PERAN MADRASAH MEMAJUKAN KOTA BANJAR YANG AGAMIS

Enay Sunarsih, M.Pd.I., lahir di Bandung 11 April 1969 dan sekarang tinggal di Kota Banjar Jawa Barat. Menempuh Pendidikan dimulai dari SD Negeri Sukataris Cianjur Jawa Barat (lulus tahun 1977), melanjutkan ke SMP Negeri Mergo Cilacap Jawa Tengah (lulus tahun 1986), dan SPG Negeri Ciamis (lulus tahun 1989), serta D2 PGSD di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) lulus tahun 1997. Selanjutnya menyelesaikan program S1 di STAIMA Kota Banjar (lulus tahun 2005) dan studi S2 di IAID Ciamis Jawa Barat (lulus tahun 2013). Sebagai ASN, sejak tahun 1999 sampai tahun 2021 bertugas di MIN 3 Kota Banjar, bulan Maret 2021 mutasi ke MIN 1 Kota Banjar sampai dengan sekarang menjabat sebagai Kepala Madrasah.


Kota Banjar dikenal sebagai salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki karakter religius yang kuat. Nuansa keagamaan terasa dalam kehidupan sosial masyarakat, mulai dari aktivitas ibadah, tradisi keagamaan, hingga peran lembaga pendidikan berbasis agama. Di antara lembaga tersebut, madrasah memegang peranan strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berakhlak, berilmu, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Banjar yang agamis dan berkemajuan.

Madrasah bukan sekadar lembaga pendidikan formal yang mengajarkan mata pelajaran agama, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, moral, dan spiritual generasi muda. Dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan umum, madrasah berkontribusi besar dalam mencetak insan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Peran inilah yang menjadikan madrasah sebagai pilar penting dalam mewujudkan Kota Banjar yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Berbasis Nilai Agama

Madrasah, dalam akar katanya darasa yang berarti belajar, telah bertransformasi dari sekadar sekolah agama menjadi lembaga pendidikan umum berciri khas Islam yang modern. Di Kota Banjar, kehadiran Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) memberikan warna unik pada sistem pendidikan lokal.

Salah satu keunggulan utama madrasah adalah penanaman nilai-nilai keislaman secara terstruktur dan berkelanjutan. Kurikulum madrasah dirancang untuk menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan umum dengan pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam. Mata pelajaran seperti Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Di Kota Banjar, madrasah berperan aktif dalam membangun masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Dengan demikian, lulusan madrasah diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kontribusi Madrasah dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda

Peran pertama dan utama madrasah adalah sebagai penyemai nilai-nilai Akhlakul Karimah. Di tengah gempuran arus globalisasi dan digitalisasi yang seringkali mengikis etika tradisional, madrasah di Banjar menjadi benteng pertahanan. Para siswa tidak hanya diajarkan untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga dibimbing untuk memiliki integritas moral (kesalihan individual) dan kepekaan sosial (kesalihan sosial).

Kemajuan sebuah kota sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Madrasah memiliki peran sentral dalam membentuk karakter generasi muda Kota Banjar agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Melalui pembiasaan ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan kegiatan keagamaan lainnya, madrasah menanamkan nilai religius sejak dini.

Selain itu, madrasah juga membina sikap toleransi, moderasi beragama, dan cinta tanah air. Hal ini sangat relevan dalam konteks kehidupan masyarakat Kota Banjar yang majemuk. Peserta didik madrasah diajarkan untuk menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan karakter seperti ini, generasi muda madrasah menjadi agen perubahan dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.

Integrasi Imtaq dan Iptek: Menjawab Tantangan Zaman

Salah satu kesalahpahaman umum adalah menganggap madrasah hanya fokus pada urusan ukhrawi atau akhirat semata. Kenyataannya, madrasah di Kota Banjar telah melakukan lompatan besar dalam mengintegrasikan Iman dan Taqwa (Imtaq) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Banyak madrasah di Banjar kini memiliki laboratorium komputer yang canggih, program robotik, hingga kurikulum kewirausahaan. Hal ini sangat krusial bagi kemajuan Kota Banjar. Mengapa? Karena kota yang maju tidak hanya butuh ahli teknologi, tetapi ahli teknologi yang memiliki rasa takut kepada Tuhan sehingga tidak menyalahgunakan ilmunya. Madrasah mencetak kader-kader yang mampu mengoperasikan perangkat modern dengan tetap memegang teguh prinsip syariah.

Madrasah sebagai Simpul Harmoni Sosial dan Penggerak Ekonomi Umat

Kota Banjar dikenal dengan masyarakatnya yang guyub dan rukun. Madrasah berkontribusi besar dalam menjaga harmoni ini melalui pengajaran Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi semesta alam). Kurikulum madrasah di Banjar menekankan pada konsep moderasi beragama atau Wasathiyah.

