang sangat diperlukan untuk meraih kemajuan. Tidaklah heran jika para ahli pendidikan mengingatkan kita betapa literasi memiliki urgensi dalam kehidupan. Namun begitu, disadari bahwa gerakan literasi belum begitu menggembirakan sehingga karenanya perlu terus didorong bersama secara kolaboratif.
Gerakan literasi di Kota Banjar Jawa Barat terus menggeliat dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Banjar berada di “papan bawah” dan pada tahun 2024 mengalami kenaikan signifikan menjadi berada di “papan atas”.
Meskipun belum berada pada kondisi paling ideal, namun capaian positif ini tentunya merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi para pihak untuk terus memperkuat atmosfir yang mendukung gerakan literasi secara berkelanjutan.
Meskipun tidak bersifat baku dan mutlak, IPLM dapat menjadi gambaran umum bahwa gerakan literasi seringkali mengalami fluktuasi. Pasang-surut semangat gerakan literasi tentunya akan sangat tergantung pada berbagai aspek, baik dari sisi kebijakan, kondisi budaya baca masyarakat, maupun hal-hal lainnya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Karenanya, kunci utama untuk menjaga soliditas gerakan literasi terletak pada sinergitas dan kolaborasi para pihak untuk secara sadar dan terus menerus melakukan penguatan gerakan literasi secara terintegrasi.
Bantuan Pemerintah Bidang Sastra dan Kebahasaan melalui Fasilitasi dan Pembinaan komunitas Masyarakat melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar Melalui Lokakarya Penulisan Kreatif” diharapkan menjadi media sinergi dan kolaborasi yang mampu menguatkan gerakan literasi di ranah masyarakat. Hal ini secara skematis dapat divisualisasikan pada bagan berikut. Pemerintah melalui Kemendikdasmen dan struktur di bawahnya (Balai Bahasa, Kemendikbud Kabupaten/Kota), Gerakan Literasi Sekolah, berkolaborasi dengan kekuatan Komunitas Literasi Masyarakat, baik itu Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Komunitas Literasi Kampus, para Pegiat Literasi Masyarakat lainnya seperti Pustakawan di tingkat desa/kelurahan serta Komunitas Literasi Pesantren.
Tema utama program yang digagas adalah “Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Masyarakat Kota Banjar Melalui Lokakarya Penulisan Kreatif”. Tema ini dijabarkan dalam tiga kegiatan utama. yaitu: (1) Peningkatan Kapasitas Pegiat Literasi Kota Banjar melalui Lokakarya Penulisan Kreatif, (2) Penulisan dan Penerbitan Buku Antologi Pegiat Literasi Kota Banjar (Versi e-Book), (3) Seminar Publik Penguatan Literasi Masyarakat dan Peluncuran e-Book Antologi Pegiat Literasi.
Secara skematik, hasil dan dampak program Banpem Komunitas Literasi melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Literasi Masyarakat di Kota Banjar Jawa Barat” ini dapat divisualisasikan dalam diagram berikut:
Secara garis besar tujuan dan manfaat kegiatan yang akan dijalankan adalah sebagai berikut.
- Tujuan utama kegiatan
- Meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya literasi sebagai salah satu modal utama dalam pembangunan.
- Meningkatkan kapasitas para pegiat literasi masyarakat sehingga memiliki kemampuan dalam menulis cerita kreatif sebagai salah satu modal dalam kegiatan literasi.
- Manfaat kegiatan yang akan dijalankan
- Terbangunnya sinergi dan kebersamaan dalam mendorong gerakan literasi dengan beragam kegiatannya secara berkelanjutan.
- Meningkatnya kapasitas, kapabelitas, serta wawasan keilmuan para pegiat literasi, terutama dalam penulisan buku sehingga dengan begitu para pegiat literasi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam gerakan literasi secara simultan.
***
Previous Program: