
Doni Rayhan Nugraha, siswa aktif di SMK Negeri 2 Banjar. Puji dan syukur atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya sebagai anggota Team Literasi SMK Negeri 2 Banjar. Saya sangat tertarik membahas topik literasi kesehatan, khususnya di kalangan pelajar. Suatu kehormatan bagi saya dapat menyuarakan topik krusial ini, karena kita sebagai anak muda memiliki peranan penting dalam mencapai visi bersama, Indonesia Emas 2045. Selain itu, saya juga tertarik dengan pembahasan SDGs yang berfokus pada poin ke-tiga yakni menjamin kehidupan sehat dan sejahtera bagi siapapun. Karena sejatinya, kita sebagai manusia memiliki hak untuk mendapatkan layanan serta akses kesehatan yang memadai. Dengan tulisan ini, peran saya sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan dapat menjadi bukti bahwa anak muda memiliki peranan penting dalam bidang kesehatan.
Pendahuluan
“Jangan jadi anak muda yang enjoy aja di waktu muda, tapi lemah ekonomi dan rusak kesehatan karena kebiasaan buruk”, ujar Mario Teguh, Konsultan Motivasi Indonesia.
Berdasarkan World Health Organization (2011) dalam Strategic directions for improving Adolescent Health in South-East Asia Region menyatakan bahwa perkiraan dua pertiga kematian dini dan sepertiga total beban penyakit yang dialami oleh orang dewasa adalah akibat perilaku buruk yang dilakukannya ketika berada di fase muda.
“Masa muda, masa yang berapi-api”, penggalan lirik dari lagu sang maestro dangdut Indonesia, Rhoma Irama. Menyadarkan kita bahwa masa muda tidak hanya diisi dengan kisah cinta dan serunya game mobile. Akan tetapi, jika kita mengingat Indonesia saat ini dimana akses pendidikan dapat dijangkau dan terbebas dari penjajahan adalah berkat pahlawan saat muda yang memiliki semangat serta ambisi untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Masa muda adalah masa transisi dari fase kanak-kanak menuju fase dewasa, masa dimana kita haus akan pengetahuan dan eksplorasi terkait banyak hal. Akan tetapi, jika tidak dimanfaatkan dengan baik rasa keingintahuan tersebut akan menjadi boomerang bagi kita di masa yang akan datang.
Literasi kesehatan dapat dijadikan sebagai solusi dari permasalahan dimana para pemuda masih enggan untuk memprioritaskan keperluan di bidang kesehatannya. Sangat disayangkan, literasi kesehatan di Indonesia masih cukup rendah dan menjadi tantangan bagi anak muda di masa sekarang. Literasi bukan hanya membaca, literasi juga bukan hanya sebatas melihat secara sepintas flyer terkait kesehatan remaja. Tetapi, literasi jauh lebih dalam daripada itu, literasi kesehatan adalah bagaimana cara pandang kita menganalisis suatu informasi dengan keterampilan kognitif yang mempengaruhi semangat serta ambisi anak muda dalam mengakses, memahami serta mengimplementasikan informasi kesehatan yang diterimanya untuk membuat keputusan yang tepat, guna mengakses layanan kesehatan yang baik dan inklusif.
Literasi kesehatan juga menjadi sorotan global saat ini. Terdapat agenda besar pada tahun 2030, dimana dalam agenda ini terdapat kesepakatan yang telah disetujui bersama dan memegang prinsip No-one left behind. Agenda yang dimaksud adalah Sustainable Development Goals (SGDs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang berlaku dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2030. Yang mana salah satu fokusnya ialah, menjamin kehidupan sehat dan sejahtera bagi siapapun. Di tahun 2030 semua negara yang telah menyepakati patut merealisasikan jaminan kesehatan universal atau tanpa adanya beban biaya yang ditanggung oleh pasien sehingga semuanya dapat merasakan layanan kesehatan secara inklusif.
Pembahasan
Sebagai langkah awal upaya peningkatan literasi kesehatan anak muda, anak muda saat ini harus paham terkait hak dan kewajiban sebagai peserta dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Di negara kita sudah terdapat jaminan kesehatan yang menjunjung tinggi nilai inklusif. Dimana semua pasien mendapatkan kesempatan yang sama yakni layanan kesehatan yang memadai.
Permasalahan saat ini adalah kurangnya kesadaran anak muda akan hak dan kewajibannya sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia mencapai 80% di tahun 2025, angka ini menunjukkan bahwa jutaan pengguna internet di Indonesia sudah semakin meningkat. Tapi bagaimana dengan kesadaran masyarakat terkait hak dan kewajibannya?
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah suatu program yang diinisiasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dalam program ini BPJS Kesehatan sudah membuat sistem digital seperti Mobile JKN, Pandawa dan banyak lainnya dengan harapan peserta dapat mengakses layanan kesehatan yang mudah dan terstruktur. Akan tetapi, karena kurangnya pemahaman serta kepedulian peserta terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum bisa dimanfaatkan secara baik.
Tingginya angka pengguna internet di Indonesia, seharusnya memudahkan peserta untuk menganalisis, memperoleh dan menerapkan informasi terkait program ini. Namun, karena terdapat budaya buruk yang tetap eksis di Indonesia yakni malas membaca khususnya di kalangan anak muda, tentu hal tersebut masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat program baru yakni Duta Muda BPJS Kesehatan.
Berbicara terkait peran anak muda, tentu kita dapat berkontribusi dalam bidang kesehatan. Hadirnya Duta Muda BPJS Kesehatan, yang telah melewati beberapa tahap seleksi dari masing-masing kantor cabang, dapat menjadi perantara atau jembatan antara peserta (masyarakat) dengan BPJS Kesehatan. Duta Muda BPJS Kesehatan kantor cabang Banjar yang meliputi tiga daerah yakni Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran tahun 2025, memiliki visi sebagai berikut:
Menjadi Duta Muda BPJS Kesehatan sebagai agen perubahan yang berinisiatif dan edukasi digital dalam memperluas pemahaman serta partisipasi anak muda terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.
Didukung oleh beberapa misi yang akan direalisasikan selama masa jabatan, adapun misinya sebagai berikut,
- Meningkatkan literasi digital. Sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan tentu kamimemiliki tanggung jawab dalam meningkatkan literasi digital khususnya dalammemaksimalkan penggunaan hak serta tanggung jawab peserta program JKN.
- Mengoptimalkan media sosial. Hadirnya media sosial dapat menjadi media yangtepat untuk menyebarkan informasi terkait program JKN, karena aksesnya yangmudah dan dapat dijangkau oleh setiap kalangan, tanpa adanya batasan.
- Membangun kolaborasi dengan beberapa pihak. Dengan bekerja sama dan bertukaride serta pendapat untuk mencapai kebaikan bersama tentu ini akan sangat
Agar dapat merealisasikan misi tersebut, berikut program kerja yang akan direalisasikan oleh Duta Muda BPJS Kesehatan kantor cabang Banjar tahun 2025.
- Konten edukasi #SobatJKN. Tingginya pengguna internet di Indonesia dapatdimaksimalkan jika ditemani dengan edukasi sehingga menjadi wadah yang positifterutama dalam pemahaman terkait kesehatan.
- Ngariung Bareng (NgaBar). Program ini ditujukan bukan hanya untuk anak mudasaja, tetapi semua usia dapat dijangkau dengan harapan mereka paham terkait hakbeserta tanggung jawabnya sebagai peserta JKN. Program ini akan dilakukan secara offline atau tatap muka ditemani oleh pihak BPJS Kesehatan kantor cabang Banjar.
- JKN Go To School. Program ini memiliki target anak muda khususnya pelajar. Jika di media sosial sudah ada konten edukasi #SobatJKN. Maka, untuk memahami apa itu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara intens dibuatkan program JKN Go To School dengan harapan akan adanya interaksi aktif antara Duta Muda BPJS Kesehatan dan para pelajar (audiens).

Duta Muda BPJS Kesehatan tidak hanya sekadar nama saja, tetapi dampaknya sudah dirasakan oleh para pengguna internet. Contoh nyata, sebuah video reels yang diunggah dalam akun instagram dengan username @dnryhnngrh menuai banyak komentar positif dari masyarakat setelah menginformasikan terkait pembayaran auto-debit yang sekarang dapat diakses di Mobile JKN.
Perlu diketahui bahwa BPJS Kesehatan dengan Program JKN merupakan instrumen Indonesia menuju Universal Health Coverage atau Cakupan Kesehatan Universal. Untuk mencapainya jelas membutuhkan kontribusi dari beberapa pihak seperti pemerintah dan masyarakat. Selalu ingat bahwa program JKN bersifat gotong royong, “yang sakit dibantu oleh yang sehat”.
Penutup
Anak muda saat ini harus peduli dengan kondisi kesehatannya. Tidak ada salahnya, jika kita sebagai anak muda sudah mulai paham terkait jaminan kesehatan kita, karena permasalahan terkait kesehatan susah untuk ditebak. Tentang bagaimana cara mengantisipasinya, kita perlu jaminan kesehatan yang sudah beregulasi dan menjunjung nilai inklusif agar setiap orang mendapatkan hak yang sama, yakni layanan serta akses kesehatan yang baik.
Sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan kantor cabang Banjar tahun 2025, kami akan terus memberikan edukasi terkait jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Kemudian, sesuai dengan tagline Visi Indonesia Emas 2045, kami menetapkan anak muda sebagai fokus kami dalam berjalannya misi tersebut. Namun, tetap memberikan perhatian yang sama dan mendengarkan aspirasi dari semua kalangan.
Mari buktikan bahwa anak muda dapat berkontribusi dalam bidang kesehatan di Indonesia!
***