Para santri dan siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan, menjunjung tinggi toleransi, dan menjauhi paham radikalisme. Dalam konteks kemajuan kota, stabilitas sosial adalah prasyarat mutlak. Tanpa kedamaian yang diajarkan di bangku-bangku madrasah, pembangunan fisik di Kota Banjar tidak akan memiliki fondasi yang kokoh. Madrasah menciptakan warga kota yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga taat hukum dan menghormati sesama manusia.

Peran madrasah tidak berhenti di dalam ruang kelas. Di Banjar, banyak madrasah yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren, menciptakan ekosistem ekonomi mikro. Kantin madrasah, koperasi siswa, hingga unit produksi yang dikelola madrasah (seperti percetakan atau pertanian hidroponik) menjadi penggerak ekonomi lokal.

Selain itu, lulusan madrasah yang memiliki bekal kemandirian seringkali menjadi wirausahawan muda di Banjar. Mereka membawa etika bisnis Islam—jujur, amanah, dan tidak spekulatif—ke pasar-pasar di Banjar. Ini adalah kontribusi nyata bagi visi Kota Banjar yang tidak hanya agamis secara ritual, tetapi juga sejahtera secara material.

Memberdayakan Masyarakat Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Peran madrasah tidak terbatas pada lingkungan sekolah saja, tetapi juga meluas ke tengah masyarakat. Banyak madrasah di Kota Banjar yang aktif menyelenggarakan kegiatan sosial dan keagamaan seperti pengajian, bakti sosial, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan pemberdayaan umat. Kegiatan-kegiatan ini memperkuat hubungan antara madrasah dan masyarakat serta meningkatkan kesadaran keagamaan warga.

Madrasah juga menjadi pusat dakwah dan pembinaan umat. Guru dan tenaga pendidik madrasah sering kali berperan sebagai tokoh agama yang membimbing masyarakat dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar dan moderat. Dengan demikian, madrasah berkontribusi langsung dalam membangun kehidupan masyarakat Kota Banjar yang agamis dan berakhlak.

Kota Banjar membutuhkan regenerasi kepemimpinan yang bersih dan berkomitmen. Madrasah adalah kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan tersebut. Melalui organisasi siswa seperti OSIS (di madrasah disebut OSIM) dan Pramuka, siswa dilatih kepemimpinan, retorika, dan manajemen konflik.

Bedanya, calon pemimpin dari madrasah memiliki keunggulan dalam aspek kepemimpinan spiritual. Mereka memahami bahwa jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Dengan mencetak ribuan lulusan setiap tahunnya, madrasah memastikan bahwa stok sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk mengisi pos-pos pemerintahan dan swasta di Kota Banjar tidak akan pernah habis.

Peran Madrasah: Mendukung Pembangunan Menjawab Tantangan

Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Madrasah berperan penting dalam mendukung pembangunan Kota Banjar melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat. Lulusan madrasah diharapkan mampu menjadi tenaga kerja yang kompeten, jujur, dan bertanggung jawab.

Selain itu, madrasah juga berkontribusi dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan visi keagamaan. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama, lulusan madrasah dapat berperan aktif dalam berbagai bidang pembangunan, baik di sektor pemerintahan, pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi Kota Banjar sebagai kota yang maju dan religius.

Di era globalisasi dan digitalisasi, madrasah dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga persaingan global. Namun, tantangan ini juga menjadi peluang bagi madrasah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak madrasah di Kota Banjar yang mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan.

Penguatan literasi digital, penguasaan bahasa asing, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing lulusan madrasah. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman, madrasah mampu mencetak generasi yang religius, cerdas, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Inilah kontribusi nyata madrasah dalam memajukan Kota Banjar di era modern.

Sinergi Madrasah sebagai Pilar Kota Banjar yang Agamis

Keberhasilan madrasah dalam memajukan Kota Banjar yang agamis tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sinergi antara madrasah, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Dukungan dalam bentuk kebijakan, sarana prasarana, dan pembinaan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam pengembangan madrasah.

Pemerintah Kota Banjar bersama Kementerian Agama dapat mendorong program-program penguatan madrasah sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter. Sementara itu, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam mendukung kegiatan madrasah dan menjadikan madrasah sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Secara keseluruhan, madrasah memiliki peran yang sangat strategis dalam memajukan Kota Banjar yang agamis. Melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter generasi muda, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan terhadap pembangunan daerah, madrasah menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.

Ke depan, peran madrasah diharapkan semakin diperkuat dan dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya. Dengan madrasah yang berkualitas dan berdaya saing, Kota Banjar akan semakin kokoh sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top