
Sebagaimana kita mafhum bahwa penetapan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dimulai pada tahun 1964, tepatnya pada tanggal 12 November 1964. Penetapan waktu ini dipilih mengingat keberhasilan Indonesia saat itu dalam memberantas wabah malaria melalui Program Pemberantasan Malaria Nasional (PMN). Momen ini menjadi tonggak sejarah dan komitmen bangsa untuk membangun kesehatan masyarakat, dengan peringatan pertama HKN dilakukan pada 12 November 1964.
Kini setiap tanggal 12 November pemerintah selalu memperingati HKN sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, baik kesehatan diri, keluarga maupun lingkungan. Peringatan HKN juga bertujuan membangun semangat, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat serta mengajak masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Tema HKN pada tahun 2025 saat kami menyelenggarakan seminar tersebut adalah “Generasi Sehat Masa Depan Hebat” menjadi momentum tersendiri bagi kawula muda untuk turut berkiprah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Dalam semangat ini, kami dari YRBK bersama para pihak berupaya mendorong kawula muda di Kota Banjar agar senantiasa memiliki kesadaran akan pentingnya literasi kesehatan.
Qodarulloh, tepat dua bulan setelah acara seminar tersebut, kini naskah buku hasil tulisan para peserta seminar mewujud menjadi “dokumentasi serius” yang siap diluncurkan pada momen yang juga sangat tepat yakni pada Hari Gizi Nasional (HGN) yang secara resmi ditetapkan dan diperingati pemerintah pada setiap tanggal 25 Januari.
Penyambutan Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2026 menorehkan rekor MURI. Pelaksanaan kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan yang digagas PERSAGI dan Dinas Kesehatan ini tercatat sebagai kegiatan yang luar biasa sehingga menorehkan prestasi dan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia atau MURI sebagai salah satu kegiatan spektakuler.
Seperti dilansir DPP PERSAGI yang melaporkan bahwa kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan ini diikuti oleh ribuan sekolah se-Indonesia secara serenpak dan tercatat diikuti oleh lebih dari 55.000 siswa secara nasional dari Aceh hingga Papua. Ketua Umum DPP PERSAGI Doddy Izwardy mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 9.300 tenaga edukator gizi, lebih dari 55 ribu peserta didik, serta sekitar 18 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
“Tujuan kita hari ini, pertama insyaallah mendapatkan rekor MURI karena melakukan edukasi gizi serentak dan besar. Tapi yang paling penting, ini adalah bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas gizi bangsa,” pungkasnya.
HGN di Kota Banjar
Kota Banjar juga menjadi salah satu titik pelaksanaan penyambutan Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke-66 tahun ini yang diprakarsai PERSAGI Kota Banjar dan Dinas Kesehatan Kota Banjar. Di Kota Banjar, Jawa Barat kegiatan ini dipusatkan di SMK Negeri 2 Banjar.
“Saya mewakili lembaga merasa bangga dan mengucapkan terima terima kasih karena sekolah kami, SMKN 2 Banjar dipilih sebagai lokasi kegiatan gebyar HGN tingkat Kota Banjar. Ini tentu saja menjadi sebuah kehormatan dan kebanggan bagi kami warga SMKN 2 Banjar,” kata Kepala SMKN 2 Banjar Dra. Hj. Nunung Erni Nuraeni, M.M., Pd. dalam sambutan pembukanya.
Selain Kepala SMKN 2 Banjar, sambutan juga disampaikan Ketua PERSAGI Kota Banjar Galih Permana Putra, SKM dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifuddin, A.Ks., M.Kes. Ketua PERSAGI Kota Banjar dan Kepala Dinas Kesehatan mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan bukan saja menjadi siswa yang pintar, tapi juga sehat sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun di tingkat global.
“Semoga kegiatan ini menjadi momentum penting dan memberikan dukungan dalam pencapaian masa depan kita, terutama para kawula muda sebagai generasi penerus, untuk menuju Generasi Emas di Tahun 2045,” kata H. Saifuddin, A.Ks., M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar.
Kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan yang dilaksanakan secara nasional ini untuk di Kota Banjar ada nilai tambahnya yaitu dengan diluncurkannya buku “Antologi Literasi Kesehatan Versi GenZi”. Buku ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) bersama Dinas Kesehatan Kota Banjar dan Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Kota Banjar.
Buku Literasi Kesehatan Diluncurkan
Buku “Antologi Literasi Kesehatan Versi GenZi” ditulis oleh para siswa terpilih dari tingkat SLTA se-Kota Banjar. Ada 15 Penulis terpih yaitu: Adinda Zahra Sofiantima, Azka Khoerunnisa, Doni Rayhan Nugraha, Ilham Sahrul, Isna Nabila, Luzaena Farah Jamila, Nara Agustin, Putri Nazjla Nataneila, Raisya Aulia Putri, Rara Sekar Andini, Rina Kustianingsih, Risma Wati, Rizki Zian Nurfalah, Siti Nurrohmah, Wiedya Natalya Az Zahra serta Ivan Mahendrawanto, Putri Sri Jayanti dan Sofian Munawar sebagai Tim Editor.
“Buku ini menjadi bukti dan penanda penting bahwa kawula muda memiliki kepedulian soal isu kesehatan dan lebih dari itu mereka diharapkan dapat menjadi motor utama yang mendorong masyarakat menjadi literat, memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan sebagai salah satu modal dasar pembangunan,” pungkas Sofian Munawar, editor buku yang juga Founder Ruang Baca Komunitas.***
Link berita terkait:
- Arah Pena.id
Hari Gizi Nasional 2026 Pecahkan Rekor MURI Kota Banjar Luncurkan Buku Karya Siswa Gen Z https://www.arahpena.com/berita/77916600780/hari-gizi-nasional-2026-pecahkan-rekor-muri-kota-banjar-luncurkan-buku-karya-siswa-gen-z
- Bandung Pos
Di Hari Gizi Nasional-2026, Buku Literasi Kesehatan Diluncurkan – Bandung Pos https://share.google/hJ07XD0gyS5oPNyoq
- Zona Literasi
Sambut HGN YRBK Kolaborasi dengan Para Pihak Luncurkan Buku:
- Kabar Priangan Cetak, Edisi 23 Januari 2026

Link terkait lainnya:
Sambut HGN, Buku Meluncur, https://www.instagram.com/p/DTwk_f1jGYg/
Headline News: https://www.instagram.com/p/DT2RPC2EdEh/



