
Sofian Munawar
Founder Yayasan Ruang Baca Komunitas
Dalam momentum ulang tahun kota, saya lebih memilih istilah “mengkhidmati” ketimbang merayakan. Namun, apa pun istilahnya, mengkhidmati ataupun merayakan hari jadi sebuah kota setidaknya memiliki enam kepentingan utama. Pertama, menghormati sejarah. Perayaan ulang tahun merupakan upaya untuk menghormati hari jadi kota dan mengenang sejarah berdirinya kota. Kedua, meningkatkan kebanggaan. Perayaan ini dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kota tercinta. Ketiga, mempromosikan pariwisata. Perayaan hari jadi kota juga dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan kota sebagai destinasi wisata, sehingga berimplikasi meningkatkan ekonomi lokal. Kelima, sebagai media hiburan warga. Perayaan hari jadi kota dapat menghibur masyarakat dengan berbagai acara dan kegiatan. Keenam, meningkatkan kesadaran masyarakat. Perayaan hari jadi kota dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota.
Meskipun disebutkan paling akhir, point keenam tersebut menurut saya lebih penting dan reflektif. Dalam konteks Kota Banjar, perayaan hari ulang tahun kota dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memelihara kota sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan panjangnya. Hari jadi Kota Banjar adalah momen yang tepat untuk merefleksikan perjalanan kota ini dari masa ke masa. Apa yang telah dicapai? Apa yang masih perlu diperbaiki? Bagaimana kita dapat membuat Kota Banjar menjadi lebih baik? Beberapa pertanyaan lainnya dapat kita ajukan sebagai bahan renungan. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Apa tantangan terbesar yang dihadapi Kota Banjar saat ini? Bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat? Apa peran kita dalam membangun Kota Banjar? Dengan merefleksikan pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat menemukan inspirasi dan motivasi untuk membuat Kota Banjar menjadi lebih baik di masa depan.
Bangga pada Kota Tercinta
Pertanyaan pertama dapat kita deskripsikan sekaligus mencoba menginventarisir alternatif jawabannya. Apa yang membuat kita bangga dengan Kota Banjar? Harus disadari bahwa Kota Banjar memiliki banyak rapa hal yang dapat membuat kita bangga. Kita dapat mendeskripsikannya mulai dari aspek budaya dan tradisi yang dimiliki, sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisata di dalamnya, maupun potensi sosial-kultural dan sejarah.
Dari aspek sosial-kultural, Kota Banjar memiliki potensi sosial budaya yang kaya. Letak geografis yang strategis perlintasan Sunda dan Jawa menjadikan Kota Banjar sebagai perlintasan budaya sehingga memiliki pengaruh budaya Sunda dan Jawa yang unik. Dari sini bukan saja lahir ragam pertunjukan budaya seperti tari-tari tradisional yang khas, tapi juga produk-produk kerajinan rumahan, seperti ragam anyaman bambo, kerajinan kayu, kampung angklung, batik tarum, serta ragam kuliner yang sering dipamerkan dalam kegiatan fetival budaya dan pesta rakyat. Dengan potensi sosial-kultural yang kaya, Kota Banjar dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan.
Demikian halnya dari aspek sumber daya alam dan termasuk potensi pariwisa yang ada di dalamnya. Dari lokasi tertinggi di Puncak Pagarbatu, Batulawang Pataruman hingga lokasi terendah di seputaran sungai Citanduy, Kota Banjar menawarkan bentangan alam yang indah. Hamparan sawah di Pasirleutik nan cantik menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dan mempesona. Sawah-sawah yang hijau dan terhampar luas, dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau, menciptakan suasana yang sangat damai dan tenang. Sementara dari Bukit Pejamben kita dapat menikmati pemandangan Kota Banjar yang terbentang luas, dengan sawah-sawah hijau dan bukit-bukit yang mengelilingi. Bukit Pejamben juga populer sebagai spot fotografi, terutama saat sunrise atau sunset.
Masih banyak tempat lainnya yang menawarkan keindahan Kota Banjar. Ada Situ Leutik, danau indah yang berada dekat pusat kota. Ada Curug Panganten, Edu Wisata Kampung Domba, Bukit Jambu, Bendungan Wadas Lintang, Tebing Tambang Batu Mandalare, dan masih banyak lagi yang lainnya.[1] Selain itu, ada juga destinasi wisata sejarah seperti Situs Banjarkolot, Makam Arya Kemuning, Situs Singaperbangsa, dan situs Kokoplak, sebuah situs sejarah yang memiliki peran penting dalam memberikan bukti tentang keberadaan penyebaran Islam pada masa kesultanan Mataram. Lokasi situs Kokoplak berada di Dusun Pananjung, Desa Sinar Tanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. [2]
Walhasil, dari sisi potensi alam, sejarah, sosial-budaua, pariwisata, dan berbagai aspek lainnya menunjukkan bahwa Kota Banjar memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kota Banjar memiliki banyak hal yang dapat menjadi modal sekaligus menjadi sumber kebanggaan bagi warganya.
Tantangan Terbesar Kota Banjar
Meskipun Kota Banjar memiliki beragam potensi, namun kita juga tidak bisa menutup mata akan adanya ragam persoalan yang menjadi kendala. Dari berbagai pemberitaan di media massa dan temuan lapangan yang dilansir berbagai pihak tampak pula bahwa Kota Banjar menghadapi beberapa tantangan besar. Setidaknya, ada lima tantangan utama yang masih menjadi persoalan krusial di Kota Banjar saat ini, yaitu:
– Aspek Pendidikan: Angka partisipasi sekolah (APS) untuk usia 16-18 tahun menurun menjadi 67,98% pada 2024, dan hanya 8,85% untuk kelompok usia 7-18 tahun. Banyak anak tidak sekolah, dan kualitas pendidikan masih rendah. [3]
– Aspek Ekonomi: Tingkat kemiskinan masih tinggi, yaitu 5,35% atau sekitar 11,2 ribu jiwa dari total penduduk 209,1 ribu jiwa. PDRB per kapita hanya sekitar Rp26,4 juta, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat.
– Kendala Infrastruktur: Fasilitas kesehatan dan tenaga medis masih kurang, dan banyak Puskesmas yang kekurangan dokter dan perawat.
– Tingginya ketergantungan pada dana pusat: Lebih dari 70% APBD Banjar masih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). [4]
– Korupsi dan birokrasi: Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) masih marak terjadi, menghambat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Sebaik dan sebesar apa pun modal dasar pembangunan yang dimiliki tentu tidak akan mampu berjalan secara optimal manakala kita tidak mampu menghdapi kendala dan persoalan yang mengganjal. Karena itu, lima tantangan ini perlu segera diatasi dengan beragam program yang dapat menjawab personal itu sehingga pada gilirannya kita mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuat Kota Banjar lebih maju ke depannya.
Bagaimana Meningkatkan Kualitas Hidup di Kota Banjar?
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar memerlukan upaya bersama dan strategi yang tepat. Setidaknya, ada lima cara yang dapat dilakukan. Pertama, meningkatkan akses Pendidikan. Pastikan semua anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas, termasuk pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Kedua, meningkatkan ekonomi lokal. Dukung UMKM dan industri kreatif, serta meningkatkan infrastruktur ekonomi seperti jalan dan pasar.
Ketiga, meningkatkan Kesehatan. Perkuat fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Keempat, mningkatkan partisipasi masyarakat: libatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pembangunan kota. Kelima, meningkatkan infrastruktur. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus segera melakukan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan sanitasi.
Selain berfokus pada menuntasan masalah, secara bersamaan kita juga dituntut untuk terus mengembangkan ide dan gagasan untuk memajukan Kota Banjar. Menurut hemat saya, hal ini dapat dimulai dari beberapa hal, antara lain melalui lima agenda berikut. Pertama. mengembangkan sektor pariwisata, terutama pariwisata alam. Kembangkan wisata alam seperti Bukit Jambu, Mandalare, dan Situs Kokoplak. Perluasan akses, promosi, dan fasilitas wisata sehingga mampu meningkatkan kunjungan.
Kedua, promosi massif kuliner lokal. Promosikan kuliner khas Banjar, seperti nasi tutug oncom atau lele goreng, untuk menarik wisatawan. Ketga, merancang Festival Budaya secara terprogram. Adakan festival budaya yang menampilkan kesenian dan tradisi lokal untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat sekaligus menarik kunjungan para wisatawan. Keempat, penguatan ekonomi kreatif: Dukung UMKM lokal dengan pelatihan dan promosi produk-produk kreatif, seperti kerajinan tangan atau makanan olahan.
Kelima, mempromosikan infrastruktur hijau. Kembangkan ruang terbuka hijau dan taman kota untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa ide untuk pengembangan infrastruktur hijau di Kota Banjar dapat dimplementasikan melalui:
– Taman Kota: Membangun taman kota yang luas dan hijau untuk meningkatkan kualitas udara dan ruang rekreasi masyarakat.
– Jalur Hijau: Membangun jalur hijau di sepanjang jalan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan keindahan kota.
– Kebun Komunitas: Membangun kebun komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan dan memberikan akses ke makanan segar.
– Sistem Pengelolaan Air Hujan: Membangun sistem pengelolaan air hujan untuk mengurangi banjir dan meningkatkan ketersediaan air.
Pengembangan infrastruktur hijau ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan proyek yang berorientasi pada upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Banjar. Dengan perencanaan yang baik, pengelolaan yang efektif, dan partisipasi masyarakat yang aktif, Kota Banjar dapat menjadi kota yang maju dan sejahtera.
Literasi Mendorong Banjar MASAGI
Kota Banjar memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang maju. Dengan sumber daya alam yang kaya, lokasi strategis, dan semangat masyarakat yang kuat, Kota Banjar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi kota yang ideal sesuai tgline yang kini bayak dipakai, MASAGI: Mandiri, Adil, Sejahtera, Agamis, Guyub, dan Inovatif. Dalam konteks ini juga semangat literasi dapat menjadi salah satu modalnya.
Literasi sangat penting dalam mendorong pencapaian Banjar MASAGI karena dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempromosikan inovasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan literasi, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam konteks Banjar MASAGI, literasi dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Selain itu, literasi juga dapat mempromosikan inovasi dan kreativitas, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja.
Oleh karena itu, upaya meningkatkan literasi masyarakat harus menjadi prioritas dalam mencapai Banjar MASAGI. Ini dapat dilakukan melalui program-program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi. Beberapa contoh program dan kegiatan literasi masyarakat yang dapat menunjang tercapainya Banjar MASAGI antara lain:
– Lokakarya Penulisan Kreatif: Meningkatkan kapasitas pegiat literasi masyarakat melalui lokakarya penulisan kreatif, yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis dan kreativitas masyarakat.
– Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunitas: Memberdayakan masyarakat melalui kelompok baca dan diskusi, yang dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat.
– Literasi Digital: Meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat, terutama generasi muda, melalui pelatihan penggunaan perangkat lunak, pemrograman dasar, dan keamanan internet.
– Kelompok Baca dan Diskusi: Membentuk kelompok baca dan diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mengemukakan pendapat masyarakat.
– Penerbitan Buku Antologi: Menerbitkan buku antologi yang berisi karya-karya tulis masyarakat, yang dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap situasi dan kondisi kotanya.
Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju tatanan kehidupan ideal yang diharapkan.
Semangat bersama untuk mengupayakan ikhtiar terbaik ini seperti disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Banjar, H Erman Hendraman. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya tergantung kepada pemerintah dan sektor dunia usaha, tapi idealnya juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam semangat inilah urun-rembug publik yang terdokumentasi dalam buku ini menjadi sesuatu yang urgen sekaligus strategis. Kita berharap, segala impian, harapan, gagasan dan hal-hal baik lainnya dapat terwadahi, menjadi amunisi untuk mewujudkan idealisme bersama: Banjar MASAGI Tumbuh Istimewa!
Sofian Munawar adalah pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK). Setelah lulus dari Fakultas Sastra UGM, melanjutkan studi Magister Ilmu Politik dengan konsentrasi studi “Politik Demokrasi dan HAM”, kerja sama Fisipol UGM-UiO Norwegia. Meraih puluhan penghargaan dari berbagai sayembara penulisan tingkat nasional. Ratusan artikel, esai, dan karya tulisnya dimuat di sejumlah media, blog sosial media, serta puluhan buku. Terpilih menjadi salah satu Penulis Terbaik pada Program Inkubator Literasi Pustaka Nasional (2020), dan menerima penghargaan “Editor Paling Produktif” dari Penerbit Lingkaran Yogyakarta (2021). Pada 2022 ditetapkan sebagai penerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
[1] Deskripsi destinasi wisata Kota banjar antara lain dapat dismak pada link situs berikut: https://bukamata.id/10-tempat-wisata-kota-banjar-paling-populer-yang-wajib-dikunjungi/
[2] Deskripsi lebih lengkap mengenai sejarah dan peninggalan budaya, ragam situs serta “Cerita Rakyat Kota Banjar” lainnya dapat disimak pada link: https://ruangbacakomunitas.com/wp-content/uploads/2024/10/E-BOOK-CERITA-RAKYAT-KOTA-BANJAR.pdf
[3] Sumber: https://data.goodstats.id/statistic/angka-partisipasi-sekolah-di-indonesia-2024-tren-dan-tantangan-2W28Y
[4] Simak: https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/tkdd?tahun=2024&provinsi=10&pemda=25


